Tags

, , ,

Berkebun merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Mudahnya bagi yang biasa rutinitas menyiram tanaman, susahnya bagi pemalas yang enggan membiasakan diri menyirma tanaman setiap hari.

Memiliki sayuran di pekarangan rumah sendiri menjadi kebanggan, karena tidak mesti membeli segala sayuran yang sudah tersedia di rumah. Kita hanya tinggal memetiknya. Di perkampungan yang masih banyak tanah kosong, menanam tanaman palawija menjadi hal yang mudah. Berbeda dengan di kota, menanam di ruang yang tidak ada media tanahnya menjadi tantangan tersendiri. Lalu, bagaimana berkebun jika ruang tanah rumah kecil atau tidak ada? Apalagi bagi saya yang anak kos, berkebun seakan menjadi hal yang mustahil.

Ternyata tidak. Indonesia berkebun mensosialisasikan cara berkebun yang mudah dan praktis, terutama pada rumah yang berukuran sempit. Ahad, 18 Oktober 2015, saya mendapat kesempatan ikut acara Bekasi Berkebun yang bekerja sama dengan Kokgituya, Daihatsu.
CRkDIwFUwAAYECe.jpg thumb
Bertempat di rumah wakil walikota Bekasi, Bapak Ahmad Syaikhu, Bekasi Berkebun mengajarkan kami cara berkebun. Dalam sambutannya, Pak Ahmad Syaikhu memaparkan pentingnya berkebun, seandainya kita meninggal, tanaman-tanaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh yang masih hidup.

Selanjutnya, kami diajak mengenal media tanam yang sudah tersedia di mobil pick up granmax. Dengan games, Mbak Mila, mengenalkan media tanam tersebut. Ada pupuk kandang, biji dan benih tanaman.
CRkGXa5UwAADJ3H.jpg thumb9
Kami pun mempraktekkan langsung dengan menanam biji kacang panjang, kangkung, bayam dan cabe keriting. Sudah tersedia media tanam dengan tanah, sekam dan pupuk yang diberi sekat untuk membedakan jenis tanaman satu dengan lainnya.

Saya pun menanamnya dengan antusias. Ketika mendapatkan biji-bijian tersebut, saya menuju tanah yang sudah dilubangi, lalu dengan membaca, bismillahirrahmanirrahim, saya menanam biji kacang panjang. Proses menanam seperti menebarkan biji untuk kemaslahatan yang senantiasa berada dalam kasih sayang Allah swt.

Setelah menanam biji-bijian tersebut, kami mendengarkan papara dari Daihatsu dalam turut serta pada acara Berkebun sebagai CSR yang selama ini sudah mereka lakukan dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan. Dalam bidang lingkungan, mereka fokus dalam menanam pohon dan penyelamatan penyu. Demikian kata Eko Prianto, Promotion Daihatsu.

Untuk menyebarkan dan membangun jiwa sosial, ada Prita Wibisono, seorang blogger yang konsen menjadi relawan dalam penanganan kesehatan pada Valencia Care. Komunitas yang menyiapkan diri untuk membantu masyarakat yang mendapat kesulitan dalam penanganan dan pembiayaan kesehatan.

Kegiatan yang bermanfaat dan penuh inspirasi dari para narasumber. Saya pun terinspirasi untuk menanam biji-bijian tanaman pada pot di kosan, insya Allah. Semoga dengan memulai berkebun dari tempat tinggal sendiri, akan menumbuhkan pertumbuhan pangan Indonesia. Aamiiin

Advertisements