Tags

,

Tak terbayangkan sebelumnya, kalau Mamah divonis kena diabetes. Mendengar kabar tersebut, pikiran langsung kalut dan gelisah. Tidak pun terasa tidak nyenyak, banyak kekhawatiran dan ketakutan. Itulah, selama dua hari saya gelisah, meski sudah menghadapkan semua kepada Allah Swt. Pikiran saya masih muter dan jalan-jalan dengan banyak perspektif dan kekhawatiran.
image

Pandangan tentang kematian itu pasti, salah satunya dengan sakit. Maka, ketika mendapat kabar Mamah sakit diabetes, saya gelisah seakan dihadapkan pada banyak pikiran negatif dan ketakutan akan ditinggalkan oleh Mama. Saat itu, pikiran saya bekejaran melampaui gerak kaki yang malah terdiam.

Apa sebenarnya terjadi dengan keimanan saya? Kenapa saya khawatir akan masa depan? Dan pikiran saya berlari pada ketakutan kematian? Tidakkah diabetes itu bukan akhir dari segalanya?

Iya, saya mempertanyakan semuanya pada diri sendiri. Ketakutan dan kekhawatiran akan masa depan sebagi bukti bahwa saya masih ragu akan keimanan saya pada Tuhan dan takdir-Nya. Titik evaluasi dengan melihat diri dan mengamati pikiran yang bekejaran tanpa henti, sehingga tanpa disadari menimbulkan kegelisahan.

Motivasi Diri

Demikianlah, seringkali ketika sakit hadir, baik pada diri maupun sama keluarga terdekat, ada perasaan takut dan khawatir akan kematian atau menganggap sakit sebagai gerbang kematian. Sakit memang keadaan yang tidak menyenangkan dan tidak ada seorang pun yang menginginkan sakit. Namun, sakit telah menjadi bagian hidup manusia, bagai dua sisi mata uang yang menyatu pada tubuh manusia.

Kalau tidak sehat, tentunya orang itu sakit. Sakit yang mendera raga seringkali menjadikan jiwa lemah. Begitu pula dengan orang-orang sekitar yang sakit. Sebagai anak, saya harus bisa memitivasi diri sebelum memotivasi Mamah. Self motivation, hadir bukan hanya untuk diri sendiri ataupun Mamah yang terkena gejala diabetes, tetapi ada satu titik yang menjadi pembelajaran saya adalah keimanan pada qadha dan qadar. Hal yang mudah dikatakan, tetapi sarat keikhlasan dalam mengaplikasikannya.

Mencari Tahu Informasi tentang Diabetes

Saya pun mulai mencari informasi tentang diabetes. Saya mengikuti seminar yang membahas penyakit diabetes atau gula, lalu mencari info dari artikel kesehatan di Mbah Google.

Diabetes, atau dikenal dengan istilah kencing manis, merupakan kelainan metabolisme yang dosebabkan oleh banyak faktor, seperti kurangnya insulin atau tubuh kurang mampu memanfaatkan insulin, serta gangguan metabolisme dalam tubuh.

Informasi tentang diabetes sangat penting bagi saya sebagai anak. Saya harus tahu apa saja yang harus dilakukan oleh Mamah dan tidak. Serta, hal apa saja yang harus saya lakukan agar tubuh Mamah tetap sehat.

Ketakutan saya sebenarnya terlalu berlebihan, karena ketika sudah tahu informasi tentang diabetes, maka kita akan tahu bahwa kita bisa hidup sehat dengan memiliki resiko diabetes. Rata-rata yang berisiko diabtes itu yang obesitas atau kegemukan, perokok, bakat keturunan, depresi dan hipertensi.

Diet

Untuk penderita diabetes harus melakukan diet dan mengganti pola makan menjadi pola makan sehat. Sebetulnya ini bukan hanya yang terkena gejala diabetes, tetapi menjaga pola makan sehat harus kita lakukan bersama.

Sebagai anak kos memang tidak mudah untuk berpola makan sehat, tetapi insya Allah bisa untuk melakukannya. Saya pun mulai mencari makanan yang bisa menurunkan gula darah, apalagi bagi yang tinggal di kampung, ada banyak jenis tumbuhan yang bertebaran, sehingga bisa dimanfaatkan untuk makanan sehari-hari sekaligus obat.

Makanan bagi yang kencing manis tidak berbeda dengan keumuman lainnya, hanya saja yang harus diperhatikan jadwal makan yang teratur, jumlah kalori yang dikonsumsi dan jenis makanan yang menstabilkan gula darah.

Ketika pulang ke rumah, Mamah sudah terlihat cerah dan sehat. Alhamdulillah. Makanan yang kami makan di rumah pun sudah beralih ke makan menggunakan beras merah dan banyak menggunakan sayuran dan ikan.

Pada setiap kabar atau peristiwa, ada hikmah yang menjadi pembelajaran pada diri, baik secara batiniah atau jasmaniah. Saya sendiri jadi belajar untuk ikhlas dan menerima setiap ketetapan kehendak Tuhan. Secara jasmani, saya juga harus menjaga kesehata untuk pencegahan dari berbagai penyakit, di antaranya harus berpola makan sehat, terutama mengenai jadwal makan dan menu makanannya.

Dengan keyakinan bahwa segala sesuatu atas kehendak-Nya. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Meski Mamah sudah terkena gejala diabetes, bukan berarti akhir segalanya, tetapi bisa menjadi awal untuk kami sekeluarga berprilaku pola makan sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Saya berdoa atas kesembuhan dan kesehatan Mamah dan Bapak. Allahumaghfirli waliwali dayya warhamhuma kama rabbayani shagira. Amin.

Advertisements