Tags

, , , ,

Tidak mudah ternyata untuk menetapkan suatu keputusan bisnis yang akan diambil, apalagi ketika meminta masukan pada banyak orang, malah saya jadi bingung sendiri dengan berbagai ide dan pendapat keluarga dan teman. Seakan bergerak dalam diam, melihat dalam senyap, semua menjadi hal yang berisik, riuh dalam pikiran yang bekejaran mengejar berbagai lompatan, menawarkan segala keinginan. 

Kampung Naga

Sebulan penuh pada Bulan Ramadhan saya merenungkan akan peristiwa dan keadaan sekarang, yang mengalir seperti air tak tentu arah hanya mengikuti aliran air. Begitu pula dengan saya yang ternyata hanya mengalir mengikuti waktu tanpa mampu menggenggam waktu sebagai bagian dalam menempuh perjalanan dengan konsep dan tujuan hidup. 

Melalui perenungan panjang, saya memilih bisnis digital berbasis writerpreneur yang sudah saya lakukan selama ini sebagai blogger, buzzer, editor dan writer. Seperti seirama, saya pun akan memulai fokus pada blogger dan mengatur serta mengelola media sosial secara profesional. 

Mousoleum Van Motman

Setelah saya mengikuti arus kemana air mengalir, saya berpikir untuk tetap dapat mengikuti arus dengan terukur dan terarah, sehingga hasilnya memuaskan. Begitu pula dalam memilih writerpreneur berbasis digital, saya mulai memanajemen waktu dan mengelola media sosial sebagai media bisnis dalam mengembangkan bisnis writerpreneur. 

Merintis Aplikasi Channel Jejak Nusantara

Untuk bisnis digital ini memang membutuhkan survei dan data yang dapat meningkatkan performa tidak lepas dari kekuatan sinyal atau frekuensi dalam penggunaan internet. Sebagai pemula, saya membutuhkan internet ultra cepat memilih MyRepublic Business 30, untuk memulai performa dalam survei dan pengumpulan data untuk pengembangan blog dan media sosial. 

Dari sana, saya ingin mengembangkannya dengan blog yang berfokus pada MICE (Meeting, Insentive, Confrence dan Exchibation). Secara offline ingin mengelola trip tour Napak Tilas Budaya Nusantara. Event tour yang digunakan untuk mengunjungi berbagai daerah di Nusantara sebagai proses pengenalan budaya Nusantara, baik budaya kini, sejarah dan prasejarah. 

Museum Pasir Angin

Penelusuran budaya bukan hanya sekedar bisnis, tetapi ada dahaga ilmu pengetahuan akan budaya masa lalu. Karena adanya budaya sekarang, tidak lepas dari hidupnya budaya masa lalu. Raihan peradaban yang sekarang kita jalani, tidak lepas dari pondasi-pondasi para leluhur kita dalam menjalankan kehidupan mereka. 

Ada banyak bukti peninggalan budaya masa lalu, baik berupa bangunan maupun tradisi yang secara hakikat lebih menunjukkan peradaban yang tinggi dan luhur, di antaranya Candi Borobudur, Candi Prambanan, Situs Megalitikum Gunung Padang dan yang lainnya. Menelusuri jejak budaya masa lalu inilah yang membuat saya terpikirkan untuk membuat aplikasi titik lokasi bangunan sejarah, prasejarah, situs-situs megalitikum, museum, dan kabuyutan atau kampung adat. 

Situs Cibalay

Dari titik inilah yang akan menjadi sebuah ensiklopedia Nusantara dalam mengenal budaya masa lalu, dan mengembangkan budaya sekarang. Titik acuan dari sebuah mimpi menjadi sebuah kenyataan, tentunya membutuhkan kolaborasi semua pihak. Di era MEA sekarang, networking untuk kolabari sangat penting, bukan hanya skill dalam penulisan. Oleh karena itu, Channel News Asia salah satu referensi dalam mengembangkan jaringan dan pengetahuan. 

Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Sabtu, 28 Mei 2016, saya mengikuti acara talkshow enterpreneurship yang diadakan oleh MyRepublic, saya mulai merenungkan dan mengonsepkan bisnis yang akan saya lakukan, beserta tahapan waktunya dari program capaian jangka pendek dan jangka panjang. 

Digital Business Your Way, tema yang seakan menjadi jawaban dalam kegelisahan saya untuk serius dan fokus dalam bisnis digital. Hampir dua tahun saya bergelut menekuni dunia blogger dan buzzer. Dengan background kerja sebelumnya sebagai editor dan writer, tentunya menulis blog menjadi hal yang biasa saya jalankan sehari-hari. 

Namun demikian, menulis di media digital, apalagi menjadi blogger dan buzzer, bukan hanya tentang menulis, tetapi membutuhkan kreativitas, maintance dan networking. Aha, sebagai yang biasa menulis dan mengedit aja, hal ini membutuhkan banyak belajar dan pengajaran akan komunikasi di dunia digital. 

Hadir sebagai pembicara Rosiana Halim sebagai Managing Directur Bobobobo.com, Frans Fernando sebagai SEO specialist Tokopedia dan Helma Kusuma sebagai Country Manager Freelancer.com.

Ketiga pembicara tersebut memberi saya semangat dan motivasi untuk mengembangkan writerpreneur sebagai bisnis digital. Rosiana Halim mengajarkan layanan terbaik, bukan hanya kepada klien, tetapi kepada konsumen. Semua steakholder yang tetap harus dilayani dengan baik. 

Frans Fernando mengajarkan bagaimana menjadi netizen dengan spesial media sosial, yang dalam bisnis digital tetap harus memilili niche atau keunikan dalam ngeblog. Networking kembali menjadi hal yang terpenting dalam membangun jaringan untuk menyebarkan postingan kita. Tentunya harus memepelajari terlebih dahulu cara penulisan yang teraplikasi dengam digital bisnis.

Helma Kusuma mengingatkan untuk tetap optimis, apalagi melalui digital banyak peluang yang didapatkan oleh freelancer atau pengusaha untuk tetap semangat. Dengan freelancer, semua aktivitas bisa dijalankan asalkan bisa mengatur waktu dengan baik.

Menyimak pembahasan dari para narasumber membuat saya semakin yakin untuk fokus dalam bisnis digital sebagai writerpreneur, dengan pengembangan pada star up aplikasi travel budaya Nusantara. Hadiah dari MyRepublic menjadi titik awal merintis channel jejak Nusantara dengan pengembangan website dan survei untuk pengembangan pada aplikasi Jejak Budaya Nusantara. 

Advertisements