Tags

, , , , ,

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau TIK tak dapat dipungkiri telah mengubah budaya bisnis dalam berkomunikasi dan bertransaksi. Hal tersebut menjadi marketing komunikasi bersinergi dengan teknologi, termasuk dengan UKM, secara perlahan dan pasti sedang mengarah pada marketing komunikasi berteknologi.

Smesco sebagai wadah para UKM Indonesia mulai memfasilitasi dengan mempertemukan para UKM dengan netizen, suatu pertemuan yang diiringi dengan karya dan edukasi, saling memberi inspirasi untuk maju bersama mengharumkan dan memajukan ekonomi masyarakat Indonesia.

image

Digipreneur

Dengan mengusung tema digipreneur, ada sinergisitas antara pelaku usaha dengan netizen dalam mengembangkan usaha melalui media digital. Kali ini, Sabtu, 18 Juni 2016, Smesco mengambil tema, One Shoot for UKM go World.

Event yang menyajikan workshop vlog dan talkshow digitalpreneur, menyeret saya untuk datang dan mengikuti sessi demi sessi, meski gerimis mengguyur perjalanan pagi saya ke Smesco. Bukan hanya saya, gerimis juga tak menyurutkan teman-teman yang interes dengan digitalpreneur untuk mengikuti acaranya.

Saya sendiri mengikuti sessi talkshow digitalpreneur, dengan pada tahapannya ada banyak pembicara yang wajib disimak untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang enterpreneur.

Smesco Jembatan Pemasaran Para UKM

Di era Masyarakat Ekonomi Asean sekarang ini, dunia digital menjadi sangat penting dalam mengembangkan atau memperluas jaringan pemasaran. Saya sendiri sebagai netizen merupakan bagian masyarakat ekonomi Asean, merasa perlu untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang usaha dan digital.

Di sinilah peran Smesco menjadi jembatan bagi akselerasi UKM yang memiliki produk berkualitas di Smesco untuk tampil lebih maksimal. Demikian kata Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LPP-UKM). Dari kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan rasa memiliki dan tanggungjawab, sekaligus inspirasi di kalangan digitalpreneur untuk memajukan produk UKM, khususnya melalui karya video yang menarik dan informatif. Tambahnya dalam pembukaan Digipreneur kedua kemaren.

Talkshow Digipreneur menghadirkan para pelaku UKM. Mereka berbagi cerita dan inspirasi dalam mengembangkan bisnis yang dijalankannya.

Digipreneur

Digipreneur

Sarung Tajma’ul

Tak terbayangkan kalau memakai sarung sekarang bisa praktis menggunakannya seperti celana, tetapi tidak lepas dari sarungannya. Modifikasi model sarung yang bukan hanya nyarung, tapi ada unsur model dan kepraktisan dalam penggunaannya.

Tajudin Maulana, yang berinisiatif membuat celana dari bahan sarung tanpa melepaskan unsur kesarungannya telah menembus market global. Dengan passion dan kegigihannya, Tajudin berhasil masuk ke Smesco. Dari sinilah dia mulai mengenal marketing online dan menebar relasi ke berbagai pelosok negeri Indonesia.

Bermula hanya dengan pembuatan 10 buah sarung, yang ia tawarkan ke teman-teman dekatnya, sekarang ia telah memiliki 3 karyawan yang membantunya dalam menjahit. Dari paparannya, tak dapat dipungkiri bahwa Smesco berperan menjadi jembatan dalam usahanya untuk mengenal marketing online dan promosi ke seluruh pelosok Nusantara.

Hijab Alls Scarf

Perkembangan dunia hijab sangat pesat sekali. Dengan masyarakat Indonesia mayoritas Muslim, maka model muslimah menjadi trend yang laku di pasaran, apalagi pada bulan Ramadhan, menjelang Lebaran Idul Fitri.

Alls Scarf, salah satu merk hijab yang tampil di antara berbagai merk hijab yang beredar di pasaran telah berhasil menembus Smesco dan mempertahankan kualitas produk dan peningkatan pemasarannya.

Digipreneur

Digipreneur

Ahmad Rafik, pendiri Hijab Alls Scarf yang telah menempuh pendidikan Pascasarjana Manajemen, mempraktekkan ilmunya dalam bisnis hijab. Bersama sang istri bersinergi mengembangkan usaha Hijab Alls Scarf.

