Tags

, , , , , ,

Tiada disangka, Tangerang sudah tumbuh menjadi kota yang cantik dan fasilitas smart city. Walaupun masih terlihat banyak pembangunan dan pembenahan di sana sini, tetapi Tangerang terlihat tumbuh dan berkembang. Apalagi ketika memasuki daerah Cikupa, teman sering bilang daerah ini tumbuh seiring dengan adanya pengembangan Citra Raya. Saya pun penasaran untuk jelajah fasilitas CitraRaya Tangerang , karena kalau mengikuti memori saya ketika pertama ke Tangerang, sangat berbeda pertumbuhan kotanya dengan Tangerang Selatan.

Citra Raya 2

Bundaran CitraRaya Tangerang

Sudah lama sebetulnya saya tidak ke Tangerang, sejak lepas dari kuliah. Dulu, saya memiliki kaka kelas daerah Tangerang, sudah beberapa kali main ke sana. Bahkan, ada cerita yang masih terkenang, meski terasa koplak atau lucu untuk diingat kembali sekarang, tetapi waktu itu termasuk tegang dan bingung berada di wilayah yang belum saya kenal.

Sepenggal Cerita Jejak Tangerang dalam Memori

Waktu itu saya tinggal di asrama daerah Ciputat, masuk wilayah Tangerang Selatan, dan masih baru beberapa tahun tinggal di sini untuk sekolah. Suatu hari kaka kelas yang satu asrama mendadak sakit, dan teman-teman kuliah serta kaka kelas sedang keluar semua ada kegiatan. Kaka kelas ini ingin pulang ke rumah, dan meminta saya menemani dia pulang karena waktu sudah sore menjelang maghrib.

Perjalanan sore menjelang malam, menjadi sama samar-samar ketika kami menelusuri jalan dengan taksi. Karena Ciputat masuk Tangerang, saya kira rumah kaka kelas dekat, ternyata jauh kalau menuju wilayah Kabupaten Tangerang. Untungnya masih belum banyak kendaraan atau mobil, meski di perjalanan lancar, terasa sekali jauhnya. Waktu itu saya masuk gerbang perumahan, tetapi belum ada rumah satu pun juga, masih berbentuk hutan.

Berjalan malam-malam di antara ilalang dan hutan-hutan kecil, membuat saya bertanya-tanya sampai kapan tiba di rumah? Dan betapa besar komplek perumahan ini, karena kalau mengikuti alamat rumah, kaka kelas ini tinggal di perkampungan, bukan kompleks perumahan. Akhirnya, saya tiba di rumah teman, dan memang berada di perkampungan (lupa lagi nama kampungnya).

Citra Raya 6

Danau CitaRaya Tangerang

Udara terasa dingin, airnya pun terasa sejuk seperti di wilayah pedesaan. Karena sudah malam, saya pun menginap di rumah kaka kelas, karena tidak meungkin pulang Ciputat tengah malam dengan keadaan jalanan seperti tadi. Ketika mau pulang, teman berpesan untuk naik angkot yang seperti kijang arah BSD bila sudah sampai pinggir jalan raya. Adapun menuju keluar kompleks, saya diantar naik motor.

Ketika sudah sampai pinggir jalan, saya menunggu angkot kijang.  Bayangan saya waktu itu, mobil kijang, bukan angkot dengan model mobil kijang. Sepertinya karena keterbatasan naik angkot ini yang membuat saya salah persepsi. Selama berjam-jam di pinggir jalan menunggu mobil kijang arah Ciputat. Waktu itu sih nggak berani nanya, karena ngeri diculik hehehehe… Belum ada telepon genggam atau handphone, dan sekalipun ada wartel, saya lupa nomer telepon asrama untuk bertanya jalan pulang. Alhasil saya terbengong-bengong pinggir jalan sambil berpikir keras mengingat-ingat pesan teman.

Setelah berpikir keras dengan berbagai analisa, saya tetap menunggu mobil kijang, hehehe… Matahari mulai tinggi, padahal saya keluar rumah pagi-pagi sekali. Sarapan yang tadi pagi di rumah teman pun mulai hilang, entah karena lapar, ketika melihat angkot warna hijau dengan kepala yang memanjang, saya baru nyadar, oh itu mobil kijang teh, hehehe… Saya pun menghentikan angkot hijau model mobil kijang, dan bertanya rute arah Ciputat. Iya, itu mobilnya, dan saya harus naik dua atau tiga angkutan lagi menuju Ciputat.

