Tags

, ,

Berada di antara mahasiswa, menjadi pelecut akan mimpi, harapan dan semangat. Putera dan puteri Indonesia berkumpul sedang merajut mimpi seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi. Melihat suatu ide dari sudut pandang para anak muda, dengan menariknya pada pandangan dunia (world view).

Suatu keberuntungan bagi saya yang dapat menimba ilmu sekaligus menyimak diskusi dan kerjasama para putera dan puteri Indonesia dalam merajut mimpi tentang Indonesia dalam sudut pandang MICE. Tanpa melihat suku, agama dan ras (SARA), mereka membuat konsep dan proposal dalam membangun bangsa Indonesia secara global dengan tetap berpijak pada budaya dan tradisi bangsa Indonesia yang bhineka tunggal ika.
image

Semangat berkarya para pemuda pemudi ini mengingatkan saya pada Sumpah Pemuda, yang jatuh pada tanggal 28 Oktober. Suatu sumpah para generasi muda Indonesia dalam mencintai tanah air tercinta. Berpadu dengan berbagai ide, untuk selanjutnya dapat merealisasikannya.

Hal tersebut, saya dapatkan ketika menjadi salah satu peserta, Asistensi Promosi Peningkatan MICE. Acara yang berlangsung dari Hari Kamis sampai Ahad, 28 Oktober – 1 November 2015, diadakan oleh Kementrian Pariwisata ini telah memfasilitasi para anak muda untuk menuntut ilmu sekaligus mengaplikasikannya dalam ide dan proposal, sehingga selanjutnya dapat direalisasikannya.
image

Bertempat di Hotel Mercure Jalan Sabang, Jakarta, sebagai penutup atau rangkaian akhir dari rangkaian promosi MICE yang telah dilakukan pada berbagai wilayah di Indonesia. Pertemuan para mentor MICE, mahasiswa dan pelaku akativitas MICE seperti agen travel, hotel dan media Majalah Venue yang konsen dengan MICE berbaur untuk saling berkomunikasi dan bekerjasama dalam peningkatan dan pemanfaatan MICE di Indonesia dengan sebaik mungkin. Lalu, apa sebenarnya MICE?

Apa itu MICE?
Saya sebagai mahasiswa Komunikasi sebenarnya malu, karena baru mengenal MICE sekarang. Istilah yang seharusnya sudah saya ketahui sejak lama. Tetapi, lebih baik terlambat daripada tidak tahu sama sekali. Setelah mengikuti aktivitas asistensi promosi MICE oleh Kementrian Pariwisata, kedua mata saya mulai terbuka akan MICE dan peluangnya yang besar bagi bangsa Indonesia.

MICE, merupakan akronim bahasa Inggris dari, Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition. Dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan dengan, Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran. Istilah yang sebetulnya tidak asing lagi bagi yang tinggal di perkotaan, karena seringkali kita mendengar atau mengunjungi pameran. Ternyata, hal tersebut telah menjadi salah satu bentuk bisnis pariwisata di Indonesia, dan secara akademis telah berkembang menjadi program studi.
image

Terdapat beberapa penjabaran MICE, yaitu:
1. Meeting
Meeting artinya pertemuan, rapat atau persidangan. Suatu pertemuan atau persidangan yang diselenggarakan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam asosiasi, perkumpulan atau perserikatan dengan tujuan mengembangkan profesionalisme, peningkatan sumber daya manusia, menggalang kerja sama anggota dan pengurus, menyebarluaskan informasi terbaru, publikasi dan hubungan kemasyarakatan.

Meeting termasuk pada kegiatan pariwisata, perpaduan leisure dan bisnis dengan melibatkan banyak orang.

2. Incentive
Incentive berkenaan dengan suatu kegiatan atau perjalanan yang diselenggarakan oleh perusahaan untuk para karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka dalam kaitan penyelenggaraan konvensi yang membahas perkembangan kegiatan perusahaan yang bersangkutan.

