Tags

, ,

Melestarikan air dan lingkungan bukan hanya tugas individu atau kelompok, tetapi menjadi tugas bersama segenap masyarakat dan elemen bangsa untuk menjaga kelestarian air dan lingkungan. Dengan tema, Kelestarian Air dan Lingkungan sebagai Tanggung Jawab Bersama, Aqua Group mengadakan lomba penulisan Anugerah Jurnalistik Aqua V.

image

Sebagaimana kita tahu, dalam undang-undang dasar 1945, pada pasal 33 ayat 3, disebutkan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Namun, sebagaimana yang kita ketahui, pada perjalanannya banyak hal yang merusak alam dengan alasan kemakmuran rakyat. Hutan yanng lebat telah beralih fungsi menjadi ladang, sawah yang subur telah berubah menjadi perumahan. Keserakahan dan ketamakan inilah yang membuat alam berada dalam roda perputarannya sendiri dan menjalankan takdirnya untuk terus beritasi dan berevolusi.

Di antara itikad dan kehendak pada alam, ada yang berusaha melakukan timbal balik dari segala yang sudah dilakukan dalam pemberdayaannya. Aqua sebagai perusahaan yang memanfaatkan air, berkomitmen untuk menjaga kelestarian air. Bagaimana pun keberlangsungan perusahaan berada di tangannya sendiri. Bila air terus menerus diambil tanpa ada upaya penyuburan lahan agar mata air tetap mengalir, maka itu menjadi bagian dalam upaya keberlangsungan bersama.
image

Kamis, 9 Juli 2015, Aqua mengadakan diskusi mengenai kelestarian air dan lingkungan. Bertempat di salah satu cafe daerah Intiland Tower, diskusi sekaligus buka bersama ini menghadirkan narasumber Prof. Emil Salim sebagai tokoh lingkungan hidup, Sigit Kusumawijaya sebagai arsitek perkotaan dan inisiator Indonesia Berkebun serta Karyanto Wibowo sebagai Sutainable Development Director PT Tirta Investama.

Sebelum diskusi dimulai, acara dibuka dengan sambutan oleh Troy Pantaouw, Corporate Communicatin Direktur PT Tirta Investama, AJA V terbuka bagi wartawan media massa dan masyarakat umum di seluruh Indonesia yang telah mempublikasikan karyanya selama periode 1 November 2014 sampai 31 Oktober 2o15.

Adapun kategori lomba ada enam, yaitu karya tulis jurnalis (cetak dan online), karya tulis umum (blog), karya foto jurnalis, karya foto umum, liputan televisi dan siaran radio.

Persyaratan peserta: a) wartawan media cetak, online, televisi, radio dan blogger. b) Karya sudah dipublikasikan di blog selama periode November 2014-31 Oktober 2015. c) Karya yang diikutsertakan dalam bentuk karya tulis. Artikel dikirim dalam bentuk format doc (word file) sesuai dengan yang telah dipublikasikan di media cetak beserta scan klipping berita atau menyertakan URL link untuk pemuatan berita di media online.  Karya foto yang dilombakan harus discan bukti pemuatan dan softcopy foto asli dengan ukuran per image maksimal 500 kb.

Karya blogger, tulisan dikirim dalam bentuk format doc. (word file) sesuai ddengan yang telah dipublikasikan di log beserta URL Link untuk pemuatan tulisan di blog. Untuk foto, peserta mengirimkan softcopy foto asli dengan ukuran per image maksmal 500 kb dan menyertakan URL Link pemuatan foto di blog.

d) Setiap karya dilengkapi dengan biodata (nama lengkap, nama media, email dan no. HP). e) Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 karya. f) Deadline penerimaan karya di 31 Oktober 2015. Semua materi dikirimkan melalui email ke LombaAJA5@yahoo.com dan LombaAJA4@gmail.com.

Adapun hadiah untuk masing-masing kategori, juara 1 mendapat uang tunai sebesar Rp.10.000.000, juara 2 sebesar Rp.7.000.000, dan juara 3 uang tunai sebesar Rp.5.000.000.

Wuih, melihat hadiahnya, saya langsung ngiler karena lumayan besarnya. Sebagai blogger, bagaimana kalau kita ikutan lombanya dalam kategori blog? Mumpung masih ada waktu, mari kita menulis tentang kelestarian air dan lingkungan.

Mengenai penulisan, Kamsul Hasan, Ketua Komisi Kompetensi Wartawan PWI Pusat, memaparkan etika jurnalistik dengan menyebutkan beberapa contoh kasus pemberitaan. Pada dasarnya, saya menyimpulkan dari penjelasan Pak Kamsul, bahwa kita harus chek and rechek atau bahasa Arabnya mah tabayun. Karena apabila etika tersebut diabaikan, maka kita sendiri sebagai jurnalis yang akan mendapat permasalahannya. Bukan hanya itu, yang terpenting dalam pandangan saya adalah pengaburan berita apabila terjadi pemenggalan berita   atau ketidakseimbangan berita.

Diskusi sendiri berlangsung sangat seru. Pak Emil Salim berbicara dengan menggebu-gebu tentang proses air dan alam. Begitu pula dengan Sigit Kusumawijaya, dia memaparkan tentang Indonesia Berkebun yang digagasnya. Karyanto Wibowo menjelaskan peran Aqua dalam menjaga dan melestarikan air serta lingkungan.

Demikianlah, Anugerah Jurnalistik Aqua sebagai salah satu bentuk pengapresiasian kepada media yang telah menyuarakan tentang air dan lingkungan. Akhir kata, mari kita menulis dan mengikuti lombanya… Semoga kita semua menang. Aamiiin πŸ™‚

Advertisements