CitraRaya Tangerang dalam Integrasi Kota Mandiri

Ketika memasuki gerbang CitraRaya, samar saya teringat peristiwa tersebut. Melewati waktu, ilalang yang membentang telah menjadi berbagai bangunan rumah dan pertokoan. Lalu lintas ramai lancar, sebuah kota yang hidup dan tumbuh dengan aktivitasnya. Majunya sebuah daerah tidak lepas dari dukungan pemerintah dan investor yang membantu mengelola kota sesuai dengan profil daerah.

Citra Raya 1

Ciffest, CitraRaya Tangerang

Tangerang sebagai wilayah yang berbatasan dengan ibukota Jakarta, pusat pemerintahan dan industri, tidak heran bila pengembangan perumahan tumbuh pesat di sini. Tangerang sering disebut dengan kota penyangga Jakarta, daerah tempat tinggal para warga yang bekerja di Jakarta.

Tidak heran bila jalur Jakarta-Tangerang pada waktu-waktu tertentu macet, meski secara infrastruktur sudah sangat bagus jalannya. Dengan demikian, kawasan mandiri CitraRaya Tangerang hadir untuk memenuhi kebutuhan dan rileksasi, dari mulai perumahan,  fasilitas belanja dan hiburan.

Ketika sudah menjadi dan berbentuk perumahan dengan segala fasilitasnya, bila berbanding dengan keadaan belasan tahun lalu, saya melihat bahwa Ciputra memiliki intuisi tajam dalam bisnis properti dan real estate. Jauh sewaktu saya masih sekolah, Ciputra sudah merintis pengembangan, saat tanah-tanah masih kosong, sekarang sudah berderet berbagai perumahan dan fasilitasnya.

Ada integrasi kesatuan dari berbagai fasilitas yang dibangun membentuk kota mandiri. Ada yang menarik ketika mendengar cerita Kang Rosid, blogger yang berasal dari sana, bahwa  kompleks perumahan masih tetap berdampingan dengan komplek perkampungan yang sudah lama tinggal. Dengan menggunakan fasilitas yang dibangun oleh CitraRaya, warga kampung tidak diusi atau digusur, tetapi menikmati fasilitas infrastruktur yang dibangun oleh CitraRaya.

Jelajah Fasilitas CitraRaya Tangerang

Sabtu, 21 Mei 2016, saya berkesempatan ikut city tour fasilitas CitraRaya Tangerang. Dengan meeting point Ciputra World Jakarta, kawasan Kuningan, kami berangkat sekitar pukul 08.30 WIB. Perjalanan diperkirakan satu setengah jam bila tidak macet, dan alhamdulillah perjalanan lancar, dan rentang waktu lebih cepat dari perkiraan.

Menuju Citra Raya Tangerang bisa menggunakan kendaraan umum CitraRaya. Dengan ongkos Rp.15.000, bis Citra bisa naik dari arah Citraland dengan titik pemberhentian terakhir di dekat kantor pemasaran Citra Raya.

Kantor pemasaran CitraRaya merupakan tempat administrasi kawasan mandiri CitraRaya. Terdapat map market dengan miniatur rumah yang ditawarkan. Kawasan CitraRaya memiliki luas 2.760 hektar. Dan proyek terbesar Ciputra Group ini dirintis sejak tahun 1994 oleh PT Ciputra Residence.

CitraRaya menjadi pilot project Ciputra Group dalam mengembangkan sebuah kawasan yang berwawasan lingkungan. EcoCulture menjadi program andalan dan akan diterapkan ke berbagai proyek yang dikembangkan oleh Ciputra Group.

Citra Raya 3

Little Kyoto, CitraRaya Tangerang

Dipandu oleh Kang Caca Casriwan sebagai Copywriter CitraRaya Management, kami berkeliling menikmati suasana dan fasilitas CitraRaya Tangerang. Jelajah pertama,  fasilitas retail. Fasilitas retail ini sebagai kawasan retail seperti ruko-ruko dan tempat yang mendukung gaya hidup. Ada CitraRaya Food Festival (Ciffest) yang terdapat berbagai macam cafe dan restoran.

