Betapa melekatnya engkau sang rasa,
Hati pun terpilin oleh waktu yang tak aku sentuh
Sedangkan pradugaku melampaui masa yang kugenggam dalam keluh

image

Fana…
Satu kata yang menusuk jiwa ketika melekat tak terelakkan pada relung sang rasa
Aku gila
Di hadapan dunia ku kejar semua dengan selimut dosa
Bukan pada belahan dunia yang mana aku genggam,
Tetapi sedetik masa yang kugenggam dalam ingatan
Membentuk duka, tawa, air mata dan penyesalan

Di sana sang pujangga membela dalam setiap kata
Menjadi tunduk pada bilahan waktu yang menyimpan rasa
Padahal itu fana
Tetapi masih digenggam erat seakan bagian jiwa

Seumpama semua mendekap dalam kubangan aksara
Aku menjadi salah satunya yang terlena dengan paragraf-paragraf rasa
Sedang takdirku membawa pada pemilik sang jiwa

Seandainya cukup sampai di sini, apakah rasa akan membuncah menjadi parta
Duhai para pujangga rasa, saatnya berada pada tepian bahwa itu bukan sebuah tepian
Tak menyela dengan seka yang menjadi pengubah peradaban

Seumpama semua menyimpan dalam biduk khatulistiwa
Dimanakah letak sang pujangga dalam kepaknya menuju cakrawala
Fana…

Advertisements