Catatan Ramadhan, Hari Keenam

Hari ini adalah hari keenam Ramadhan, perjalanan rasa terasa berat dan menyedihkan. Betapa mudah hati merasa kesal pada sesuatu, sedangkan secara logika hal tersebut tidak mesti ada. Menatap hati yang seperti menangis, mengais dalam rindu yang terbelut oleh emosi.

Segaris huruf telah menyulut emosi, serangkaian kata telah menyesakkan dada. Betapa berat rasa ini, menerima diri dengan rasa-rasa tersebut yang membuatku tersiksa sendiri.

Allah, menyebut-Mu melelehkan hati yang sedang risau oleh berbagai rasa. Teori dan dalil yang aku ketahui seperti mental, pergi menuju kitab-kita yang aku baca tiap hari.

Di sini, pikiranku masih mendidih pada sesuatu yang tak berapi. Jelas dan terang tergambar akan berbagai balutan emosi.

Menatap dan mengamatimu satu per satu, menelisik akar masalah dan menyadarinya masih terasa malas bagiku. Iya, kitab diri yang terbentang dengan pengenalan emosi dan rasa membuatku menggelepar, menyebut nama-Mu, Tuhan.

Hari keenam Ramadhan, aku masih melatih melihat diri dan menatapnya, ada yang sedih, marah, iri, kecewa, rendah diri, iba diri dan sombong.

Dalam diam, hamba menyerahkan dan mengembalikan semua rasa dan emosi kepada-Mu, Ya Rabb… Ampuni hamba…

Astaghfirullah… astaghfirullah…astaghfirullah…

6 thoughts on “Catatan Ramadhan, Hari Keenam

Add yours

Leave a Reply to senengutami Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: