Tags

, , ,

Menatap bangunan luas pameran, maka sangat berkaitan dengan pencahayaan. Ketika beberapa minggu lalu, tepatnya pada hari Selasa, 22 September 2015, saya berkesempatan melihat ICE atau Indonesia Convention Exhibition. Tempat ini telah menjadi salah satu tempat pameran favorit di Indonesia. Pagelaran acara dan pameran besar sering hadir di tempat ini. Pencahayaan tentu menjadi unsur penting bagi suatu ruang pameran. Dan penerang ICE dengan menggunakan lampu LED Philips Indonesia.

Philips1

Letaknya yang tidak jauh dari ibukota Indonesia, Jakarta, dan berdekatan dengan bandara internasional Sukarno-Hatta, serta lumayan dekat dari pelabuhan internasional Tanjung Priok, tidak heran bila ICE menjadi pilihan bagi para pengusaha untuk membuka pameran di tempat yang memiliki luas lahan 22 hektar ini.

Di bawah pengelolaan Deutsche Messe, salah satu penyelenggara pameran dunia, Philips Indonesia turut menerangi setiap kegiatan pameran yang diadakan oleh ICE. Ketika saya masuk ke salah satu ruang pameran, lampu-lampu LED Philips berjejer, menerangi ruangan yang pernah menjadi ajang pameran otomotif terkenal beberapa bulan lalu.

Bertempat di ICE, Philips Indonesia memperkenalkan solusi pencahayaan yang pintar dan penuh inovasi. Bukan hanya bekerjasama dengan ICE, Philips juga bekerjasam dengan pemerintah untuk menerangi jalanan dan ruang terbuka. Salah satunya Monas, atau Monumen Nasional.

Solusi pencahayaan yang inovasi dan kreatif, menjadi salah satu cara Philips Indonesia dalam meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia melalui lighting, demikian kata Chandra Vaidyanathan, Senior Vice President & Country Manager Philips Lighting Indonesia.

Dalam kiprahnya, Philips Indonesia telah meluncurkan berbagai program kegiatan yang berkenaan dengan kesadaran solusi pencahayaan hemat. Ada kota terang Philips LED (KTPL), kampung terang hemat energi (KTHE) dan pencahayaan terkoneksi.

Sangat menarik ketika saya dan teman blogger serta media lainnya melihat stand-stand solusi pencahayaan LED Philips Indonesia. Kebetulan saya berada di kelompok gelang ungu, maka stand pertama yang saya lihat adalah lampu LED Philips sendiri. Ada banyak varian whatt lampu LED Philips, tetapi titik poin dari semuanya adalah hemat listrik dan pencahayaan lampu yang menyehatkan.

Berlanjut ke stand ruang terbuka, Philips turut serta menerangi lampu-lampu taman dan jalanan, sehingga bila malam tiba, maka akan terang dan nyaman dalam berwisata dan jalan-jalan.

Stand berikutnya kamar hotel. Dengan satu alat remote kontrol, maka kita bisa mengatur pencahayaan pada kamar hotel. Berlanjut ke stand ruang pertemuan atau meeting, pencahayaan ruangan sekaligus layar presentasi bisa dikontrol oleh remote.

Stand industri, berada pada kunjungan berikutnya. Di sini, ruang pabrik yang luas bisa diatur dengan mudah sekaligus hemat listrik. Begitu pula dengan stand ruang toko. Tentunya, dalam pencahayaan produk pada etalase toko membutuhkan pencahayaan yang sesuai dengan produk yang dijual.

Masuk ke stand kamar tidur anak, saya tergoda dengan berbagai hiasan lampu yang menerangi kamar anak. Lampu LED Philips hadir dengan variasi bentuk yang lucu dan menarik sekaligus tidak merusak mata. Melihat aneka bentuk lampunya, pasti anak-anak suka. Dan yang terakhir, lampu dapur. Penerangan di dapur bisa diatur sedemikian rupa, sehingga bagi yang hobi masak, maka akan semakin asik berkreasi dengan aneka masakannya.

Inovasi dan kreativitas akan menjadikan usaha, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat. Dalam mewujudkan masyarakat yang terang, maka butuh kerjasama swasta dan pemerintah. Semoga masyarakat Indonesia menjadi lebih baik, makmur, sejahtera, damai dan bahagia. Aamiin

Advertisements