Tags

, , , ,

Perempuan merupakan makhluk yang kuat, sabar, tegar dan tangguh. Kekuatan dan kesabaran perempuan terlihat tatkala sembilan bulan mengandung, tak ada keluh kesah yang terucap, hanya suka cita akan melahirkan sang buah hati. Setelah melahirkan, perempuan pun melanjutkan tugas menjadi ibu dengan menyusui sang bayi.

Kekuatan dan kesabaran sang perempuan, menjadi suatu doa bagi para anak. Dalam Islam, ada sebuah hadis yang menjelaskan keutamaan anak terhadap orangtua, maka sang ibu yang menjadi utama dalam berbakti dan ketaatan.

Namun, kekuatan perempuan tersebut harus tetap terpelihara dan dijaga. Untuk itu, menjaga kesehatan menjadi hal penting bagi setiap perempuan. Salah satu penyakit yang menyerang perempuan adalah kanker. Penyakit ini seringkali menyerang pada rahim dan payudara perempuan. Lalu, apa sebenarnya kanker tersebut, dan bagaimana gejala, pencegahan dan pengobatannya?

Jum’at, 8 Oktober 2015, saya mengikuti talkshow kesehatan dengan tema, Melindungi Perempuan dari Kanker yang Mematikan. Bertempat di Groove Suite Episentrum Kuningan, DKI Jakarta, saya mendengarkan para narasumber dari Parkway Hospitals Singapore.

PCC

Ada DR. Wong Lisa, seorang gynaecologist yang khusus menangani kanker perempuan atau gynaecological oncology, yang membahas kanker rahim. Dan DR. Khoo Kei Siong, deputy medical director and senior consultant medical oncology, yang membahas kanker payudara.

Para pembicara dari Parkway Cancer Center, DR. Wong Lisa sebagai pembicara pertama, berbicara tentang kanker rahim dengan sederhana dan detail, sedangkan DR. Khoo Kei Siong membahas tentang kanker payudara. Secara garis besar dalam talk show tersebut ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan, yaitu:
1. Kanker endometrium.
Kanker rahim ini terjadi pada uterus atau dinding rahim. Kanker Endometrium adalah jaringan atau selaput rahim yang tumbuh di luar rahim. Padahal, seharusnya jaringan endometrium melapisi dinding rahim. Kanker ini biasanya menyerang wanita yang berusia lebih tua (di atas 50 tahun) dan faktor-faktor yang mempengaruhi biasanya; obesitas, terapi hormon, diabetes, hipertensi dan hiperlipidemia (kolesterol/trigliserida tinggi).

Gejalanya meliputi pendarahan abnormal di bagian kelamin, pendarahan sesudah menopause, pendarahan di antara menstruasi, nyeri pangkal pinggul, abdomen akut, massa pelvis dan pressure symptoms.

Adapun cara untuk mendeteksi kanker jenis ini adalah histeroskopi, histeroskopi tanpa jahitan dan endometrial sampling, CT Scan Abdomen/ Pelvis, MRI, dan Pet CT scan. Sedangkan pilihan pengobatan yang tersedia saat ini meliputi operasi pembedahan, radiotherapy, terapi hormon dan kemoterapi.

2. Kanker serviks.
Kanker serviks merupakan kanker mulut rahim. Adapun orang yang beresiko kena kanker serviks adalah perempuan yang 99% terkena virus Human papilloma virus (HPV). Virus inilah yang menyebabkan kanker serviks dan risikonya lebih besar pada wanita yang telah berhubungan seks di usia terlalu muda, berhubungan seks dengan banyak orang atau dengan pasangan yang memiliki risiko tinggi, merokok dan Immunosuppression seperti HIV dan obat-obatan Steroid. Kanker Serviks dapat dicegah dengan melakukan Pap Smear secara regular dan vaksinasi HPV.

