Tags

, ,

Tersentak saya ketika mendengar berita tentang penyebaran Narkoba melalui makanan. Salah satunya brownies. Saya yang memang doyan ngemil, termasuk penyuka brownies menjadi penasaran dan mencari tahu bagaimana sebenernya brownies Narkoba.

Setelah saya telusuri, saya menemukan tulisan berita di Kompas.com yang memaparkan tentang seseorang yang pernah berlangganan brownies Narkoba, sebutlah namanya An. Dia mendapatkan brownies dari temannya sendiri yang memang ahli masak. Brownies Narkoba ini bukanlah model baru, karena dia sendiri sudah menikmati brownies Narkoba sejak lama dari tahun 2013. Hanya saja, temannya menjualnya pada kalangan terbatas dan sangat ketat penjualannya.

Sekarang An sudah berhenti dari memakan brownies Narkoba, dalam pemaparannya dia menyebutkan bahwa harga brownies Narkoba sangat mahal. Pada waktu dulu saja harga Rp.100.000 untuk ukuran 20 cm x 10 cm persegi.

An juga bercerita akan efek dari kue brownies. Banyak yang sesudah makan brownies Narkoba yang tak sadarkan diri dan lemas berhari-hari. Dia juga sering mengalami hal tersebut kalau selesai memakan brownies Narkoba. Efeknya lebih para daripada menghisap ganja, karena makanan ini langsung massuk ke peredaran darah sehingga tubuh jadi tidak bisa merasakan apa-apa.

Wow… Setelah baca pengalaman An tersebut saya semakin merinding. Betapa tidak, sebagai seorang perempuan dan calon ibu, saya harus dapat memilih makanan yang sehat dan baik bagi diri saya sendiri ataupun keluarga. Hal tersebutlah yang membuat saya mencari tahu tentang tanda-tanda dari brownies Narkoba.

Saya jadi teringat pesan orangtua untuk tidak jajan sembarangan, lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah. Pesan yang terkesan menghemat, tetapi maksudnya sangat dalam untuk lebih berhati-hati dan waspada pada jajanan luar. Apalagi dengan fenomena pengedaran Narkoba yang semakin meraja lela. Mereka tidak sembunyi-sembunyi dalam pengedarannya, tetapi sudah terang-terangan.

Penjelasan tentang bahaya Narkoba semakin gamblang dengan penjelasan dari Deputi Pencegahan BNN, Pak Antar Merau Tugu Sianturi, bahwa Indonesia darurat Narkoba. Peredarannya sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk mencegahnya, maka kita bentengi diri kita dan keluarga dari Narkoba.

Tampil juga Pak Slamet Pribadi, Deputi Penindakan BNN, yang memaparkan jaringan Narkoba di Indonesia. Pencegahan dan penindakan pengedaran merupakan dua opsi dalam menyelamatkan Indonesia dari Narkoba.

Sebungkus Narkoba yang tersebar akan membinasakan generasi muda Indonesia. Tak terbayangkan bila generasi muda kita terindikasi jeratan Narkoba, maka negara kita akan hancur. Betapa tidak, peran otak dan raga yang seharusnya untuk membangun Indonesia, terkapar oleh Narkoba, naudzubillahimindzalik.

Dari beberapa hal di atas, saya menyimpulkan akan ciri-ciri jajanan Narkoba, yaitu harganya yang mahal. Contohnya, harga brownies bisa mencapai Rp.200.000.
Oleh karena itu, marilah kita saling membahu dalam mencegah peredaran Narkoba. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang ibu?

1. Bekal Makanan.
Biasakan membekali anak atau suami dengan makanan rumah yang sehat. Selain hemat keuangan, setidaknya dapat membatasi dari keinginan jajan di luar.

2. Belanja di tempat resmi.
Bila sedang ingin membeli makanan, maka belilah makanan di tempat-tempat berjualan resmi. Hal ini untuk mencegah adanya makanan yang tidak sesuai dengan pengkajian BP POM.

3. Harga Standar
Belanja makanan dengan harga standar, tidak mahal. Contohnya dalam membeli brownies, belilah pada harga yang standar. Kalau harganya mahal atau berbeda dari biasanya, hendaknya kita langsung curiga akan isi dari makanan tersebut.

4. Mendengarkan Keluarga
Setiap orang tentu memiliki permasalahan. Begitu pula dalam suatu rumah tangga. Maka, peran ibu sebagai teman bagi anak-anaknya sangat penting, ketika anak sedang berada dalam kegalauan, ibu bisa hadir sebagai teman “curhat” yang mendengarkan keluh kesah anaknya. Begitu pula bila suami mendapat masalah, ibu bisa mendengarkannya. Dengan mendengarkan mereka, mereka dapat meepaskan penat tersebut dengan nyaman. Lalu bagaimana dengan kita sebagai ibu dan istri? Kita bisa berbagi cerita kepada anak dan suami juga.

5. Banyak membaca atau mendengarkan nasehat
Sebagai perempuan, kita juga harus memiliki banyak wawasan pengetahuan. Dengan banyak membaca, kita mengetahui akan hal-hal yang berkaitan dengan Narkoba atau makanan yang sehat. Kita juga bisa mendengarkan nasehat dari para ulama, sehingga jiwa kita terisi oleh nasehat-nasehat kebaikan.

Demikian kurang lebih beberapa hal yang berkaitan tentang kewaspadaan dan kehati-hatian akan peredaran Narkoba dalam bentuk kue brownies. Semoga kita semua berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Advertisements