Tags

, ,

“Pakaian itu harus rapi. Ketika berpakaian, niatkanlah berpakaian untuk menghormati diri sendiri sekaligus sebagai melindungi aurat yang ada pada diri kita. Kadang kita berpikir, bahwa ketika memakai baju rapi dan bersih karena akan bertemu orang besar atau pembesar, semestinya berpakaian rapi adalah bagian dari diri kita, bukan karena bertemu orang lain.” Demikian kata Uwa saya ketika menasehati akan pentingnya berpakaian rapi.

“Pada dasarnya, kita menghormati diri kita sendiri, bukan orang lain. Karena menghormati orang lain, sama dengan menghormati diri sendiri,” lanjut Uwa dalam nasehatnya pada cucunya yang pemilih dalam memakai baju. Sebenarnya, ada nggak setrikaan yang bisa menyetrika rapi dan kilat dalam melakukannya?

image

Tampil rapi dengan selalu memakai pakaian yang bersih dan licin menjadi penghargaan bagi diri sendiri, demikian titik penekanan dari Uwa dalam menasehati tentang pakaian.

Di keluarga kami, tidak dapat diragukan lagi bahwa Uwa akan selalu tampil rapi. Meski pakaiannya sederhana, seperti kaos, dia tetap akan memerhatikannya. Dia akan menyuci dan menyetrika sendiri pakaian-pakaiannya yang dianggap bagus dan mahal.

Saya belajar banyak pada Uwa, karena dia akan menyetrika pakaian selama berjam-jam. Setiap garis lipatan sangat diperhatikan. Dia akan mencoba berbagai setrikaan untuk mempermudah pekerjaannya dalam menyetrika, bahkan ada satu setrika khusus yang hanya dia yang menggunakannya.

Sangat begitu memperhatikannya pada pakaian, membuat keluarga kami kagum. Ada hal yang berbeda ketika saya menyetrika, saya menyetrika dengan kerapihan biasa. Tetapi ketika Uwa menyetrika, dia seperti dirinya ditugaskan hanya untuk menyetrika, dan pakaian yang disetrikanya adalah bagian dalam perjalanan hidupnya.

image

Ketika Philips Indonesia meluncurkan setrika uap atau steam iron, saya sangat senang sekali. Selama ini saya hanya melihat Uwa menggunakan setrika itu untuk merapikan pakaiannya. Bukan saya tidak ingin menggunakan setrika uap tersebut, tetapi melihat lama dan ribet dalam penggunaannya membuat saya malas memakainya. Jangan heran bila hanya Uwa saja yang menggunakannya, yang lain tetap menggunakan setrikaan biasa, termasuk saya, sambil membayangkan menyetrika rapi dan kilat, hehehe…

image

Berbeda dengan Philips, ketika saya mencoba menggunakannya, ternyata tidak ribet dan tidak membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyetrika. Sebetulnya, saya sudah terbiasa menyetrika sejak di Madrasah Tsanawiyah, ketika masuk asrama pesantren. Awalnya, saya selalu menumpuknya dan membawa pulang ke rumah. Kebetulan, izin pulang rumah setiap dua minggu sekali, kebayang bagaimana menumpuknya baju setrikaan saya.

Karena selalu jinjing baju setrikaan dan terasa berat, akhirnya saya menyerah danΒ  melakukan itu beberapa bulan saja. Saya memilih menyetrika di asrama saja. Saat itu, menyetrika dengan menggunakan setrikaan arang. Terbayang ketika akan menyetrika, selalu berawal dengan belepotan hitam arang. Belum lagi ketika setrikaannya terlalu panas, maka akan membuat bolong baju. Demikian awal saya menyetrika dengan menggunakan setrikaan arang. Seiring perkembangan zaman, saya pun menyetrika dengan setrika listrik.

Dalam menyetrika pakaian, saya akan memilah jenis bahan pakaian, sehingga dalam perawatan dan metodenya akan berbeda. Misalnya, pakaian berbahan sipon, lepis atau katun akan diperlakukan berbeda dalam perawatannya.

