Tags

, ,

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan dan potensi tersendiri, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Keluasan serta kekayaan sumber daya Indonesia menjadi daya tarik bagi Indonesia, dan itu membuat saya bangga menjadi warga negara Indonesia.

Sebentar lagi kita dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), saya berharap menjadi langkah berikutnya menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera. Siap ataupun tidak, kemajuan teknologi dan era globalisasi sedang kita jalani, maka kita pun harus dengan cepat menyesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan tanpa meninggalkan etika serta budaya Indonesia.

Tidak berlebihan bila Louvre Hotels Group mengepakan sayap perusahaannya di Indonesia. Rabu, 16 Desember 2015, Erick Herlangga, Wakil Presiden Akuisisi & Pengembangan Louvre Hotels Group Asia Tenggara menyebutkan bahwa brand mereka memiliki peluang sangat besar di Indonesia, karena Indonesia terus menjadi pasar pertumbuhan yang penting dengan peluang berlimpah dalam pengembangan brand mereka.

image

Pada hari tersebut juga berlangsung penandatanganan 15 Golden Tulip Hotel berada pada Louvre Hotels Group. Ada 15 Hotel Golden Tulip di berbagai wilayah Indonesia. Mark Van Ogtrop, Wakil Presiden Operasi Golden Tulip Hotel untuk Asia Tenggara memaparkan bahwa Golden Tulip memiliki posisi yang sangat istimewa pada setiap lokasi dan benar-benar akan mencolok di antara property lainnya. Desain dan fasilitas yang unik serta khusus dikembangkan untuk menawarkan pengalaman yang sangat berbeda untuk tamu hotel. Desain lokal yang sangat bagus, pasti akan diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

image

Setiap hotel Golden Tulip memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan posisi wilayah. Dengan tagline; International Standard, Flavours Local, maka Golden Tulip Hotel menebar jejaring industri pariwisata di berbagai daerah dengan standar internasional, rasa lokal. Golden Tulip Hotel tampil tanpa melepaskan ciri khas dan keunikan daerah tersebut.

Di Indonesia, Louvre Hotels Group memiliki 45 hotel, dengan 15 hotel di bawah Golden Tulip dan 30 hotel di bawah Kyraid. Tahun depan, 2016, ada 10 Golden Tulip hotel yang akan dibuka di Indonesia, yaitu Royal Tulip Visesa Ubud, Royal Tulip Gunung Geulis Golf Resort Bogor, Royal Tulip Saranam Bali, Royal Tulip Bandung, Golden Tulip Jimbaran Hotel & Convention, Golden Tulip Mataram Lombok, Golden Tulip Jineng Tamansari, Golden Tulip Pekanbaru, Golden Tulip Essential Tangerang dan Golden Tulip Essentil Bojonegoro.

Demikianlah, industri pariwisata sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Adanya hotel di berbagai daerah tentunya akan menyerap tenaga kerja daerah dan membantu UKM daerah dengan turut mendukung persediaan properti hotel.

image

Hal yang menarik dari Golden Tulip Hotel dengan pembangunannya di kota penyokong kota besar, atau kota kedua, seperti Bojonegoro. Daerah yang masuk wilayah Jawa Timur ini memiliki banyak potensi sumber daya alam dan pariwisata. Kabupaten ini ternyata kaya minyak dan gas. Ada ladang minyak Blok Cepu yang bisa memproduksi 165 ribu barel per hari. Angka itu akan berdampak signifikan terhadap produksi minyak nasional yang kini di angka 870 ribu barel per hari.

Belum lagi dengan pertanian padi dan perkebunan tembakau yang menjadi pendukung perekonomiannya. Aspek sejarah dan geografi wilayah juga mendukung bagi para traveller untuk menelusuri Bojonegoro. Maka, daerah yang sedang tumbuh dan berkembang perekonomiannya membutuhkan dukungan industry pariwisata seperti hotel. Apalagi dengan pencanangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menargetkan pariwisata sebagai devisa terbesar negara.

Advertisements