Kami menuju Ciffest, tempat nongkrong favorit sewilayah CitraRaya Tangerang. Letaknya dekat gerbang CitraRaya. Ada banyak tempat nongkrong di sini, seperti cafe dan restoran, dengan view danau CitraRaya. Letaknya dekat dengan gerbang kompleks.

Dalam Kawasan Mandiri CitraRaya Tangerang, terdapat 5 danau penyangga alur lalu lintas air. Air danau berasal dari olahan limbah kawasan, sehingga air tersebut air bersih dan bisa digunakan untuk penyiraman.

Jelajah kedua, faslitas kesehatan. Di sini terdapat rumah sakit Eco Hospital dengan mengusung motto Care for your health & happiness. Selanjutnya, City Market, sebagai pasar moodern, yang masuk pada fasilitas retail.

Citra Raya 4

Water World, CitraRaya Tangerang

Kami pun sempat jelajah rumah contoh Villagio, yang sudah terjual 300 unit. Ketika masuk rumah, desain interiornya menarik. Sangat cocok untuk rumah minimalis. Villagio ini termasuk tipe rumah tumbuh, yang masih bisa dibangun kembali sesuai keinginan pemilik rumah. Selanjutnya perumahan cluster Leaf. Masuk cluster ini harus menggunakan kartu, atau melewati pos penjagaan untuk pertukaran KTP atau tanda pengenal lainnya dengan kartu ijin masuk cluster. Terlihat pada setiap rumahnya ada fasilitas air hangat.

Ketika menuju Cluster Leaf, kami melewari EcoPlaza. Fasilitas komunitas di kawasan ecopolis ini sedang dibangun dengan biaya konstruksi Rp.100 miliar pada luas tanah 2,5 hektar. Kami pun melewati pembangunan Little Kyoto EcoPark, ruang terbuka yang terdiri dari taman, retail village dan clubhouse.

Citra Raya 5

World of Wonders, CitraRaya Tangerang

Perjalanan berlanjut menuju wisata keluarga, Water World dan World of Wonders. Di perjalanan, saya melihat ada banyak ruko dan berdiri Hotel Amaris. Ketika sampai tempat wisata keluarga menjelang pukul 11.00 WIB, suasan sudah ramai dan banyak pengunjung. Kami masuk ke kawasan Water World, ada banyak permainan air, termasuk guyuran ember besar. Gerimis tak menghalangi pengunjung yang rata-rata anak-anak untuk bermain air.

Setelah itu, kami menuju ke area World of Wonders, yang berada di sebelah Water World. Di sini, kami asik memotret setiap wahana. Semakin siang, suasana WW semakin ramai dan penuh. Wisata keluarga yang lengkap dan menarik ini pantaslah selalu penuh, karena jangkauan tempat dan harga hiburan lengkap di kawasan Tangerang hanya di WW.

Citra Raya 8

Gerbang World of Wonders, CitraRaya Tangerang

Setelah lelah jelajah dan keliling fasilitas CitraRaya Tangerang, kami pun makan siang di Gubung Makan Mang Engking, tempat makan yang terkenal dengan ciri khas udang dan tempatnya di pinggir danau. Duduk selonjor dengan terpeaan angin danau yang sepoi-sepoi, rasa lelah keliling berganti segar. Sajian makanan khas Mang Engking pun tersajikan, ada udang besar, udang madu, cah kangkung, goreng tahu tempe, ikan gurame pedas, ikan gurame bakar, sop buntut, karedok, cumi goreng kremes dan sambal serta lalapannya. Alhamdulillah, sungguh nikmat yang luar biasa, apalagi ditutup dengan minum air kelapa muda.

Bagi yang tinggal di Tangerang dan seputarnya, wisata keluarga dan kulinernya bisa menjadi destinasi wisata. Suasana lengkap untuk hiburan dan menikmati fanorama danau. Setelah jelajah fasilitas CitraRaya Tangerang, tak berlebihan bila kawasan ini menjadi kota mandiri.

 

Advertisements