Tiada yang tak ingin memiliki funitur rumah yang berkualitas bagus dan unik. Saya sering terkagum-kagum dengan ukiran-ukiran kayu yang unik dan menarik, baik dari segi lekukan dan bentuknya. Seakan melihat totalitas para pengrajin untuk mengukirnya, serta sentuhan goresan para seniman sehingga menjadikan sebuah pohon berbentuk bagus dan menarik. Itulah Furnitur Indonesia, dan kita dapat melihat semua hasil karya tersebut di Pameran Furnitur Indonesia 2016.

image

Pameran Furnitur Indonesia 2016; Paduan Desainer dan Manufaktur

Kamis, 10 Maret 2016, saya berkesempatan datang ke Pameran Furnitur 2016 yang diadakan oleh ASMINDO (Asosiasi Industri ermebelan dan Kerajianan Indonesia) dan Traya Indonesia. Ketika memasuki lobbi JCC, tempat diadakannya pameran, mata saya disuguhi oleh lauge yang unik dan menarik. Lengkungan-lengkungan anyaman bambu menjadi tirai yang membentuk ring. Di dalamnya, ada banyak variasi kursi, dari mulai kursi rotan, kayu, dan sejenis sofa. Belum lagi dengan pernak pernik yang menarik.

Lauge menjadi etalase dari konsep keseluruhan pameran. Pameran furnitur Indonesia yang diadakan pada tanggal 10 Maret sampai 13 Maret ini merupakan kolaborasi para pengusaha mebel dengan Mozaik Indonesia sebagai wadah yang tepat untuk penghubung antara desainer, manufaktur dan pasar. Wuih, pantesan terasa banget seni dan desaignnya dari sejak masuk JCC.

Perpaduan desainer dan manufaktur sangat terasa. Pameran Furnitur Indonesia 2016 tidak hanya sekedar memahami kebutuhan konsumen dan menampilkan kreativitas serta inovasi terbaru, tetapi menyediakan inspirasi ide bagi para buyers seseuai ddengan keunikan bisnis mereka masing-masing.

Pameran nbagi perdagangan business to business (B2B) menghadirkan rangkaian desain furnitur interior dan arsitektur, dekorasi rumah dan kerajinan, lighting, barang pecah belah (tableware), keramik, dekorasi dapur dan home textile.

Mozaik Indonesia menghadirkan 100 desainer terbaik di Exhibitor Hall A Jakarta Cenvention Center untuk memamerkan inovasi dan kreativitas produk-produk terbaru. Inspirasi ide yang unik bagi para konsumen untuk menelusuri kebutuhan furnitur rumah.

Peluang dan Prospek Furnitur Indonesia

Pameran Furnitur Indonesia 2016 transformasi dari Indonesia Internasional Furnitur and Craft Fair (IFFINA) yang telah diselenggarakan sebanyak 8 edisi sejak tahun 2008 hingga tahun 2015. Tahun ini, 2016, ASMINDO menghadirkan energi dan konspe baru bersama Traya Indonesia untuk membuat pandangan dan harapan baru bagi exhibitor furnitur asing dan domestik.
image

Mebel Nasional (MEBNAS) siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, demikian kata Saleh Husin, Menteri Perindustrian Republik Indonesia. Pernyataan yang menarik dan menjadi harapan bahwa pemerintah sangat mendukung furnitur Indonesia.
image

Dukungan dari pemerintah sangatlah penting bagi para pengusaha furnitur. Ketika saya  berkeliling dan berdiskusi dengan para pengusaha furnitur, saya berpendapat bahwa banyak produk kreatif furnitur Indonesia yang mendapatkkan apresiasi tinggi di luar negeri. Seperti pengusaha furnitur Aninda dari Solo, dia mengekspor furnitur ke Jepang untuk hotel-hotel di sana. Model dan ukuran furnitur pun disesuaikan dengan permintaan buyers tanpa mengurangi sedikit pun ciri khas seni Indonesia. Salah satunya ranjang ini yang berhiaskan batik.
image

Pameran Furnitur Indonesia 2016 mengusung konsep, Unleashing high quality furniture Indonesia for International Market. Suatu konsep yang memang menyiapkan pameran untuk bisnis pasar internasional, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi pasar domestik.

Pameran Furnitur Indonesia 2016 menjadi ajang saling berkenal dan memperkenalkan produk masing-masing. Ketika menyambangi stand Marie Clausen, yang menyajikan furnitur yang multifungsi, unik dan menarik ini baru pertama kali ikut pameran Furnitur Indonesia. Dia berharap dengan pameran ini produk-produknya yang berasal dari Surabaya ini dapat dikenal dan diminati oleh para buyers dalam dan luar negeri.
image

Potensi pasar industri mebel di Indonesia sangat besar, namun sayangnya belum dikuasai dan digarap oleh pelaku lokal secara maksimal. oleh karena itu, Furnitur Indonesia hadir untuk menunjukkan potensi Indonesia, demikian kata Taufik Gani, Ketua Umum Asmindo.

Pendapat tersebut menjadi sangat beriringan dengan potensi Furnitur Indonesia yang sangat tinggi di mata dunia. Taufik Gani juga menyebutkan bahwa potensi yang besar dari Amerika, Eropa dan Asia. Ketika berkunjung ke stand Wisanka yang menampilkan furnitur-furnittur mewah, saya sempat berbincang dengan Anin, marketing Wisanka Cirebon, yang menuturkan bahwa perusahaannya mengekspor furnitur ke Eropa, Timur Tengah dan wilayah Asia. Wisanka sendiri memiliki lima tempat operasional dengan segmen furnitur yang berbeda-beda, yaitu daerah Cirebon, Jakarta, Solo, Klaten dan Jepara.

Demikianlah, tak lelah rasanya keliling Pameran Furnitur Indonesia 2016 dan Mozaik Indonesia 2016. Indonesia sebagai negara yang kaya akan SDA dan kualitas SDM, sudah layak menjadi pusat tren dunia. Dengan pameran Furnitur Indonesia 2016 dan Mozaik Indonesia 2016 diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kualitas produk-produk Indonesia, mulai dari hasil desain, bahan baku dan hasil akhir dari industri furnitur Indonesia yang berkualitas internasional.

 

Advertisements