Tags

, , ,

Kemajuan teknologi komunikasi telah mempermudah kita dalam perencanaan persiapan pembiayaan sekolah anak. Di era digital sekarang ini, kita bisa menemukan profil-profil sekolah yang sesuai dan  diinginkan oleh anak dan orangtua hanya dalam genggaman gadget. Namun demikian, untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang informasi sekolah-sekolah dapat dengan mengunjungi berbagai pameran pendidikan.

image

Sunlife Edufair 2016

Sunlife Edufair 2016, pameran yang diadakan pada tanggal 28-31 Januari 2016, hadir di kawasan Senayan City, Jakarta. Ada banyak booth sekolah yang akan memaparkan keunggulan dan kelebihan sekolah mereka.

Pencarian sekolah ini sangat saya rasakan ketika sekolah dulu. Karena kurangnya informasi, saya pernah bolak balik masuk sekolah dan berganti-ganti. Kabar dari tetangga menjadi panduan ketika memilih sekolah. Berbeda dengan saat ini, melalui internet kita bisa mencari sekolah yang cocok dengan anak kita, baik dari segi kurikulum sekolah maupun pembiayaannya.

Mengunjungi Sunlife Edufair 2016, bisa menjadi salah satu referensi dalam penentuan pemilihan sekolah. Pameran pendidikan anak di era digital, menjadi salah satu hal alternatif dalam memilih sekolah, tempat bimbingan dan arahan anak menuju langkah kehidupan berikutnya.

Jum’at, 29 Januari 2016, kemaren, alhamdulillah saya berkesempatan berkunjung ke Sunlife Edufair 2016. Selepas ashar, saya berkeliling mengunjungi stand. Dengan venue berbentuk U, saya awali dari samping panggung. Stand Sun Store, yang menampilkan berbagai marchandise Sunlife.

Adapun stand sekolah yang hadir, ada Binus School, Highscope, Don Bosco Pondok Indah, Jims, Kinderland pre school, Sekolah Master YPAC Jakarta, Dreams School, dan lain-lain. Bukan hanya sekolah, ada banyak alat permainan anak-anak, sehingga akan membuat anak betah dan asik bila berkunjung ke pameran Sunlife Edufair 2016.

Saya sebagai calon ibu merasa senang karena berkesempatan berkunjung ke pameran Sunlife Edufair 2016. Hal yang menarik ketika berkunjung pada salah satu sudut ruang pameran, saya melihat baju-baju unik dan menarik. Baju-bajunya lucu, dan terlihat kekinian. Ternyata, pakaian-pakaian tersebut adalah hasil karya buatan anak-anak SD yang turut sekolah atau kursus di Dreams School. Sekolah yang menawarkan desaign dan penjahitan pakaian.

Rata-rata yang masuk ke sekolah tersebut dari mulai anak kelas 3 SD. Pengasahan bakat anak sejak dini dengan mengarahkannya langsung, membuat saya terkagum-kagum dan tidak menyangka kalau baju-baju kecil pada maniken seperti boneka-boneka yang dipajang tersebut hasil buah karya anak SD. Mereka diajarkan dari konsep desaign dan penjahitannya. Keren… Saya jadi belajar, bahwa orangtua harus peka terhadap bakat dan minat anak, sehingga bisa mengasahnya menjadi skill yang mumpuni pada anak.

Pendidikan Era Digital

Dunia digital saat ini sudah tidak asing lagi. Penggunaanya sudah bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua. Banyak hal yang dapat dilakukan pada digital, tetapi banyak hal yang tidak mesti dilakukan. Demikian itu dapat diketahui dengan adanya pengetahuan atau pendidikan yang berkenaan dengan dunia digital.

Saya pernah beberapa kali diminta mencari profil sekolah oleh kaka saya untuk keponakan yang akan masuk TK di sekitar rumahnya. Saya pun mencari lewat internet satu per satu nama TK, lalu membuka profilnya untuk mengetahui tawaran kurikulum dan biayanya. Setelah saya list, lalu saya beri ke kaka.

Bukan hanya itu, ketika ponakan ingin masuk pesantren di daerah Jawa,  dia meminta saya mencari sekolahnya lewat internet. Saya pun membantu mencari dan menelusurinya. Saya memperlihatkan gambar gedung dan asrama yang akan ditempatinya bila menginap di asrama. Dan dia pun semakin yakin untuk masuk pada pesantren tersebut.

Betapa mudah sekarang ini mencari informasi dan berita lewat internet. Akan tetapi, dalam pemanfaatan internet harus tetap sesuai kontrol dan kebutuhan kita dalam menggunakannya. Oleh karena itu, talkshow yang diadakan oleh Sunlife Edufair tentang pendidikan anak di era digital sangat bermanfaat.

image

Talkshow yang menghadirkan narasumber Tika Bisono sebagai Psikolog dan Evelyn Simanjutak sebagai konsultan keuangan sangatlah tepat ketika mengupas pendidikan dan anak di era digital.

Kontrol dan pengaturan penggunaan gadget sangat penting pada orangtua dan anak. Demikian yang ditekankan oleh Tika Bisono. Orangtua merupakan cerminan bagi anak-anaknya. Ketika orangtua hanya melarang anak bermain gadget, tanpa mencontohkannya langsung, maka pelarangan tersebut akan sia-sia belaka.

Betapa sering kita mendengar akan pemberitaan pidana yang diakibatkan oleh kelalaian orangtua pada anak-anaknya karena terlalu terlena dengan gadgetnya. Bagi anak, perilaku orangtua merupakan contoh yang mereka tiru. Ketika anak sudah keseringan main gadget atau game, maka sudah seharusnya orangtua mengontrol dan mengatur kebiasaan anak dalam menggunakan gadget.

image

Orangtua hendaknya memiliki kearifan. Evelyn, konsultan keuangan sekaligus Presiden Direktur Sunlife Indonesia, berbagi pengalaman dalam mendidik anak di era digital. Dia menyebutkan bahwa tak jarang anaknya mengungkapkan langsung keinginannya dalam memilih sekolah. Mereka menyebutkan pilihannya setelah mencari tahu sendiri lewat internet sekolah yang diinginkannya dan sesuai dengan cita-citanya.

image

Talkshow yang interaktif ini sangat menarik dan inspiratif. Orangtua dalam menyayangi anak bukan bukan hanya disayang dengan membiarkannya, tetapi harus bisa membimbing dan mengarahkannya. Salah satunya dengan mengontrol dan mengatur anak agar tidak berlebihan dalam bermain game, menonton TV atau berinternet.

image

Suasana pameran Sunlife Edufair 2016 semakin meriah dengan tampilnya performance anak-anak SD Al Fath. Para pengunjung gedung pun turut berpartisipasi dan mengunjungi pameran yang semakin ramai.

Alhamdulillah, banyak manfaat yang saya dapatkan dalam mengunjungi pameran Sunlife Edufair 2016, selain mendapat ilmu dari para pakar, menyaksikan permainan anak, dan mengenal sekolah-sekolah pavorit, saya juga mengetahui estimasi pembiayaan pendidikan anak untuk masa depan dari Sunlife Indonesia.

Advertisements