Penyakit ini memiliki proses panjang dalam menjadi kanker serviks, biasanya antara 10-20 tahun, sehingga sulit terdeteksi. Adapun tandanya orang yang terkena kanker ini adalah saat berhubungan seksual terasa sakit, keputihan yang tidak normal, darah menstruasi berlebih.

3. Kanker payudara
Kanker payudara ini susah dideteksi dan belum diketahui penyebab pastinya. Semua perempuan berpotensi terkena kanker payudara. Kejadian kanker payudara ini campuran genetik dan hormon. Adapun tahapan kanker payudara ini bermula dari benjolan. Kanker payudara ini biasanya ada pada kelenjar-kelenjar payudara.

Dari paparan para dokter tersebut, bahwa yang terpenting bagi perempuan dalam menghadapi fenomena kanker rahim dan payudara ini dengan melakukan pencegahan, yaitu berlaku pola gaya hidup sehat. Hal ini penting, karena kebiasaan pola hidup sangat memengaruhi pada siklus tubuh. Apabila selama ini kita melakukan pembiasaan hidup sehat, maka sistem ketubuhan pun akan sehat.

Adapun bagi yang sudah terindikasi terkena penyakit ini, ada beberapa metode pengobatannya. Kemajuan teknologi telah mengembangkan pada teknologi kedokteran. Saat ini, untuk pengobatan kanker rahim bisa dengan melalui proses operasi robotik. Operasi robotik ini adalah operasi perpaduan antara operasi terbuka dengan operasi laparoscopy. Operasi yang dilakukan oleh robot, dan prosesnya dikendalikan oleh dokter ini merupakan salah satu model pengobatan operasi dengan kecanggihan dari kemajuan teknologi kedokteran.

Teknik pembedahan yang kini tersedia untuk pengobatan kedua kanker ginekologis ini. Teknologi kedokteran semakin modern dan canggih memberikan harapan bagi para perempuan untuk menemukan solusi dari penyakit-penyakit mematikan seperti Kanker Endometrium dan Kanker Serviks. Selain pembedahan terbuka yang konvensional, pengobatan penyakit ini juga bisa dilakukan dengan Laparoscopic Surgery dan lebih maju lagi dengan Robotic Surgery. Laparoscopic Surgery sebagai teknik pembedahan modern akan meninggalkan jahitan yang lebih kecil, kehilangan darah lebih sedikit, penyembuhan lebih cepat dan masa perawatan di rumah sakit yang lebih pendek. Sedangkan Robotic Surgery adalah upaya pembedahan Laparoskopik dengan bantuan robot.

Dalam proses operasi ini tentunya harus atas persetujuan dari pasien dan keluarga. Misalnya, operasi pengangkatan rahim, harus berdasarkan persetujuan pasien dan keluarga. Begitu pula dengan operasi kanker payudara. Bisa dengan operasi dan mammograms. Bila tidak ingin diangkat rahim atau payudara, maka dilakukan penanganan pemeriksaan sampai 6 bulan. Namun, semuanya tetap ada resiko dan kebaikannya.

Betapa kanker merupakan penyakit yang bisa saja menimbulkan kematian. Tetapi tetaplah berpikiran bahwa dalam setiap penyakit pasti ada obatnya. Hal tersebut sebagai bentuk optimisme, sugesti untuk penyembuhan bagi pasien. Namun demikian, hal tersebut tetaplah harus diperhatikan, bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati.

image

Kini, saatnya perempuan melindungi diri dari kanker. Kita menyadari sejak dini akan diri dan tubuh kita. Mengenal proses siklus kehidupan, dan mengetahui berbagai hal yang berkenaan dengan tubuh. Di antaranya rahin dan payudara. Sejak awal kita harus sadari, bahwa semua organ tubuh kita sangat berkaitan dengan pola hidup kita sendiri. Menyadari sejak dini akan pentingnya kesehatan. Salah satunya dengan menyadari sejak dini keadaan payudara. Dengan demikian, sebagai perempuan alangkah kebih baiknya kita untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan sadari dini sebagai penyadaran akan diri atau tubuh kita.

Advertisements