Ramadhan bulan yang penuh ibadah. Setiap langkah menjadi jalan ibadah. Ramadhan menjadi bulan pelatihan, melatih diri menjadi lebih baik, menjadi makhluk yang dicintai oleh Allah, menjadi hamba yang taat atas perintah Allah.

Langkah setiap insan menjadi sebuah inspirasi dan aspirasi pada setiap diri. Tak ada yang mengetahuinya kecuali diri kita sendiri. Dalam jejak yang menjadi langkah pada setiap kedaan.

Semua ada dalam suatu ikatan yang menuju pada keadaan yang smestinya. Sebuah perjalanan untuk mengetahui keadaan yang berbeda dengan semua yang menjadi pilihan dalam kehidupan.

Rangkaian ini seperti dalam cekungan yang menjadi bagian pada hal yang sudah ditentukan dengan hal-hal yang sudah ditentukan. Ada banyak hal yang menjadi bagian, tetapi menjadi bagian.

Ramadhan sudah hadir dan mengantarkan kita dalam siklus untuk melatih diri mengenal diri sendiri. Seperti bagian perjalanan yang berhenti sejenak untuk melihat jiwa. Ada yang menyebutkan, man ‘arafa nafsahu fa ‘arafa rabbahu. Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannya.

Sembilan hari sudah kita lalui dalam berjalan di bulan Ramadhan, semoga kita bisa memanfaatkan sisanya dengan sebaik mungkin. Menjalankan, yang harus dijalankan. Iya, perjalanan masih panjang, seperti hal yang sudah ditetapkan dalam perintah Tuhan.

Advertisements