Tags

, , ,

Perjalanan dengan cuaca panas, dan matahari bersinar terik, maka keringat bercucuran dan rasa haus mendera, seringkali saya mlipir atau singgah ke warung untuk membeli minuman. Saya memilih minuman yang melegakan rasa haus dan bisa membuat segar, karena perjalanan masih panjang. Maklum, tukang jalan, jadi memilih minuman yang menyegarkan agar dapat membantu meringankan dehidrasi di perjalanan.

Ketika tubuh berkeringat, itu berarti kekurangan ion tubuh. Saya mengetahui ion dan fungsinya ketika mendapat kesempatan mengunjungi pabrik Pocari Sweat. Perjalanan yang cukup jauh dari Jakarta, karena pabriknya berada di Sukabumi.

rps20160626_145753_943.jpg

Telusuri Pabrik Pocari Sweat Sukabumi

Senin, 20 Juni 2016, saya sudah berkumpul bersama teman blogger lainnya di titik pertemuan yang sudah disepakati daerah Senayan. Pukul 10.00 WIB, kami berangkat dengan menggunakan bisa 3/4 milik perusahaan Pocari Swaet. Kami ditemani oleh Mbak Ida, dari pihak Pocari Sweat.

Explorion

Explorion

 

Sejarah Pocari Sweat

Setelah bis melaju, di dalam bis, kami mendapat pemutaran film sejarah adanya Pocari Sweat. Bermula dari kepala pabrik yang berusia 35 tahun, yang dekat dengan para karyawannya. Akihiko Otsuka, namanya. Cucu dari pemilik pabrik Masahito Otsuka, pemilik sekaligus presiden perusahaan tersebut.

Selama ini, orangtuanya telah berhasil membuat minuman dan farmasi, seperti obat oles Oronine G dan minuman Oronamin C. Kesuksesan orangtua dan kakeknya memotivasi Akihiko untuk berinovasi membuat produk baru.

Sampai suatu ketika salah seorang penelitinya, Rokuro Harima, menemukan minuman yang menyehatkan. Harima bercerita mengenai pengalamannya sewaktu sakit diare di luar negeri dengan keadaan fasilitas medis yang terbatas. Dia diberi obat dengan harus minum dengan air soda karena kondisi air putih kurang. Dokter tersebut menjelaskan air dan zat gizi berkurang secara drastis karena diare, bila tidak menambah kadar air tubuh akan terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan. Harima pun pernah melihat seorang dokter yang minum cairan infus untuk mengganti cairan tubuh yng hilang setelah melakukan operasi berjam-jam, maka Harima mempunyai ide untuk mengembangkaan cairan infus sebagai produk yang layak diminum.

Explorion

Explorion

Akihiko menyimak penjelasan karyawannya, dan beberapa tahun kemudian ketika dia sudah menjadi presiden direktur, ia memanggil penelitinya dan mengusulkan untuk pengebangan cairan infus menjadi minuman dengan rasa yang tidak membosankan untuk diminum setiap hari.

Harima yang hadir bersama asistennya Akihisa Takaichi melakukan banyak eksperimen. Di film ini diperlihatkan bagaimana Takaichi melakukan eksperimen sendiri ketika menemukan produk. Dengan berbagai perbandingan dan ide, maka menghasilkan Pocari Sweat.

Minuman Pocari Sweat memang rasanya berbeda dari air minum lainnya. Ketika penjualan pertama, banyak yang menolaknya karena rasanya yang berbeda. Setelah melihat berbagai eksperimen untuk menghasilkan produk, saya kembali melihat bagaimana ide dan kreatifitas dalam penjualan.

Seorang presiden direktur atau pemimpin harus memiliki intuisi dan keyakinan yang kuat. Begitu pula dengan Akihiko Otsuka, memilih untuk menggratiskan minuman Pocari selama setahun agar mendapat penyerapan konsep dari minuman ber-ion kepada masyarakat.

Pocari Sweat adalah minuman kesehatan, yang rasanya akan sangat terasa segar bagi orang yang berkeringat, baik karena olahraga ataupun kepanasan. Para penjual pun mencari sasaran pasar atas produknya pada anak-anak yang berolahraga, tempat sauna, dan udara terbuka kena sinar matahari.

Demikianlah, pada tahun penjualan awal masih belum terlihat hasilnya, tetapi pada tahun berikutnya penjualan molanjak tinggi secara drastis seiring dengan musim panas.

Hikmah yang saya dapatkan ketika menyimak film tersebut adalah kreativitas dan inovasi dari produksi dan marketing. Dan hal yang membuat saya terinspirasi adalah intuisi dan keyakinan sang direktur atas produknya. Apabila direkturnya lemah, tak mungkin sekarang saya menikmati Pocari Swaet.

Explorion

Setelah menonton film, saya pun menghabiskan perjalanan dengan tidur. Istirahat sebentar untuk shalat zhuhur di masjid. Tak lama kemudian kami sampai di pabrik Pocari Sweat Sukabumi.

Gunung Salak terlihat tegap berdiri, di antara riuhnya pabrik-pabrik di sekitar Pocari Sweat. Sebelum memasuki gedung, terdapat kolam air, yang ternyata hasil limbah dari minuman Pocari Sweat. Limbah ini dalam keadaan air bersih yang bisa digunakan untuk menyiram air.

