Tags

Tidak mudah bagi anak kos untuk membiasakan diri berpola hidup sehat, seperti makan sayuran atau buah-buahan dan teratur. Ketika pulang kampung sehabis liburan lebaran, saya mengubah pola makan saya menjadi banyak sayuran dan buah-buahan. Terutama membiasakan makan buah-buahan. Padahal sebelumnya karena merasa ribet menyetok buah-buahan di kos, saya sangat jarang makan buah. Tetapi karena suatu alasan tertentu, selepas lebaran saya berusaha berlatih membiasakan diri makan buah-buahan dan ikut tantangan 7 hari memakan buah-buahan dan menuliskannya.

Setiap hari saya membeli buah-buahan, baik banyak maupun sedikit, yang penting setiap hari saya makan buah. Alasan yang membuat saya harus makan buah-buahan adalah ketika seminggu setelah lebaran, saya susah buang air besar. Waktu itu saya sudah makan sayuran dan lalaban. Setelah susah buang air besar, ada terasa sakit ketika buang air besar. Mama menganjurkan saya makan buah-buahan.
image

Saya sangat khawatir karena seperti ada luka atau sejenis nanah. Waktu itu saya berisik mengeluh ke Mama karena sakit kalau buang air besar. Kata Mama, tidak apa-apa, yang penting makan sayuran dan buah-buahan. Kemudian, saya pun membiasakan diri makan buah-buahan. Hari pertama dan kedua, masih terasa sakit. Maka, saya pun berencana pergi ke dokter untuk mengobatinya.

Namun, karena waktu itu ada halangan, saya tidak jadi ke dokter, lagi pula besoknya saya harus kembali ke Jakarta. Mama meneguhkan saya, dengan membiasakan makan buah-buahan, insya Allah sembuh. Sepotong apel yang sudah dikupas dan dibuat sedemikian rupa agar tidak hitam menjadi bekal saya di perjalanan.

Saya memikirkan ketika di kosan akan sulit makan buah-buahan yang selama ini memang jarang saya lakukan. Kalau di rumah, Mama selalu menyiapkan buah-buahan. Tetapi karena sakit kalau buang air besar, maka saya bertekad untuk makan buah-buahan setiap hari.

Hari pertama, saya pergi ke tukang sayur untuk membeli buah-buahan. Saya membeli pepaya dan tomat. Saya mengupas dan menyimpannya di kotak. Setelah itu saya mencuci tomat yang saya beli satu kilo.

Sambil kerja saya makan pepaya diselingi tomat. Alhamdulillah tidak terasa enegh, saya memakannya dengan semangat sampai habis kedua buah-buahan tersebut. Ketika buang air besar, alhamdulillah sudah tidak sakit lagi. Dan gerenjulan seperti nanah sudah tidak ada.

Hari kedua, saya membeli apel dan pepaya. Walau sudah tidak sakit lagi, saya ingin melanjutkan makan buah-buahan agar tidak kembali lagi sakit seperti kemarin. Apel saya potong-potong dan langsung saya makan. Adapun pepaya, saya makan ketika siang selepas shalat zhuhur.

Hari ketiga, saya pergi ke tukang sayur untuk membeli buah-buahan, ternyata yang ada hanya pepaya california, maka saya pun membeli pepaya. Dan untuk tambahan lainnya, ketika saya pergi ke minimarket dan melihat nanas yang cantik, saya pun membelinya. Wuih, rasanya mantap dan segar. Saya mengupas pepaya pagi harii dan langsung memakan habis buahnya. Selepas zhuhur, saya mengupas nanas. Siang-siang makan nanas memang segar dan langsung melek, nggak ngantuk.

Adapun hari keempat, saya membeli pisang dan salak dari tukang sayur. Saya menjadikan kedua buah makanan ini sebagai cemilan, kalau lapar, saya memakannya secara berselang seling.

Hari kelima, saya membeli pepaya dan buah naga. Saya memakannya pun secara bertahap dan menmpatkan pada tempat makan, jadi kalau lapar, saya makan pepaya atau buah naga.

IMG_2999

Hari keenam, saya membeli banyak jenis buah-buahan biar nggak merasa bosan. Kali ini saya membelinya secara ngeteng ke tukang rujak dan supermarket, jadi ada banyak buah-buahan yang saya dapatkan.

Hari ketujuh, saya membeli lengkeng, pepaya dan semangka. Saya membelinya dari supermarket yang kebetulan saya sedang ada keperluan ke sana.

Bagi anak kos, memang menyetok buah-buahan menjadi pilihan, saya memilih membelinya setiap hari, baik ke tukang sayuran, minimarket ataupun tukang rujak buah. Hal yang menjadi acuan saya adalah memakan buah-buahan setiap hari, banyak ataupun sedikit.

Sebenarnya, ingin rasanya mengolah buah-buahan menjadi puding atau agar-agar, tetapi karena keterbatasan peralatan masak, maka saya memilih memakannya langsung. Jadi, tidak ada alasan bagi anak kos untuk tidak makan buah-buahan. Selain rasanya memang enak, terbukti buah-buahan menyehatkan badan.

Ketika sakit tersebut, saya menyadari bahwa selama ini kita memikirkan kesehatan seputar mulut, termasuk gigi, tetapi seringkali melupakan kesehatan anus, tempat buang air besar atau tempat keluar kotoran dari yang kita makan. Padahal sama aja, asupan makanan bisa memengaruhi keduanya. Maka, asupan makanan yang sehat, seperti buah-buahan, dapat menjaga dan melihara kesehatan tubuh kita.

Di antara buah-buahan lokal yang saya makan, ada buah yang sudah memiliki brand Sunpride. Sudah lama saya mengenal brand ini, terutama pisang. Dan kalau membeli pisang, saya memilihnya. Kemulusan dan buahnya yang besar-besar, membuat saya memilih pisang Sunpride.

Saya pernah makan jambu biji sunpride, rasanya enak. Buahnya yang besar dan mulus, maka akan selalu tertarik untuk membelinya. Rasanya pun sangat enak. Namun sayaang, kemaren di sekitar tempat kos, saya tidak mendaptkannya.

Kalau pepaya, saya suka dengan warna orange kemerah-merahan. Sayang legit kalau dimakan. Beberapa kali saya sempat memakannya.

Adapun nanas adalah makanan yang sangat saya suka. Rasanya segar. Di supermarket sekitar kosan saya, sudah banyak yang menjual nanas Sunpride.

Sebenarnya, masih banyak buah-buahan yang dihadirkan oleh Sunpride, seperti semangka, jeruk dan melon. Pengawasan dan pemeliharaan dari mulai lahan tanam, penanaman, pemupukan, pengairan, penyiangan, dan pemanenan yang membuat Sunpride hadir sebagai buah lokal unggulan. Tiada yang tidak menginginkannya.

Memakan buah-buahan bukan lagi hal yang memberatkan. Dengan berlatih untuk biasa memakannya setiap hari, menjadikan tubuh sehat dan segar. Tantangan Sunpride sendiri menjadi salah satu motivasi untuk biasa memakan buah-buahan. Salam sehat, dan selamat menikmati…

Advertisements