Tags

, , , , ,

Tak dapat dipungkiri, ketika kita keluar rumah ada banyak kendaraan yang berlalu lalang dengan berbagai merk yang hadir di Indonesia. Salah satunya Toyota, brand yang sangat familier bagi masyarakat Indonesia. Saya sendiri mula mengenalnya pada mobil bermerk Kijang, kemudian Avanza, lalu Innova dan Fortuner. Tak disangka, saya bisa visit Plant Tour ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia di daerah Karawang.

Plant Tour TMMIN Karawang

Pagi masih menggelayut ketika mentari baru terlihat menyambut kami yang akan pergi plant tour TMMIN Karawang. Berjibaku dengan berbagai kendaraan yang sudah memadati jalanan ibukota, saya pun berhasil sampai ke TMMIN Sunter pagi hari, tepatnya jam 7 pagi. Sambil menanti teman-teman blogger lain, saya pun bercengkrama dengan teman lainnya yang sudah hadir. 

Pukul 08.00 lebih kami naik bis dan menuju Plant TMMIN Karawang. Selama perjalanan, kami dipandu sama Bianka, Humas TMMIN yang memaparkan tentang TMMIN. Sebagai yang tertarik dengan dunia otomotif, saya pun menyimak penjelasan Bianka tentang TMMIN.

Toyota

Plant Tour TMMIN Karawang

Toyota Motor Manufacturing Indonesia memiliki dua plant, yaitu daerah Sunter dan Karawang. Kebetulan yang kami kunjungi Karawang Plant, salah satu pabrik otomotif TMMIN yang berlokasi di Karawang Internasional Industtrial City (KIIC), Teluk Jambe, Jawa Barat.

Karawang Plant ini dibangun pada 29 Mei 1996, mulai beroperasi pada tahun 1998 dan diresmikan pada tahun 2000. Dengan memiliki area tanah seluas 1.000.000 m2 dengan luas bangunan 300.000 m2 memiliki kapasitas produksi 100.000 unit mobil per tahun. Karawang Plant menitikberatkan hasil produksi Innova yang ditujukan untuk pasar domestik dan internasional.

Secara domestik, saya sendiri sering melihat mobil Innova di jalanan dan pernah menaiki kendaraan tersebut. Bukan hanya domestik, TMMIN mengekspor mobilnya ke luar negeri dengan tujuan wilayah Timur Tengah, seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman, Yordania, Syria dan Libanon. Negara-negara kepulauan Pasifik, seperti Fiji dan Solomon. Begitu pula dengan negara-negara Asia, seperti Brunei Darussalam dan Thailand.

Bianka menekankan bahwa Innova merupakan mobil produksi dalam negeri Indonesia, yang dibuat oleh sumberdaya manusia Indonesia. Para SDM TMMIN telah beberapa kali berhasil meraih penghargaan otomotif di luar negeri sebagai delegasi dari Indonesia. Suatu kebanggaan, ketika Indonesia menang dan mendapat penghargaan dari berbagai perlombaan otomotif di luar negeri.

Secara serius, TMMIN memfasilitasi para peserta lomba dengan berlatih dan tetap mendapatkan full salary. Tak terasa, setelah beberapa lama mendengarkan paparan Bianka, kami pun tiba di kawasan Karawang Plant.  Karawang Plant terdiri dari tiga area, dan kali ini kami berkunjung ke Karawang Plant 2. Tempat pembuatan Kijang Innova dan Toyota Fortuner.

Memasuki area ini, kami langsung masuk lobby dan mendapatkan Kijang lama, generasi pertama Kijang Toyota, yang diperkenalkan pertama di Indonesia pada tahun 1977. Kijang menjadi salah satu mobil populer pada saat itu. Kijang Toyota First Generation bersebalahan dengan mobil fortuner baru. Suatu perbandingan yang menunjukkan masa dan inovasi karya dalam pembentukan model mobil.

Kami disambut baik oleh jajaran manajemen TMMIN Karawang Plant 2. Ada Pak Arif Munandar dan Pak Maskun Hafif. Di sini, saya lebih tahu mendalam tentang #TMMIN, karena Pak Arif Munandar memaparkan company profile TMMIN Plant 2 Karawang. Berlanjut dengan Pak Maskun yang menjelaskan peraturan atau safety rules #PlanttourTMMIN.

Secara keseluruhan, #TMMINspirasi mengedepankan kedisiplinan hidup. Berjalan mengikuti koridor yang sudah dibuat, dan masuk pabrik sesuai peraturan yang telah ditetapkan. Semua peraturan tersebut sebetulnya untuk kepentingan dan keamanan kita sendiri. Jadi, kalau ingin selamat dan aman, ikutilah peraturan atau safety rule.

