Tags

,

Perempuan yang sedang menenun di atas saung itu adalah seorang putri, putri yang ingin menyendiri tetapi terus bergerak dalam diamnya dengan menenun secara rutin setiap hari. Dialah Dayang Sumbi, perempuan yang tinggal di rumah tapi masih tetap bergerak dengan menenun setiap hari.

image

Ada perempuan lainnya yang tumbuh pada abad 21, perempuan itu bergerak bangun sejak jam dua dini hari, menuju pasar yang cukup jauh dengan naik kendaraan umum dari desanya di ujung daerah, di pesisir pantai utara.

Desanya yang dekat pantai, tambak-tambak berjejer milik cukong yang entah berasal dari mana, dan penduduk desa hanya menjadi buruh tambak-tambak tersebut. Bekerja ketika panen, selanjutnya menganggur. Istri, perempuan yang bergerak dini hari tersebut, berjualan keliling, mengolah sayuran menjadi makanan untuk dijual siang harinya.

Masih di kampung yang sama, saya juga bertemu ibu paruh baya yang tetap semangat jualan baju keliling, walau dia mendapat untung sedikit karena mengambil bajunya dari pasar terdekat. Kampung ini walau beda kota tidak jauh dari ibukota, tetapi karena infrastruktur yang minim, termasuk listrik yang pada tahun 2000 masih belum ada.

Perempuan terus bergerak banyak saya temukan di Indonesia, apalagi di perkotaan, para perempuan bergerak dan berkarya dalam ruang-ruang kanubil gedung bertingkat tinggi.

Namun, saya juga menemukan para perempuan yang bergerak dengan memilih menjadi ibu rumah tangga. Pada dasarnya, para perempuan Indonesia bergerak, gerak yang seirama dengan potensi diri menuju jiwa yang lebih baik.

Jum’at, 23 Oktober 2015, saya mengikuti pelatihan Fasilitasi dukungan model pendayaagunaan TIK/pemanfaatan TIK terhadap pengembangan industri rumahan, yang diadakan oleh KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), bertempat di Grand Cemara, Jakarta.

Hadir sebagai narasumber, Ibu Martha Simanjuntak, Ibu Ani Berta dan Ibu Puspa. Ketiga narasumber ini sangat memberi inspirasi untuk bergerak di era teknologi sekarang ini.

Ibu Martha, seorang ahli IT, memilih bergerak dan berkarya dalam bidang keahliannya dari rumah. Begitu pula dengan Ibu Ani Berta, yang saya biasa memanggilnya dengan panggilan Teh Ani, berkarya dari rumah dengan menjadi blogger. Ibu Puspa, yang bergerak sebagai psikolog, dia juga mengambil pondasi dari rumah.

Satu per satu pemateri membagi ilmunya. Ibu rumah tangga bisa menjadi mompreneur, bergerak dan berkarya. Ibu Martha menekankan akan pentingnya rencana dan tujuan dalam berkarya. Apa pun usahanya, yang penting fokus dan memiliki tujuan. Setiap target dan jangka waktu usaha, kita tentukan dan jadwal, sehingga nantinya dapat dievaluasi bila ada kekurangan atau bisa menambah ide untuk yang baik lagi.

Saya akui, manajemen waktu dan target ini memang agak kurang fokus, karena saya biasa mengalir apa adanya seperti air. Tetapi nanti aliran airnya kemana, saya tidak tahu. Iya kalau ke laut, atau ke muara, gimana kalau hanya menjadi genangan. Itu yang menyentil saya dan ingin bertekad untuk memanajemen waktu dan diri, sehingga memiliki target dan tujuan yang sesuai dengan harapan.

image

Manajemen diri ini seakan bersambung dengan ulasan Ibu Puspa, bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki potensi, dan potensi diri yang dieksplor akan memperlihatkan wujudnya. Saya teringat batu (maklum masih musim batu akik hehehe), batu mulia yang diasah dan dihargai mahal, itu lahir dari asahan dan gerindra yang tajam, sehingga menghasilkan kemilau batu mulia atau permata. Apakah kita hanya akan menjadi seonggok batu biasa, atau berkilau menjadi batu mulia atau permata?

Asahan atau gerindra ini bak latihan dalam usaha, semangat dan putus asa dalam bekerja dan menggali keahlian atau potensi yang dimiliki. Teh Ani memaparkan tentang salah satu potensi dari kemajuan teknologi komunikasi adalah menjadi blogger. Bila ditekuni dan berlatih terus, blogger dapat menghasilkan banyak penghasilan.

Acara yang sangat menarik dan menginspirasi, sehingga menjadi pekerjaan rumah atau PR bagi saya untuk terus mengembangkan potensi diri, berlatih dan berlatih… Berkarya dan berkarya… Berusaha dan berusaha… Manajemen diri dan waktu yang tepat, semoga kita semua mendapat berkah rezki dari Allah swt. Aamiin

Advertisements