Tags

, ,

Perempuan dan anak-anak merupakan anggota masyarakat yang harus dilindungi oleh negara. Pemerintah mewujudkan kepedulian negara dengan membentuk departemen khusus berkenaan tentang permasalahan perempuan dan anak, yaitu Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Di era kemajuan teknologi komunikasi sekarang ini, penyaluran aspirasi, inspirasi dan solusi dapat tertuangkan dalam dunia virtual. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media website sebagai saranan penyampaian dan penerimaan segala hal yang berkaitan tentang perempuan dan anak Indonesia.

Indonesia terangkai dalam kumpulan pulau-pulau, dari Sabang sampai Merouke membentang tanah air tercinta. Sebagaimana kita ketahui, ibu pertiwi Indonesia sangatlah luas, penjelajahan dari satu daerah ke daerah lainnya membutuhkan waktu yang lama.

Kecanggihan teknologi komunikasi telah memperkenalkan website sebagai salah satu media yang dapat menjangkau batasan wilayah dan daerah. Demikian pula dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hadir dengan media website Serempak. Dengan misi dan visi yang sama keduanya berkolaborasi dalam membantu memberdayakan perempuan dan melindungi anak melalui website Serempak.

Serempak merupakan portal interaktif yang memberikan fasilitas diskusi sekaligus media komunikasi tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dipandu oleh pakar di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Pada dasarnya, portal Serempak adalah milik warga Indonesia, karena siapa pun warga negara Indonesia dapat turut berpartisipasi di dalam portal tersebut.

Senin, 29 Juni 2015, saya mengikuti talkshow yang bertema, Maju Bersama Serempak, dengan narasumber, Robert AB sebagai akademisi digital marketing dan Ani Berta sebagai aktivis media sosial.

Robert AB mengupas tentang digital marketing dalam kajian dan penelitian. Sekarang ini bisnis online telah berpola pada digital marketing. Robert AB membagi dua jenis internet marketing, yaitu tradisional marketing dan digital marketing. Ternyata, milist dan broadcast sudah masuk ke tradisional marketing. Adapun digital marketing bisa dekat dengan siapa saja tanpa batas wilayah, salah satunya dengan menggunakan media sosial. Apalagi, sekarang ini digital marketing sudah ada dalam genggaman. Iya, smartphone. Hampir semua warga, terutama kota, memilikinya dan menggunakan media sosial sebagai aktivitasnya. Hal ini dapat terlihat dari penelitian pengguna media sosial, bahwa 55% pekerja atau wirausahawan, 18% mahasiswa dan 16% ibu rumah tangga.

Media sosial salah satu kelebihannya bisa dual personality yang bisa mengarah pada digital marketing. Misalnya, saya memiliki bisnis beberapa bisnis online, seperti writerpreneur dan toko kue online. Maka, kedua bisnis tersebut masing-masing harus memiliki nama akun tersendiri yang menjabarkan akan bisnis kita. Hal ini berkaitan dengan positioning branding yang akan menjadi pembeda dari produk lainnya.

Bisnis online dengan digital marketing akan jelas produk knowledge merk yang kita pasarkan, sehingga konsumen langsung mengetahui akan produk yang kita pasarkan. Misalnya, ketika menjual produk barang macam-macam kue dan oleh-oleh khas Tasik, saya memberi nama paketan barang itu rangginang-ranggining. Saya paparkan jenis kue dan harganya sebagai produk knowledge dari rangginang ranggining.

Begitu pula dengan produk jasa, writerpreneur, maka saya memilih nama akun motekar dalam menggambarkan dari produk knowledge jasa penulisan. Saya paparkan jenis produk dari writerpreneur tersebut.

Pada dasarnya, nama sebuah produk adalah brand atau pembeda dari produk lainnya. Maka, dalam bisnis, pemilihan nama sangatlah penting. Tentu saja, harus diiringi dengan promosi dan sosialisasi dari brand tersebut.

Berbeda dengan tradisional shoping yang mana kita berhadapan langsung dengan penjualnya, tetapi tak jarang kita bertemu dengan SPG yang tidak mengetahui produk yang dijualnya.

Demikianlah, dalam prosesnya kita yang menjalankan dan merasakan akan kelebihan atau kekurangan dari dua model belanja tersebut.

Seringkali dalam menulis di blog, saya menulis dengan mengikuti kata hati. Hal tersebut tidak lepas dari minat dan kesukaan saya sendiri. Tentu berbeda tanggapan ketika mengeksplor tulisan pada orang yang tidak memiliki hobi atau tujuan yang sama, maka komunitas menjadi hal yang sangat penting dalam menebarkan ide atau pemikiran yang searah dengan anggota komunitas lainnya.

Pada perkembangan selanjutnya, tulisan yang kita buat setiap hari bak latihan yang akan menggembleng kita atau menampakkan kita sebagai penulis yang memiliki karakter tulisan yang khas.

Bukan hanya menulis di blog pribadi, kita juga bisa menjadi kontributor bagi website lainnya. Dalam hal pengaplikasian media sosial sekaligus tips menjadi kontributor website, dipaparkan oleh Ani Berta, seorang blogger yang telah berhasil dan sukses dalam aktivitas ngeblog dan pemanfaatan media sosialnya.

Penulisan tulisan di blog sendiri akan berbeda ketika menjadi kontributor, yang mana menjadi kontributor harus mengikuti pedoman penulisan dari media tersebut, atau sebagai editor, saya mengenalnya sebagai gaya selingkung bahasa. Penulisannya dengan melihat pada sudut 5W 1H.

Sangat bermanfaat sekali pemaparan dari kedua narasumber tersebut. Hal itu dapat menjadi bekal dalam panduan penulisan menjadi kontributor Serempak. Iya, sebagai perempuan saya sangat tertarik untuk turut serta menulis sebagai jurnalisme warga sekaligus memaparkan ide atau pikiran saya tentang perempuan dan anak.

Cara mengirim tulisan di Serempak sangat mudah, kita tinggal daftar sebagai anggota portal Serempak, kemudian memasukkan tulisan di kirim artikel, menu paling bawah dari website. Saya sudah mendaftar menjadi anggota di portal Serempak, saya tinggal menunggu teman-teman untuk mendaftar dan sama-sama menulis di serempak.co.id. Yuk, kita serempak menuju berkemajuan bangsa. πŸ™‚

Advertisements