Tags

, ,

Tak ada istilah berhenti belajar, termasuk bagi orangtua. Proses pembelajaran kali ini yang saya ikuti adalah #SekolahOrtu. Meskipun saya belum menikah dan punya anak, pengetahuan persiapan parenting sangat penting. Saya mengikuti #SekolahOrtu yang berlangsung pada hari Kamis, 3 September 2015 di Conclave, Jakarta, diadakan oleh TigaGenerasi dan Blibli.com.

image

Tiga generasi adalah layanan edukasi psikologi dan kesehatan yang berfokus pada tumbuh kembang anak dan keluarga dengan memanfaatkan dunia digital. Tiga generasi sebagai gambaran dari orangtua, anak dan kakek nenek. Di Indonesia, keluarga utuh terdiri dari tiga generasi tersebut, termasuk dalam pengasuhan anak. Adapun blibli.com, seperti mall online yang menyediakan banyak produk jualan, termasuk di dalamnya produk kebutuhan anak dan keluarga.

Sekolah Ortu kali ini gurunya ibu muda cantik sekaligus psikolog keluarga dan anak, namanya Anna Surti Ariani dengan nama panggilannya Nina. Ibu guru yang cantik, energik, dan pintar ini membuat saya tidak beranjak dari tempat duduk untuk mendengarkan pengajarannya.

Maraknya berita penculikan anak menjadi sorotan kasus dalam pemaparan pencegahan dan penyebabnya dalam sekolah ortu. Berita penculikan anak seringnya saya dapatkan dari media sosial. Ternyata, berita tersebut tidaklah sebanyak pemberitaan di media sosial.

Dalam menerima berita dari media sosial, biasanya saya mendiamkannya, lalu chek and rechek berita mencari sumber informasi. Ibu Nina menjelaskan pengasuhan anak dengan uraian mitos dan fakta.

Sangat menarik ketika beberapa pola pengasuhan yang biasa dilakukan oleh para orangtua ditautkan pada mitos atau fakta. Dari rangkaian paparan bu guru Nina, saya baru menyadari ternyata anak memang harus mengenal orangtua atau keluarganya, termasuk nama ibu bapaknya.

Anak berbicara dengan orang asing tidak usah dikhawatirkan, karena akan membantu anak tersebut dalam berkomunikasi. Pengenalan anak terhadap orang asing termasuk sikap anak sendiri, maka di sini dibutuhkan kebijakan orangtua dalam mengajarkan anaknya dalam berkomunikasi dengan orang yang baru dia kenal.

Saya melihatnya, bahwa di sini dibutuhkan peran orangtua untuk bijak dalam mengasuh anak. Bagaimana pun, yang mengetahui karakter anak adalah orangtuanya, sehingga pemahaman tersebut yang akan membuat pengasuhan dan pembimbingan kepada anak akan terasa nyaman dan aman bagi anaknya sendiri.

Orangtua jangan merasa cukup dengan ilmu atau pengetahuan yang dimiliki, mereka masih harus terus belajar dan mencari wawasan tentang pengasuhan dan pengajaran anak yang sebaik-baiknya. Namun demikian, mengasuh dan membimbinglah dengan hati, maka pesan yang ingin disampaikan pun akan diterima oleh hati anak.

Sekolah Ortu bisa menjadi alternatif bagi para orangtua untuk menambah pengetahuan dan wawasan akan dunia anak. Saya sendiri mendapatkan banyak manfaat dari acara ini.

Advertisements