Assembling Kijang Innova dan Toyota Fortuner

Dengan ditemani oleh Pak Maskun, saya berada di group 2 untuk masuk ruang Assembling Kijang Innova dan Toyota Fortuner. Sambil berjalan, Pak Maskun memaparkan tentang proses perakitan kedua mobil tersebut. Ternyata pada assambling ini, dalam sehari menghasilkan 500 unit mobil.

Toyota 2

Plant Tour TMMIN Karawang

Dengan memakai topi Toyota dan memasang walky talky, kami berjalan mengikuti koridor menuju ruang perakitan. Ketika berjalan di koridor, kami melewati bangunan yang ternyata ruang painting atau pengecetan.

Sambil berjalan, saya mendengarkan Pak Maksun menjelaskan proses perakitan mobil. Ada tiga proses utama dalam pembuatan mobil Toyota, yaitu procurement (penyediaan material dan komponen produksi), production operation (proses produksi itu sendiri) dan distribution (pengiriman produk ke pelanggan).

Secara produksi, mobil Toyota bersandar pada Toyota Production System (TPS). Produktivitas pembuatan mobil dilakukan sesuai atas jumlah pesanan produk yang masuk sesuai dengan jenis yang dipesankan melalui sistem. Begitu pula dalam komponen perakitan yang tersedia sesuai dengan pesanan.

Ketika masuk ke ruang assembling, saya melihat proses perakitan oleh mesin dengan perpaduan koreksi oleh para karyawan. Ada 6 tahap produksi TMMIN, yaitu stamping (pengepresan), weding (pengelasan), painting (pengecatan), engine manufacturing (produksi mesin), assembling (perakitan) dan quality inspection (tes kualitas).

Di ruang assembling, saya melihat ruangan yang terbuka dengan berbagai peralatan perakitan. Bagi orang awam seperti saya, apalagi baru masuk pabrik, ini akan sangat membingungkan. Tetapi tidak, Pak Maskun menjelaskan bahwa ruangan ini 3/4 lebih banyak digunakan sebagai gudang, 1/3 sebagai ruang perakitan.

Gudang di assembling sebagai tempat penyimpanan komponen mesin hasil dari proses stamping atau pengepresan, yaitu hasil lembaran baja yang telah dicetak menjadi bagian bodi kendaraan seperti kerangka, kabin, deck, rangka chasis dan pintu.

Tahap berikutnya mengenai produksi mobil dengan welding atau pengelasan yang menghasilkan satu bagian utuh. Saya sendiri melihat mobil keluar hasil dari pengecatan, kemudian masuk ke ruang assembling.

Di assembling ini kerangka bodi utuh akan dirangkai dengan bagian mobil lainya, seperti frame, mesin, kursi, roda, lampu, kaca dan lainnya. Prosesnya sudah diatur dengan menggunakan mesin, sehingga jika ada keterlambatan, mesin tersebut akan mengeluarkan sinyal atau tanda lampu atau suara untuk memberitahukan batas keterlambatan tersebut.

Ketika berkeliling tersebut, saya melihat salah satu produksi yang lampunya menyala merah, namun tak berapa lama mati. Itu sebagai salah satu tanda adanya keterlambatan proses yang masih diberi toleransi waktu. Di sini ada Kanban, salah satu alat pemberi instruksi untuk memproduksi dan mengirim barang serta kontrol visula untuk memeriksa ketersediaan barang.

Yups, dengan ketetapan sistem pada setiap perakitannya, maka satu produk mobil dengan lainnya saling berkesinambungan dalam proses pembuatannya. Hal tersebutlah yang membutuhkan kedisiplinan tingkat tinggi bagi para karyawan Toyota.

Saya juga melihat proses pengecekan mobil setelah semua kerangka terbentuk dan mewujud. Terdengar bunyi suara yang menunjukkan mobil akan keluar menuju tempat pengetesan kualitas. Bahkan, di sini juga tersedia rumah sakit mobil, yang berfungsi untuk mengoreksi dan memperbaiki mobil.

Demikianlah, setelah proses keliling dan mendengar paparan Pak Maskun, kami kembali ke ruangan. Setelah itu berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab. Memasuki waktu zhuhur, kami pun beranjak pulang dari Plant 2, kembali menuju Jakarta.

Ada hal yang menjadi inspirasi adalah perpaduan atau integrasi sistem, antara manusia dengan mesin. Integrasi ini tentunya membutuhkan kedisiplinan untuk tepat waktu. Bukan hanya ketepatan waktu, tetapi kedisiplinan dalam pengelolaan perusahaan yang go green dan memiliki timbal yang baik. Kedisiplinan menjadi integritas semua dalam menjalankan kehidupan sebagai manusia dan makhluk, yang menjadi bagian dalam menjaga dan memelihara alam semesta.

 

Advertisements