Tags

, , , ,

Suatu sore, saya mendapat WA dari salah seorang teman, dia mengabarkan ada konser gratis Slank di lapangan D Senayan. Berikut isi WA-nya:

All, kamu yang di Jakarta, atau yang bisa mampir ke Jakarta… Dateng yuk ke acara Konser Musik dalam rangka Menyambut HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) BNN mau ngadain event “Konser Anti Drugs with Slank” tgl 4 Juni 2015 bertempat di lapangan D Senayan, pukul 13.45 – 17.00, kita pnya marchandise ekslusive berupa kaos, sebagian hasil dr penjualan marchandise akan disumbangkan ke panti rehabalitasi sosial/medis swasta, Ayooo sapa yg mw (stok terbatas) info lebih lanjut buat kalian yg berminat bisa hubungi, Ferdy BNN 0856 3774 229, atau Nova BNN 0857 1717 8368 tolong di share ke temen2 yg lainย  yaaah,,,, tks “Lets Party Without Drugs”

foto kaos BNN

Wuih keren, bisa nonton konser Slank gratis. Siapa yang tidak mengenal Slank, band musik metal yang melegenda di Indonesia. Selain kecakapannya dalam bermain musik, anggota band Slank ini berhasil keluar dari jeratan Narkoba.

Kini, Band Slank turut kampanye Anti Narkoba. Keluar dari jerat Narkoba tidak lepas dari peran Bunda Iffet, seorang perempuan sekaligus ibu yang ingin menyelamatkan anaknya. Bukan hanya anaknya, tetapi personal Band Slank yang pemakai Narkoba.

Ibu mana yang tidak menangis ketika mendapatkan anaknya kesakitan, sakit karena minta Narkoba tambahan. Hanya tekad dan semangat kuat yang membuat Bunda Iffet berhasil membantu menyelamatkan mereka dari Narkoba.

Di era 1990-an, Narkoba dan rock ‘n roll melekat pada Band Slank. Band ini terdiri dari Kaka (Vokal), Bimbim (drum), Ivanka (bas), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar). Tiga dari personilnya pecandu Narkoba, yaitu Kaka, Bimbim dan Ivanka.

Menyimak berita Band Slank akan kisah mereka dengan Narkoba, menunjukkan bahwa Narkoba itu memang jahat. Selain merusak tubuh, merusak persahabatan di antara mereka. Bahkan Bimbim pernah ingin membubarkan band tersebut.

Saya yakin, keberhasilan Bunda Iffet dalam membantu Slank dari jeratan Narkoba tidak lepas tanpa ada keinginan kuat dari mereka sendiri. Masa rehabilitasi menjadi kawah candradimuka dalam meneguhkan niat untuk lepas dari Narkoba.

Narkoba yang mengganggu sistem saraf dan otak ini akan menggiring para pamakai untuk mengulanginya lagi. Kecanduan ini menjadi hal yang sangat berbahaya, karena untuk mendapatkan bubuk Narkoba, pecandu akan nekad berbuat apa saja.

Tak jarang yang sudah keluar rehabilitasi tergoda lagi menggunakannya, tidak berlebihan bila Bunda Iffet memilih jadi manajer Slank, untuk memantau perkembangan mereka.

Sekali lagi, belajar dari kasus Narkoba Slank, niat dan tekad kuat pribadi pemakailah yang dapat menyelamatkan mereka dari jeratan Narkoba. Tentu saja, peran serta keluarga dan sahabat sangat penting dalam membantu mereka keluar dari Narkoba.

Melihat dari pengalaman mereka, tidak berlebihan bila Slank konsentrasi dalam pencegahan anti Narkoba. Pahit sudah mereka rasakan, tentunya mereka tak ingin pula orang lain merasakan racun Narkoba. Mari tonton gratis konsernya, mudah-mudahan dapat mengingatkan kita akan bahaya Narkoba.

Bagi teman-teman yang ingin membantu saudara kita yang direhabilitasi, bisa membeli marchandise kaos dari BNN. Silakan menghubungi nomer telepon yang tertera di atas. Ayo, kapan lagi bisa membantu sekaligus mendapatkan kaos keren BNN. ๐Ÿ™‚

Advertisements