Ketika berada pada satu tahapan yang memang kita berjalan pada keadaan tersebut, maka lakukanlah dengan segenap daya yang kita miliki. Jangan pernah hanya menjadi bagian, atau setitik debu, tanpa menyatu pada kesatuan utuh dalam menuju apa yang kondisi memang berada pada posisi tersebut.
image

Seorang blogger, hendaknya bukan bagian dari setitik butiran debu, tetapi menjadi bagian dalam satu kesatuan utuh bangunan yang kokoh. Oleh karena itu, ketika niat terbetik dalam menjalankan suatu hal, maka getarannya menjadi pelaksanaan dalam setiap aplikasinya.

Tak dapat dipungkiri, bahwa hal yang membuat saya berada pada saat ini, karena belum adanya kontinuitas dalam aplikasi. Saya berada pada rimbun yang mencari daun yang berjatuhan, bukan pohon yang berdiri tegar.

Mengikuti kelas fun blogging, ada semangat dalam menulis, mengatur blognya dengan lebih perhatian, dan berkunjung ke blog lainnya. Akan tetapi, saya masih malas, dan mengikuti kemalasan tersebut tanpa melihat pendu pundinya. Sebuah refleksi bagi diri yang memang masih tertatih-tatih dalam berjalan dengan motivasi diri yang kuat akan blogger adalah passion.

Saya sudah hampir dua tahun berada dengan menggeluti ngeblog, tetapi masih ada pertanyaan, apakah ngeblog sudah menjadi passion saya? Lalu, adakah perkembangan pada penulisan dan monetize ngeblog saya? Dan bisakah menjadi blogger profesional?

Suatu titik evaluasi, bahwa saya harus lebih mengenal diri sehingga tahu passion dan belajar untuk memperkaya dengan wawasan dan ilmu pengetahuan.

Ahad, 6 Maret 2016, saya mengikuti fun blogging advance dengan nara sumber Mas Niko Riansyah dan Teh Ani Berta. Suatu penyampaian kolaborasi yang menentukan suatu tema yang utuh tentang aktivitas blog dan sosial media

Aktivitas Digital Sosial Media

Niko Riansyah mengawali presentasinya dengan digital dan aktivitas media sosial. Niko, yang berawal karir sebagai cheif ini mampu mengaktivasikan digital media CNI.

Sangat menarik. Ketekunan dapat melampaui segala hal untuk menjalani suatu aktivitas bersosial media, sehingga bisa mengaktivasinya dan menjadi pengelola sosial media community CNI.

Mas Niko pun bercerita dan memaparkan perkembangan digital media. Saya sendiri mengenal CNI sudah lama sebagai perusahaan yang bergerak dengan sistem marketing MLM. Kemajuan teknologi komunikasi telah mengubah budaya perusahaan, seperti CNI yang salah satunya melakukan pendekatan digital dalam pemasarannya.

Dalam pengembangannya, digital media bisa menjadi salah satu bagian dari sistem marketing. Tanpa meninggalkan sistem MLM, CNI berhasil mensinergikannya dengan digital media.

Sangat menarik ketika Mas Niko memaparkan berbagai tools digital dalam proses pemasaran. Ada digital marketing, digital development dan digital performance, yang selaras dengan aktivasi media sosial.

Monetize Blog dan Media Sosial

Untuk menjadi professional membutuhkan waktu dan proses. Tetapi ada cara yang lebih cepat, yaitu dengan meniru pengalaman orang-orang professional. Demikian kata Ani Berta, yang biasa saya panggil Teh Ani.

Hal tersebut menjadi perhatian dan masih terngiang di telinga saya. Untuk menjadi blogger professional membutuhkan keseriusan dan kontiunitas dalam ngeblog. Ketika sudah tiap hari ngeblog, apakah kita sudah menjadi blogger proffesional?

Dunia blogger ternyata tidak lepas dari perkembangan dunia digital. Media baru yang menarik minat saya untuk mempelajarinya. Bukan hanya dengan menulis setiap hari, tetapi ada keterkaitan juga dengan perkembangan dunia digital, terutama media sosial.

Kali ini Teh Ani memaparkan tentang spirit dasar konten blog adalah berbagi informasi, edukasi dan opini. Saya sendiri ketika menulis yang awalnya hanya curhat, mulai berpikir untuk berbagi hal-hal yang saya tahu, baik itu berbau info, tips, edukasi, spiritual, sejarah, budaya dan gaya hidup.

Dari pemaparan Teh Ani, ada beberapa hal yang simpulkan untuk menjadi blogger profesional, yaitu:
1. Ide
Bagi seorang penulis, ada banyak sumber yang bisa dijadikan inspirasi atau ide penulisan. Dari mulai perjalanan kehidupan sehari-hari sampai hal penting yang membuat kita menjadikannya istimewa. Hal-hal yang menjadikan kita tergerak untuk menulis dan membagikannya ke media sosial.
2. Unik.
Setiap penulis memiliki ciri khas atau keunikan masing-masing. Keunikan inilah yang akan sulit diplagiasi oleh orang lain. Karena seorang yang unik, bila ada yang menirunya, dia akan tetap tampil dengan keunikannya.
3. Referensi.
Menulis blog hendaknya memiliki referensi yang bisa menjadi rujukan atau dasar pemikiran dari ide yang dipaparkan, baik itu kritis maupun positif. Biasanya saya menggunakan referensi buku, artikel jurnal ataupun media.
4. Wawancara.
Wawancara menjadi salah satu data referensi yang bisa kita tuangkan dalam tulisan. Hasil wawancara ini menjadi salah satu referensi dalam penulisan selain buku, berita, artikel koran, ataupun jurnal.
5. Sharing.
Ketika tulisan sudah dipublikasikan, maka saatnya sharing tulisan. Hal tersebut untuk mensosialisasikan ide atau info yang kita sharing ke orang lain.
6. Blogwalking.
Berkunjung atau bertamu kepada blog lain, bisa menjadi bukti bahwa selama ini kita memiliki aktivitas untuk bersilaturahim.

Demikianlah, ada banyak hal yang saya pelajari dan pahami dalam aktivitas ngeblog dan bermedia sosial. Ketika saya senang ngeblog karena bisa bersosialisasi, menulis, memotret dan membaca, saya merasa bahwa memang ini passion saya. Sekalipun ada banyak kendala atau hambatan, itu bukan masalah, karena passion saya adalah membaca dan menulis.

Dari passion ini biasanya ada kecendrungan atau fokus tulisan pada kategori tertentu, hal tersebut bisa menarik para pembaca sehingga bisa saja brand melirik dan meminta kita untuk endorse brand mereka.

Menulis blog adalah peluang. Peluang mendapatkan job atau proyek, dan peluang menambah teman dan silaturahim yang akan memperluas tali pertemanan dan persaudaraan.

Advertisements