Insentive seringkali sebagai hadiah atau penghargaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, klien, atau konsumennya. Bentuknya bisa berupa uang, paket wisata atau barang.

3. Conference
Conference diterjemahkan konferensi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama. Secara Teaurus, konferensi adalah dialog, diskusi, kolokium, kongres, konvensi, pertemua, rapat, seminar, sidang dan simposium.

Suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintahan, terutama mengenai bentuk-bentuk tata krama, adat atau kebiasaan yang berdasarkan mufakat umum, dua perjanjian antara negara-negara para penguasa pemerintahan atau perjanjian internasional mengenai topik tawanan perang dan sebagainya.

Dalam hal ini menunjukkan bahwa konferensi bukan hanya sekedar pertemuan atau rapat, tetapi memiliki makna global, bisa antara negara dan berbagai negara. Salah satunya adalah Konferensi Asia Afrika.

Indonesian sendiri sering menjadi tempat berbagai konferensi, di antaranya Konferensi Asia Afrika. KAA 1955 menjadi catatan besar akan keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah dari hampir 29 negara. Keberhasilan ini bisa menjadi tonggak bahwa MICE sangat berpotensi besar di Indonesia.

4. Exhibition
Exhibition berarti pameran. Pameran adalah suatu kegiatan untuk menyebarluaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaraan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata. Exhibition bisa sebagai ajang pertemuan yang dihadiri secara bersama-sama, yang diadakan di suatu ruang pertemuan atau ruang pameran hotel, terdapat sekelompok produsen atau pembeli dalam suatu pameran dengan segmentasi yang berbeda.

Bicara exhibition, saya teringat akan pameran mobil GIIS dan IIMS beberapa bulan lalu. Dengan menampilkan jenis pameran yang sama, yaitu mobil, tetapi mereka menghadirkan segmentasi pameran mobil yang berbeda.

Dengan demikian, meeting, intencive, conference dan exhibition merupakan rangkaian kegiatan bisnis, yang dapat dijadikan sebagai produk paket-paket wisata yang siap dipasarkan dengan istilah MICE.
image

Ruang Lingkup MICE
Kemarin, saya menikmati diskusi bareng mahasiswa ketika panitia membuat tantangan kepada peserta untuk membuat proposal MICE. Saya sendiri sekelompok dengan mahasiswa Podomoro, Budi Mulia, Pariwisata Bandung, Sahid dan RRI.

Bermula dari ide tema kegiatan, kemudian kerangkaian langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan. Adapun hal-hal yang harus kami perhatikan sebagai ruang lingkup MICE dalam membuat proposal MICE, yaitu:
1. Penentuan tema.
2. Penentuan waktu.
3. Penetapan lokasi dan ruang MICE.
4. Perlengkapan fasilitas MICE.
5. Penanganan transportasi.
6. Pelayanan makanan dan minuman.
7. Akomodasi.

Ketika pembuatan proposal tersebut, setiap orang mengungkapkan pendapat. Saya melihat setiap orang memiliki keahlian dan keunikan tersendiri, sehingga ketika berkumpul dalam satu tim membentuk kerjasama yang asik dan menyenangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Secara komunikasi bisnis, MICE dapat menjadi strategi komunikasi bisnis perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Namun demikian, MICE juga dapat memberi peluang bisnis lainnya. Banyak pihak yang akan mendapat keuntungan dari MICE, seperti Professioal Exhibition Organizer (PEO), Professional Conference Organizer (PCO), stan kontrakor, freight forwarder, supplier, florist, Event Organizer (EO), hall owner, tenaga kerja musiman, percetakan, Biro Perjalanan Wisata (BPW), Agen Perjalanan Wisata (APW), hotel, perusahaan souvenir dan UKM.

Dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia, tidak berlebihan bila Kementrian Pariwisata mempromosikan MICE, karena terdapat peluang bisnis besar untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sekaligus sebagai devisa negara.

Advertisements