Tags

,

Kemajuan teknologi komunikasi beriringan dengan penemuan-penemuan bisnis komunikasi. Tahapan-tahapan komunikasi melalui media terus berkembang, dan melesat mengejar mimpi para pendahulu kita. Salah satu perkembangan bisnis atau pekerjaan yang sedang banyak diminati adalah blogger.

Melalui internet, dunia menjadi tanpa batas wilayah ataupun hirarki sehingga siapa pun bisa tampil dengan kemampuan yang dimilikinya dalam komunikasi di dunia maya.

Untuk mengasah kemampuan dan skill kita bisa mengikuti suatu komunitas atau organisasi yang memiliki hobi yang sama. Kesamaan hobi ini menjadi ikatan dalam berkomunitas.

Blogger Reporter Indonesia atau BRID lahir untuk mewadahi para blogger dalam beraktivitas dan berkreativitas. Saya sendiri sudah bergabung di komunitas BRID yg dipelopori oleh Hazmi Srondol ini hampir dua tahun. Perjalanan panjang yang tak terasa saya sudah lama turut beraktivitas di BRID.

image

Masih ingat ketika saya pertama ikut berkegiatan blogger di BRID ketika Indosat hadir di Taman Mini Indonesia Indah. Saya baru menyadari bahwa ada banyak para blogger yang berkiprah dan konsen dalam menjalankan aktivitas ngeblognya.

Waktu itulah pertama kali saya ikut liputan blogger, karena selama ini saya hanya menulis fiksi.Β  Sangat menarik dan mengesankan, karena dari ngeblog bisa mendapatkan penghasilan.

Perjalanan selanjutnya, seiring dengan perkembangan bisnis di media online, blogger telah menjadi media relation para perusahaan. Keberadaan dan tulisannya diperhitungkan dalam kancah pengembangan bisnis di Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya media komunikasi massa digital, maka melahirkan digital marketing dalam dunia bisnis. Sebagaimana yang dikatakan Argenti (2010:12) bahwa blog dan media sosial dapat menciptakan gaung yang dirasakan oleh dunia luas. Pada tahun 2007 saja, Technorati melacak lebih dari 107,6 juta blog dan lebih dari 250 juta bagian dari media sosial yang di-tag. Sebagaimana yang diperkirakan Argenti, bahwa angka-angka tersebut bertambah seiring dengan para konsumen yang mengasumsikan pengendalian reputasi perusahaan lebih jauh dan berkomunikasi satu dengan yang lain dalam real time.

Oleh karena itu, para perusahaan berkompetisi di lingkungan media baru internet, sehingga mereka beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Maka, tidak berlebihan bila komunitas BRID sebagai wadah yang menjebatani para blogger dengan perusahaan yang ingin mengkomunikasikan produknya.

image

Tentunya, untuk menjaga kerjasama dengan klien, para pengundang liputan, BRID menerapkan syarat dan ketentuan bagi anggotanya dalam mengikuti suatu liputan. Yang jelas, menulis dan melaporkan hasil tulisan liputan menjadi prioritas bagi yang ikut acara blogger. Pada dasarnya, komitmen menulis blog bukan hanya untuk kepentingan komunitas atau perusahaan, tetapi komitmen sebagai anggota komunitas BRID sekaligus blogger. Hal tersebut sebagai profesionalisme profesi blogger. Saya sendiri merasa terbantu dengan peraturan dari admin BRID yang mewajibkan menuliskan tulisan dalam batas waktu tertentu. Saya menganggap sebagai latihan untuk pengembangan diri yang masih harus terus belajar dari para admin dan blogger lainnya.

Hari ini, Selasa, 7 Juni 2015, saya menghadiri buka puasa bersama dengan para anggota komunitas BRID. Saya ikut acara ini, selain bersilaturahim dengan para blogger lainnya, saya berkesempatan mendengarkan tausiyah dari Kang Arul, dosen gaul dari UIN Syarifhidayatullah Jakarta.

Tausiyah yang mengambil tema pembangunan karakter. Sang dosen memaparkan bahwa sebagai blogger harus memiliki karakter tersendiri. Kang Arul menyebutkan bahwaΒ  blogger sebagai passion, maka memiliki karakter berani, respek kepada orang lain, berlatih, pengembangan diri, dan menginspirasi.

Pada dasarnya, blogger itu profesi, maka dalam menjalankan profesi tersebut lakukan untuk menyebarkan kebaikan dan pengembangan diri menuju kepada yang lebih baik. Penutup dari kata-kata Kang Arul, tetesan tulisan blogger seperti tetesan air pada batu, yang akan melunakkan batu yang keras.

Bicara profesi, saya teringat dengan keteguhan dan profesionalitas Indar Atmanto dalam profesionalismenya pada bisnis telekomunikasi. Keberhasilannya dalam mengembangkan telekomunikasi murah dan menyebar ke seluruh Indonesia mendapat benturan. Ketika profesionalisme dibenturkan dengan keserakahan yang membuatnya mendapat ujian berada di penjara.

Bagi jiwa yang merdeka, penjara bukan suatu pembatas. Namun demikian, keadilan dan tuntutan kebenaran harus tetap diupayakan.

image

Buka bersama BRID ini dihadiri oleh Yenny Wahid dan Ami Atmanto. Dua perempuan hebat yang memiliki profesionalitas dalam bidangnya masing-masing.

Acara semakin seru dengan para testimoni dari para blogger yang menyampaikan kesan-kesannya atau testimoni selama menjadi anggota dan beraktivitas di komunitas BRID.

Akhir kata, terima kasih kepada segenap Admin BRID yang telah memfasilitasi kami dalam beraktivitas di dunia blogger. Semoga silaturahim terus terjaga, membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua. Aamiin

Advertisements