Perjalanan menyetrika dengan berbagai setrikaan, membuat saya menyambut hangat dan senang atas kehadiran Steam Iron Philips Indonesia. Inovasi Philips dalam memahami kebiasaan warga Indonesia. Kenapa demikian?

image

Ada lima hal yang Steam Iron Philips tawarkan, yaitu:
1. Efisiensi waktu.
Philips menawarkan pemangkasan waktu 30% menyetrika. Fungsinya yang 2in 1, yaitu bisa setrika uap dan kering, membuat saya bisa memilih menggunakannya sesuai dengan baju yang saya setrika. Tentu akan berbeda metode menyetrika antara baju berbahan lepis dengan baju berbahan satin atau sipon. Dari sini sudah tergambar bagaimana saya bisa memaksimalkan Steam Iron Philips sebaik-baiknya.

2. Hemat listrik.
Belum lagi dengan adanya penawaran daya rendah listrik Steam Iron Philips hanya 400 watt, bila setrikaannya kumpul dan menggunakannya berjam-jam pun tidak masalah.

Steam Iron warna ungu ini memang cocok bagi yang memiliki daya listrik 900, 1300 atau 2300 Kwh.

3. Tidak lengket atau tahan lama pada tapak setrika.
Ini sangat penting dalam menyetrika karena saya pernah mengalaminya pada beberapa baju atau kerudung. Sebenernya saya yang salah juga karena memaksakan setrika lama untuk digunakan.

4. Tangki air mudah dibuka.
Setrika uap yang saya lihat selama ini berbeda dengan Steam Iron Philips yang bisa menggunakan uap ataupun tanpa uap. Pilihan ini menjadikan kita bisa memilihnya saat menyetrika.

Dalam pengisian isi tangki dengan air sangat mudah. Matikan dahulu Steam Iron, lalu cabut stopkontak. Setel kontrol uap ke posisi tanpa uap. Itu bagi yang tanpa uap atau kering.

Adapun jika saya ingin menggunakan uap, maka saya buka tutup lubang pengisian, miringkan setrika ke belakang dan isi tangki air dengan air keran hingga batas maksimum.

Hal yang harus diperhatikan dalam pengisian tangki air Steam Iron ini adalah jangan pernah mengisi air pada tangki melebihi tanda batas MAKS dan jangan memasukkan pewangi, cuka, kanji, zat pembersih kerak, bahan pelembut pakaian atau bahan kimia lainnya.

Untuk pewangi pakaian, Ria Miranda, desainer fashion dan ketua hijab community menyebutkan bahwa menggunakan pewangi dan pelembut pakaian sebelumnya, bukan saat sedang menyetrika. Maka, desain Ria Miranda yang lembut dan feminim serta banyak menggunakan bahan pakaian satin dan sipon ini dalam perawatannya #BUTUHSTEAMIRON Philips.

Setelah pengisian, kemudian setel suhu setrika. Letakkan setrika pada tumitnya, lalu setel suhu penyetrikaan sesuai kebutuhan. Masukkan steker listrik pada stopkontak dinding yang memiliki arde, maka lampu suhu akan menyala. Jika lampu suhu padam, tunggu dulu sampai nyala, karena selama menyetrika lampu suhu akan nyala. Mudah bukan?

5. Ringan dan mudah digunakan.
Ketika saya memegangnya, Steam Iron Philips sangat ringan dan sangat mudah untuk pengaplikasikannya.

Selain Steam Iron Philips warna ungu, ada Steam Iron warna hijau dengan daya listrik 1800 watt, tapak setrika anti lengket 2 lapis, hasil uap yang terus menerus 20g/menit, dan dorongan uap 70g.

Ada juga SteamGlide Philips yang memiliki 5 lapis, hasil uap 40g/menit, dorongan uap 139 gr dan daya listrik 2400 watt.

Dengan demikian, saya tidak mesti khawatir dalam menyetrika, karena dengan setrika uap Steam Iron Philips bisa rapi dan kilat pengerjaannya.

Advertisements