Explorion

Explorion

Kami langsung menuju ruang pertemuan untuk mendapatkan informasi tentang Pocari Sweat Sukabumi dan tata tertib ketika masuk ke pabrik. Hadir Mbak Elsa, Pak Agus, Pak Djaka dan Pak Glenn, yang secara interaktif memperkenalkan produk Pocari Sweat dan peraturan memasuki pabrik. Secara bergantian, mereka memaparkan tentang Pocari Sweat, sejarah masuknya Pocari Swaet, berdirinya pabrik Pocari Sweat Sukabumi dan produk-produk Pocari Sweat.

Pocari Sweat adalah minuman isotonik yang masuk ke pasar Indonesia sejak tahun 1990. Pabrik pertamanya daerah Malang, Jawa Timur. Pada tahun 2004, berdiri pabrik Pocari Sweat di Sukabumi, maka proses pembuatan pun berpindah ke sini di bawah perusahaan yang bernama PT Amerta Indah Otsuka.

rps20160626_145256_250.jpg

Explorion

Dengan luas pabrik kurang lebih 50 hektar, Otsuka Sukabumi berhasil meningkatkan produktifitas, baik yang botol maupun yang kaleng. Bahkan, Otsuka akhir-akhir ini telah mengembangkan produksi Soyjoy. Diskusi interaktif ini tak terasa sudah membuat kami mengenal banyak tentang ion dan Pocari Swaet.

rps20160626_145127_599.jpg

Explorion

Setelah diskusi, kami diajak menggunakan tab, yang sudah disediakan di hadapan kami. Kami mengisi data pada formulir yang terdapat pada tab tersebut. Bukan hanya itu, peranti digital ini mengajak kami bermain dengan menjawab beberapa kuis dari pertanyaan yang tersedia. Aha… kali ini saya tidak berhasil mendapatkan nilai tinggi, padahal bagi yang bernilai tinggi bisa mendapatkan Pocari Sweat terbaru, Pocari Swat Ionessence.

Selanjutnya, kami diajak mengunjungi pabrik Pocari Sweat. Di antara lorong menuju pabrik, kami melihat banyak plakat dan lukisan hasil dari para pengunjung yang sudah datang ke sini. Dari mulai lukisan anak SD sampai SMU. Berikut lukisan anak SMU.

Explorion

Explorion

Kami berkunjung ke pabrik kemasan botol, tidak lupa kami juga membawa tab. Ternyata, dari tab tersebut kami mendapatkan informasi mengenai pabrik serta proses produksi minuman isotonik Pocari Sweat yang memenuhi standar mutu, higienis dan sanitasi yang terjaga. Sayang, saat itu sedang istirahat, jadi tidak melihat aktivitas proses pembuatannya. Demikian juga dengan pabrik kemasan kaleng, yang ternyata usia mesin pabriknya lebih tua dari yang kemasan botol.

rps20160626_145839_438.jpg

Explorion

Setelah mengunjungi pabrik tersebut, kami dibawa ke ruang Marchindise Shop. Di sini kami membuat pin sendiri dengan data nama yang sudah kami masukkan sebelumnya. Seru, prosesnya mendebarkan bagi yang baru menggunakannya. Ruangan ini menjual pernak pernik Pocari Sweat dan Soyjoy, dari hasil penjualannya didonasikan buat penduduk yang berada di lingkungan sekitar pabrik.

rps20160626_145919_987.jpg

Terakhir, kami masuk ke ruang Explorion Adventur. Di sini, saya gagal dalam keanggotaan tim, karena ternyata pas di ruang Marchindise, saya tidak foto digital, padahal itu harus dilakukan untuk bisa ikut permainan Explorion Adventur. Alhasil, ditemani Mbak Elsa, saya harus kembali ke ruangan Marchindise dan dipoto dulu. Awalnya sih saya kira teman-teman yang berfoto buat foto box aja, ternyata kali ini buat masuk game adventure. ๐Ÿ™‚

rps20160626_150026_644.jpg

Explorion

Pengisian identifikasi data pun selesai, saya bisa ikut permainan. Awalnya deg-degan, mau ngapain yaaa… Selanjutnya seru dan menyenangkan. Meskipun sedang puasa, kami teriak-teriak dan berlari-lari, tetapi tetap membuat kami happy, malah ada yang ketagihan pengen maen lagi. Game ini seperti edukasi yang sebetulnya bisa dilakukan oleh berbagai kalangan usia, termasuk anak-anak SD. Walaupun seperti anak SD, kami tetap seru memainkannya.

Usai bermain, kami pun pulang naik bis. Mengejar waktu sebelum jam bubar pabrik agar tidak terjebak macet. Alhamdulillah, perjalanan pulang berjalan lancar. Untuk berbuka, kami singgah dulu ke Restoran De Leuit Bogor.

rps20160626_150114_234.jpg

Explorion

Demikian perjalanan sehari telusuri pabrik Pocari Sweat Sukabumi. Selain jalan-jalan, saya mendapat hikmah dan pelajaran dalam niat, yakit dan usaha sungguh-sungguh. Begitu pulaa dengan inovasi dan kreasi, jangan takut untuk berkreasi, yang penting mah yakinn atas apa yang dikerjakan.

 

Advertisements