Meningkatkan Usaha Digital

Dunia digital membuka peluang usaha. Kita sering mendengar orang kaya muda, karena bisnis di dunia digital. Pemanfaatan dunia digital sebagai bisnis, bak kran bagi generasi muda Indonesia yang kreatif dan inovatif untuk mengembangkan dirinya di dunia bisnis.

Kali ini, hadir anak muda yang mengembangkan bisnis di dunia digital, yaitu Andi Silalahi sebagai Digital Practioner dari Bdigital, Jose Ricardo Santos sebagai Co Founder Bdigital, Nathan Roestandy dari Zulu.co.id, Rubie Limpoyie sebagai Co Founder starup ecommerce Apana.id dan Bagus Rachman sebagai Direktur Bisnis dan Marketing Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM.

Dengan mengusung tema, Meningkatkan Penjualan untuk Ekspor di Era Digital, para pembicara memaparkan pentingnya digital sebagai media pemasaran global. Melalui digital, setiap pengusaha dapat menjual produknya secara online.

Ada banyak alat yang membantu pemasaran global, oleh karena itu sangatlah penting bagi para UKM untuk berkesadaran marketing online. Marketing online dan offline saling melengkapi, tetapi untuk efisiensi, maka bisnis online akan lebih hemat dan efisien.

Adapun para pebisnis digital seperti Nathan Roestandy dari Zulu.co.id, Rubie Limpoyie sebagai Co Founder starup ecommerce Apana.id berhasil merintis bisnis digital dan sukses, tidak lepas dari pengetahuan dan wawasannya pada marketing di dunia digital.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan penjualan ekspor harus mengetahui digital dan enterpreneur, sehingga dapat mendigitalkan start up menembus market global.

Digipreneur

Digipreneur

Aplikasi Pawoon

Kesuksesan bisnis seseorang tidak lepas dari sistem keuangan yang aman. Tak dapat dipungkiri bahwa maju ataupun mundurnya sebuah bisnis berada pada sistem keuangan yang menyertainya, apakah dicatatkan dengan rinci setiap transaksi ataukah tidak, apakah dalam mengambil suatu harga penjualan sudah berdasarkan perhitungan biaya produksi, marketing dan promosinya?

Hal tersebut memang bagi saya agak gampang-gampang susah, karena butuh ketelatenan dan ketelitian dalam perhitungan segala proses bisnis. Apalagi bagi pebisnis pemula dan kurang cakap dalam perhitungan keuangan, maka hal tersebut menjadi agak ribet dan menyulitkan.

Di era teknologi sekarang ini, bagi pebisnis pemula atau yang kurang begitu teliti pada keuangan seperti saya, ternyata ada Pawoon yang siap membantu pencatatan sistem keuangan usaha kita, sehingga keuangan kita aman, memonitoring persediaan barang secara up to date, dan menganalisa penjualan.

Pawoon adalah aplikasi kasir online yang berbasis Cloud Server. Aplikasi keuangan yang sejak awal bertujuan untuk para UKM ini dapat membantu sistem data transaksi penjualan, inventori manajemen keuangan, persediaan barang, dan Castumer Relations Management (CRM).

Aplikasi Pawoon sudah berdiri sejak tahun 2014, yang berasal dari program akselerasi yang diadakan oleh Indosat, IDEABOX. Aplikasi ini terdapat di Google Play Store, sehingga hanya tinggal mendownloadnya bagi pengguna Android dan memiliki panduan berbahasa Indonesia sehingga mudah menggunakannya.

Pawoon juga sedang mengembangkan kerjasama dengan pihak bank, sehingga memudahkan para UKM dalam bekerjasama dengan bank. Hal yang seringkali dibutuhkan oleh pengusaha pemula adalah suntikan dana atau modal usaha. Oleh karena itu, aplikasi Pawoon bisa membantu dalam pelaporan keuangan ataupun audit keuangan pada perusahaan.

Demikianlah, kemajuan teknologi selalu beriringan dengan perkembangan dan perubahan budaya bisnis. Saya teringat pribahasa Sunda yang sering dinasehatkan para orang tua, bahwa orang yang sukses adalah orang yang bisa “ngigelan jaman” atau menari dengan waktu sehingga mengikuti pada setiap iramanya. Pun begitu pula dalam berusaha, pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang berhasil mengikuti perkembangan zaman, termasuk di era teknologi dan globalisasi MEA.

Advertisements