Tags

Ramadhan merupakan bulan beribadah, bulan untuk melatih diri menjadi seseorang yang mengenal akan dirinya dan Tuhannya. Orang yang mengenal akan dirinya, tentu akan tahu keadaan tubuhnya, sehingga dalam setiap anggota tubuh memiliki hikmat dan arti penting dalam kehidupan.
image

Kesehatan bukan hal yang mustahil bagi yang sudah mengenal dirinya. Dia akan mengetahui kelemahan sekaligus kekuatan tubuhnya. Ketika berpuasa, bukanlah sesuatu yang dikeluhkan menjadi permasalahan dalam menghadapi rasa lapar atau kesakitan.

Puasa bisa menjadi latihan penting dalam mengenal diri. Kita bisa dapat merasakan perut yang berbunyi atau tenggorokan yang haus. Dalam pengenalan akan rasa anggota tubuh, bukan  berarti itu menyiksa diri, tetapi proses dalam memahami akan diri itu sendiri.

Lalu, kenapa dalam berpuasa harus menyiapkan segala sesuatunya agar sehat ketika puasa? Memang, dalam pengenalan diri ini ada beberapa hal kesehatan yang harus kita pahami. Misalnya, ketika telat makan, maka perut terasa sakit dan perih. Begitu pula ketika kelebihan memakan daging, maka tubuh pun merespon dengan sulitnya pup.

Sebenarnya sederhana sekali, karena kita sendiri sering mengalaminya, tetapi kadang kita tidak mengamati hal tersebut sehingga melupakan hikmah atau pelajaran yang harus kita ambil ketika dalam keadaan tersebut sehingga tidak terulang lagi.
image

Menarik ketika menyimak talkshow dengan dokter Adhisti Pritalina pada acara Buka Puasa Bersama Wartawan dan Blogger yang diadakan oleh Soho. Selama berpuasa 12 jam, tubuh akan mengambil cadangan glukosa berupa glikogen yang tersimpan di hati dan otot sebagai energi. Glikogen lalu diubah melalui proses glikogenolisis menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh, dan tubuh juga menggunakan sejumlah protein sebagai tambahan energi selama 12 jam. Proses inilah yang mengakibatkan tubuh terasa lemas.

Tubuh lemas ketika puasa memang wajar, apalagi ketika awal puasa. Namun, selanjutnya akan terbiasa dan tubuh pun akan menyesuaikan diri dengan asupan makanan yang terbatas.

Menjaga pola makan dan banyak minum ketika berbuka menjadi hal penting untuk memelihara kesehatan. Perempuan dengan segudang aktivitasnya juga hendaknya memperhatikan akan kondisi tubuhnya.

Pada acara yang diadakan di Hotel Grand Sahid, 30 Juni 2015 ini hadir juga sebagai narasumber, Mira Sahid, founther komunitas Kumpulan Emak-emak Blogger. Sebagai perempuan, istri, ibu dan diri sendiri, tentunya perempuan juga harus memahami akan diri dan tubuhnya. Segudang aktivitas rumah tangga, kerja dan ngeblog bukan menjadi halangan untuk memerhatikan diri sendiri.

Dalam keseharian, kita bisa memulainya dengan membiasakan minum 8 gelas sehari. Bisa mengambil pola minum, dua gelas waktu sahur, dua gelas waktu buka dan empat gelas di malam hari dengan rentang 1 jam.

Membiasakan berpola makan sehat menjadi salah satu cara dalam memerhatikan diri dan tubuh sendiri. Saya sendiri dalam hal ini masih dalam proses latihan, latihan dengan kasadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Semoga saya bisa menyelesaikan latihan bulan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga saya bisa melanjutkan latihan ke tahap berikut. Ternyata, puasa sehat itu puasa penuh hikmah.

Advertisements