Siapa yang tidak ingin dipuji dan dikenal? Kadang suatu pembenaran menjadi sebuh cerita dalam setiap gurat kehidupan. Ada langkah, ada yang berkehendak. Setiap titik menjadi sebuah kesaksian, satu dengan yang lainnya.

Separuh perjalanan berada di antara dua intisari kehidupan. Ada yang mengaku dengan keadaan yang ada pada setiap keadaan, ada yang diam dengan keadaan mencari sebuah ibrah dan hikmah dalam setiap keadaan.

Detik ini sang surya terang benderang, cahayanya menebus setiap cakrawala yang menerang. Setiap sudut berada dalam pengakuan, aku yang berjalan tanpa tahu bahwa telah mengaku-aku. Jejak cakrawala terselimuti awan, seperti kelam, namun terang.

Singgasana-singgasana betebaran, ada dan tiada dalam satu perjalanan. Akan ada cerita pada salah satu kutub yang menyapa dengan aksara yang benderang. Bukan hanya dengan satu keterkaitan, tetapi semua berada dalam ego yang menjelma pada siklus kehidupan.

Jangan mengira dalam setiap langkah ada kerajaan, niat dengan keyakinan itu sendirinya menjadi sejatinya kerajaan. Seperti sapu tangan yang berkibar, kepaknya berkibar menebus cakrawala. Sudah saatnya kalian berada dalam kehidupan, menanti yang sudah ada dengan tetap berguru kepada Sang Maha Tahu.

Suatu saat, ada yang berjalan dan berkhidmat, ada yang benar dan pengkhianat, jika semua berada dalm satu keadaan, maka menjadi suatu lingkaran aura yang menyala dalam kegelapan.

Jangan berseteru hanya karena sesuatu yang kalian sendiri tidak tahu, lihatlah kembali pada diri yang memang mengetahui apa yang terjadi. Singgasana ada pada setiap kerajaan, memegang kendali pada suatu keangkuhan. Benarkah demikian?

Jerit yang melengking melebihi ketidakpuasan, dan mengaku kebenwran menjadi tolak pada setiao keadaan. Sudah salah dengan keadaan yang salah. Sudah bensr dengan keadaan yang benar. Runutan kehiduoan ini menjadi satu entitas yang menjadi bagian dari sebuah perjalanan.

Ketika nyawa sudah merenggang, ada yang hilang, dan mempertanyakan apa yang sudah dilakukan. Jejaknya dnegan satu keadaab yang berbeda membentuk satu kesatuan yang menjadi paruh dalam setiap kehidupan.

Jantung yang berdetak, satu kesadarna yang bergerak bersama alam. Dengan setiap hentakannya menjadi satu pola rotasi yang memutarkan bumi dengan alam semesta. Ingkang swarna data saga.

Setiap kali ada yang berkeinginan meraja, maka lihat dengan seksama setiap hal yang menjadi plantara. Bukan bertanya, tetapi menjalankan kehidupan itu sendiri dengan apa adanya. Ketika semua menjadi satu, maka akan berpencar menjadi satu kesatuan dengan keadaan dan peristiwa alam yang besar.

Langit menjadi hal yang berada dalam ketinggian uang menyatu dengan satu keadaan yang menuju satu kesatuan. Sesuatu yang terbuka akan membasa hal-hal yang sudah ada. Jangan lebih dari hal yang sudah ada, ini bukan mengenai rindu atau cinta, tetapi berada dalam satu perjalanan, lakon kehidupan. Ing karsa warta saga.

Seutuhnya, menjadi bagian yang tidak ketahui menjadi hal yang menyapu satu keadaan di antara dua pedru dalam satu keutuhan.

Advertisements