Tags

, , ,

Sumpah Pemuda
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Tak luput oleh waktu, tak luntur oleh keadaan, sumpah pemuda adalah tetap ikrar janji putra dan putri Indonesia dalam mencintai tanah, bangsa dan bahasa Indonesia. Meskipun sudah berpuluh tahun lalu, 1928, tetapi ikrar sumpah pemuda sebagai wujud komitmen generasi muda Indonesia dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia yang terus berkelanjutan pada tanah air tercinta.
image

Putri Indah Nirmala, adalah putri Indonesia yang mengabdi pada bangsa dan negara dengan misi menyehatkan masyarakat Indonesia. Dia menjadi relawan Nusantara Sehat ke Long Pahangai, Banjarmasin, Kalimantan Timur, bersama 7 putra dan putri Indonesia lainnya. Bukan hanya mereka berdelapan, tetapi sudah tersebar 143 putra dan putri Indonesia yang memiliki keahlian di tenaga keseatan, yang tersebar di 22 kabupaten wilayah daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

Putri banyak bercerita tentang perjalanan kesehariannya di Long Pahangai melalui akun twitternya, @Puthe_PINS. Keseruan dan keceriaannya tergambar pada setiap twitt, sehingga tak akan menyangka dia berada di daerah terpencil dan perbatasan. Dengan mengendarai speedboat, Putri berkeliling pada 8 Puskesmas dengan jarak tempuh 10-30 menit. Bukan hanya dengan berkendaraan speedboat, tak jarang Putri dan kawan-kawan lainnya menempuh perjalanan dengan jalan kaki yang bisa menghabiskan waktu selama 21 jam. Hal yang menegangkan kami para pendengar cerita Putri, ketika dia dan teman-temannya terjebak di sungai dengan keadaan perahu mati. Otak saya langsung membayangkan keadaan tersebut, dan bagaimana rasanya bila saya berada dalam keadaan tersebut.

Melalui semangat Nusantara Sehat, maka spirit perjalanan mereka ke pedalaman atau daerah terpencil Indonesia menjadi teladan dan inspirasi bagi putra dan putri Indonesia lainnya. Siapa yang akan menyusul mereka? Para dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga teknologi laboratorium medik, tenaga farmasi dan tenaga kesehatan masyarakat saatnya kalian berpetualang dan berjuang dalam mengamalkan ilmu di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan. Pulau-pulau tersebut sedang menunggu para medis muda yang siap berkolaborasi dengan mereka untuk menyehatkan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.
image

Nusantara Sehat adalah suatu program kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan dalam menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Fokus kebijakan yang diambil dengan penguatan pelayanan kesehatan primer, dengan melihat pada permasalahan kesehatan masyarakat yang mendesak, seperti angka kematian ibu dan bayi, dan gizi buruk. Dalam pelayanan kesehatan ini, yang paling diperhatikan adalah penguatan fisik atau pembenahan infrastruktur, sarana atau pembenahan fasilitas dan sumber daya manusia atau penguatan tenaga kesehatan selain dokter.
image

Selasa, 13 Oktober 2015, bertempat di Hotel Artotel, Menteng, Jakarta Pusat, saya bersama teman-teman Blogger berkesempatan mendengarkan paparan tentang Nusantara Sehat. Dari mulai talk show, diskusi dan mendengar rekaman wawancara Putri dengan salah seorang dari Kementrian Kesehatan.

Hadir sebagai narasumber, Ibu Diah Saminarsih (@Adetje) dan Kang Maman (@Maman1965), dengan moderator Mas Anjari Umarjianto (@Anjarisme). Suasana diskusi yang interaktif dengan sisipan hasil rekaman wawancara Mbak Putri membuat para Blogger antusias bertanya seputar Nusantara Sehat.

Ibu Diah memaparkan bahwa Nusantara Sehat sebagai program yang mengusung kerjasama tim kesehatan dalam membangun masyarakat sehat dan bersih di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Sesuai dengan Nawa Cita, yang diusung oleh Presiden Joko Widodo, yaitu membangun dari pinggiran.

Ada 44 kabupaten Indonesia sebagai target pelaksanaan Nusantara Sehat pada tahun 2015, dengan melibatkan 960 orang tenaga kesehatan. Rekrutmen pertama telah terdaftar 6000 orang, yang kemudian tersaring menjadi 143 orang. Rekrutmen kedua, sudah terdaftar 12.000 orang akan disaring menjadi 800 orang. Antusiasme ini sungguh sangat membuat saya sendiri terharu dan bangga, karena masih adanya harapan putra dan putri Indonesia yang cinta tanah air, menjalankan Sumpah Pemuda.

Namun demikian, yang memenuhi syarat dan lolos seleksilah yang dapat menjalankan tugas Nusantara Sehat. Para peserta harus berusia di bawah 30 tahun, berlatar belakang medis, dan bersedia mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama dua tahun. Pendaftaran dilakukan secara terbuka melalui media online. Adapun proses seleksi calon berdasarkan resume, tes tertulis dengan esai, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok.

Seleksi dan pembekalan ini sangat penting untuk mengetahui komitmen peserta ketika berhadapan langsung dengan masyarakat. Bukan hanya pembekalan medis dan pengetahuan, tetapi Kemenkes juga memberi pembekalan lifeskill, jaga diri, bahasa, kearifan dan budaya lokal. Semua detail lapangan di perhatikan sebagai pembekalan bagi para peserta.

Adapun Kang Maman, menekankan akan Sumpah Hippokrat dokter, bahwa saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan kemanusiaan. Sumpah yang semestinya dijalankan oleh dokter dimana saja dan kapan saja. Sesungguhnya, sumpah tersebut memberi inspirasi pada setiap insan untuk dapat mengamalkan hal tersebut. Tentunya, sebagai Blogger, maka pengabdian hidup yang dilakukan dengan mengabarkan dan menuliskan akan pentingnya kebersihan dan kesehatan kepada khalayak.
image

Diskusi semakin menarik dan menginspirasi akan perjuangan para putra dan putri Indonesia yang sedang menjalankan tugas Nusantara Sehat. Ibu Murti, Kepala Puskom Publik Kemenkes turut berpartisipasi pada diskusi tersebut. Menjawab tuntas pertanyaan-pertanyaan para Blogger #SahabatJKN.

Banyak hal yang saya dapatkan pada acara ini, selain pengetahuan dan wawasan tentang kesehatan dan Nusantara Sehat, saya juga tersadarkan untuk turut berkontribusi pada bangsa dan tanah air Indonesia dengan keahlian yang saya miliki. Kalau bukan sekarang mengabdi kepada ibu pertiwi, lalu kapan lagi kita bisa berbakti pada negeri? Mumpung masih muda, semangat membela luapkan dalam pengabdian pada bangsa dan negara Indonesia.

Advertisements