Tags

, ,

Museum Hakka Indonesia. Museum yang berbetuk bangunan bundar ini membuat saya penasaran ingin mengetahui isinya. Hakka, nama yang asing bagi saya. Dari bentuk bangunan dan namanya tersebut, membuat saya ingin mengetahui apa makna nama museum tersebut dan apa isinya?

IMG_20160124_145104

Hakka, berasal dari salah satu suku yang bernama Han. Orang-orang Suku Han atau Hakka yang ada di Indonesia berinisiatif membuat museum dengan diberi nama Museum Hakka Indonesia. Adapun konsep bangunan bundar diambil dari rumah tradisional Tulou, yaitu Zhen Ceng Lou, yang terletak di Yonding, Tiongkok Selatan. Demikian kata pengelola Museum, yang menyambut saya di depan pintu masuk.

Museum Hakka Indonesia ini berada di Taman Mini Indonesia Indah. Taman Mini Indonesia Indah, menyajikan miniatur suku dan budaya yang ada di seluruh Indonesia. Salah satunya budaya Tionghoa, yang telah lama berada di negeri tercinta ini. Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, Tionghoa atau Cina sering saya dengar dari berbagai literatur sejarah Indonesia yang saya baca.

IMG_20160124_150734

Tionghoa bukan hanya saya baca pada literatur sejarah Indonesia, terdapat juga pada sejarah Islam Indonesia. Kebudayaan Tionghoa telah berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia, namun demikian tetap saja terdapat ciri khas tertentu sebagai identitas dari kebudayaannya. Tidak berlebihan bila terdapat anjungan Tionghoa di Taman Mini Indonesia Indah, sebagai salah satu bentuk keberagaman kebudayaan Indonesia yang termanifestasikan pada miniatur anjungan Tionghoa.

Ketika tiba di Taman Tionghoa, kami disambut hujan deras. Kami pun berlarian dari bis antaran TMII untuk mencari tempat teduh. Hujan, derasmu merupakan berkah dari ilahi rabbi. Dalam rinai hujan terlihat tulisan Tionghoa, saya pun teringat sebentar lagi Februari, bulan yang biasa diperingati sebagai perayaan Imlek, salah satu hari raya Tionghoa.

Di sini, kita akan mengetahui berbagai suku dan budaya Tionghoa yang ternyata beragam juga. Hal yang membuat saya menarik adalah Museum Hakka Indonesia. Maka, saya pun tidak menyia-nyiakan waktu untuk berkeliling museum.

Gedung bundar ini terdiri dari tiga lantai dan menyajikan tiga konsep ruang pamer, yaitu Museum Tionghoa Indonesia, Museum Hakka Indonesia dan Museum Yongding Hakka Indonesia.

 

IMG_20160124_145334

Museum Tionghoa Indonesia berada di lantai 2. Di sini terdapat banyak ruang yang memamerkan koleksi-koleksi sejarah perpaduan Tionghoa dan Indonesia. Ketika masuk, kita akan menemukan ruangan yang berisi koleksi bukti-bukti sejarah kedatangan orang Tionghoa di kepulauan Nusantara.

Ruangan kedua, memamerkan koleksi peralatan kerja orang Tionghoa pada masa kolonial Belanda. Ruang ketiga, disebut ruang merah putih. Di ruangan ini berisi foto tokoh-tokoh Tionghoa yang berjasa terhadap tanah air Indonesia.

IMG_20160124_145424

Ruang keempat, bercerita tentang cirri khas dari orang-orang Tionghoa di berbagai pelosok Indonesia, seperti Aceh, Kalimantan Barat, Tangerang, Bangka Belitung. Ruang kelima, ruangan yang menceritakan cerita rakyat, seperti riwayat Tjong Yong Hian dan Tjong Yao Hian bersaudara dari daerah Medan dan sejarah Putri Kang Cin Wei dari Bali.

Ruang keenam, memamerkan opera Tionghoa, di antaranya Potehi, wayang kulit, dan gambang kromong. Dan ruang ketujuh, memamerkan tentang peranan orang Tionghoa di perfilman, batik, kuliner dan lain-lain.

IMG_20160124_145522

Berkeliling sekali di lantai dua tidak membuat saya bosan, dan saya pun kembali lagi melihat-lihatnya yang kedua kali. Sayang, karena keterbatasan waktu, saya hanya sempat melihat-lihat pameran di lantai dua.

Bulan Februari ini, Taman Mini Indonesia Indah sudah menyiapkan berbagai pagelaran bertajuk Tionghoa, yaitu Pekan Budaya Tionghoa dengan tema, Jejak Sang Naga di Sarang Garuda. Seru, sayang kalau sampai terlewatkan acaranya.

Advertisements