Tags

, ,

Berkembangnya UKM tidak lepas dari kreatifitas dan produktivitas dalam mengolah produk dan manajemen bisnis. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan diri, apalagi derasnya usaha dari pemerintah untuk membantu pengembangan para UKM dalam bisnisnya. Salah satunya dengan pemanfaatan Gedung Smesco KUKM untuk menjadi fasilitas galeri sekaligus tempat wadah inkubator bagi para UKM.

Pelatihan dan workshop bagi para UKM akan turut serta membantu pengembangan bisnis mereka. Hal tersebut tentu disertai dengan ketelatenan pemerintah dalam membimbing masyarakat UKM. Bukan hanya sekedar menjalankan program, tetapi bisa berhasil sukses, atau setidaknya naik tingkat level sertifikasi dari kurang layak menjadi layak.
image

Peran serta pemerintah ini, terutama Kementrian Koperasi dan UKM hendaknya tersinergikan dengan garis kementrian lainnya yang berkaitan dengan bisnis, serta peran dari pemerintah daerah sendiri yang mengawal masyarakatnya dalam berbisnis.

Ahad, 28 Februari 2016, saya berkesempatan datang ke Smesco, Galeri Indonesia Wow. Sudah jauh hari saya mendengar ada Kang Emil bakal hadir di Smesco dengan pasukan UKM Bandung. Saya sebagai orang Sunda, jadi penasaran dan ingin melihat, mencoba, kalau bisa mah membeli hasil UKM warga Bandung.
image

5 Cara Ridwan Kamil Kembangkan UKM Bandung

Ridwan Kami, Walikota Bandung, telah berhasil memudahkan dan mempromosikan UKM Bandung. Saya sendiri mendengar kabar Kang Emil mempermudah para UKM sudah lama dari teman-teman enterpreneur yang tinggal di Bandung. Kabar tersebut semakin diperkuat dengan membaca beberapa berita dari media portal.

Ada beberapa inovatif yang dilakukan oleh Ridwan Kamil dalam memudahkan administrasi perijinan dan mempromosikan produk para UKM.

1. Gampil (Gadget Mobile Application for Licence).

Para pengusaha UKM tidak perlu khawatir dengan ijin usaha yang ribet administrasi, karena Pemda Kota Bandung sudah mempermudahnya dengan cukup memberitahu usahanya ke Pemda Kota Bandung, maka keluar tanda daftar usaha kecil atau mikro, langsung bankable untuk skema KUR. Proses pengeluaran ijin usaha ini cukup lewat handphone, ternyata memang benar-benar Gampil pisaaaaan. :).

Program Gampil ini memberikan proteksi dan pemberdayaan potensi ekonomi lokal bagi warga Kota Bandung. Hanya dengan keyword Gampil di Playstore, warga yang memiliki KTP Bandung bisa mengunduh aplikasi dan daftar ijin usaha. Gampil, khusus buat warga ber-KTP Bandung.

2. Program Melati (Melawan Rentenir).

Sering kita mendengar kalau para pengusaha kecil itu banyak yang terjebak oleh para rentenir. Usaha kecil dengan modal pas-pasan, tentu peluang ruginya banyak. Solusi yang sering diambil dengan bayaran nyicil, biasanya terpaksa ke rentenir. Keadaan yang miris tapi klasik, karena sudah lama hal tersebut terjadi. Program Melati ini sangat bermanfaat bagi pengusaha kecil yang sering kekurangan modal usaha.

3. Creatif Center.

Wadah para UKM Bandung dalam mensinergikan kreativtas usahanya. Saya sendiri melihat usaha UKM Bandung banyak dalam hal kreativitas, mulai dari makanan, pakaian sampai tempat usaha.

Creatif Center ini akan dilengkapi fasilitas yang mendukung kreativitas. Ya iyalah, hehehe… biar UKM Bandung makin kreatif. Gedung ini rencananya akan dilengkapi dengan workshop, bioskop, perpustakaa dan studio. Ada innovation center, alat-alat berat seperti laser dan printer 3D untuk contoh model produk. Semoga dengan adanya creatif center, sinergi UKM Bandung bisa membahana ke mancanegara.

4. Program Little Bandung.

Program Little Bandung sebagai salah satu program strategi pemasaran UKM Bandung go internasional.

5. Ridwan Kamil Promosikan UKM Bandung.

Ridwan Kamil turut mempromosikan UKM Bandung. Sebagai walikota, Kang Emil sudah seperti brand ambassador para UKM Bandung. Dia tampil di depan umum untuk mengenalkan produk-produk UKM.

Seperti Sabtu, 28 Februari 2016, Ridwan Kamil hadir sebagai promo galeri UKM Bandung di Smesco. Bukan hanya bicara UKM, tetapi langsung membawanya untuk ke buyer. Salut dan keren atas kebijakan kepemimpinannya dalam kembangkan UKM Bandung.

Menarik bila memerhatikan poin-poin dari kebijakan pemerintah daerah Kota Bandung. Kebijakan lahir berdasarkan fenomena dan budaya sosial warga Bandung, sehingga dari kebijakan tersebut diharapkan dapat mampu mengangkat masyarakat Bandung memiliki ekonomi yang baik dan sejahtera.

Membangun Mental UKM yang Kuat dan Tangguh

Ketika pemerintah sudah melahirkan banyak kebijakan dan berusaha merealisasikan program-programnya, alangkah senangnya bila bersambut dengan semangat para UKM untuk maju. Hal tersebut yang menjadi titik acuan adanya seleksi dan kualitas UKM.
image

UKM yang memiliki semangat dan siap maju, maka dalam proses perjalanannya akan ditempa berbagai tantangan sehingga dapat dilihat dari kualitasnya. Demikian kata Anto Surnoto, Kurator UKM.

Perjalanan menjadi UKM sukses, dan lepas dari level UKM menjadi pebisnis, hendaknya dimulai dengan kesiapan mental para UKM. Dalam berusaha, para UKM bukanlah superman, yang mampu mengerjakan semua sendiri. Dari mulai produksi, promosi, marketing sampai keuangan. Karena kalau semua dikerjakan sendiri bakal tidak fokus, dan akan kecapaian sendiri. Maka, buatlah tim paling banyak 5 orang, kemudian pembagian tugas sesuai dengan skillnya masing-masing. Ujar Pak Anto.

Talkshow bersama kurator UKM dan Direktur Smesco pada tahap berikutnya semakin menarik. Blogger dianggap pula sebagai UKM, yang mempublikasikan hasil karya lewat media sosial blog atau website. Smesco selalu terbuka bagi para UKM, baik sebagai meeting, office, pelatihan, maupun inkubator UKM. Bukan hanya itu, setiap bukannya akan selalu ada event Untuk mengenalkan dan mengembangkan UKM.

Advertisements