Tags

, , , , ,

Situs Gunung Padang adalah situs megalitikum yang ada di daerah Cianjur, Jawa Barat. Sudah banyak yang menceritakan tentang situs ini, baik dari segi sejarah atau arkeologi. Di sini saya hanya ingin bercerita perjalanan satu hari ke Gunung Padang, atau bahasa kerennya mah one day trip Situs Gunung Padang.

Situs megalithikum Gunung Padang

Sudah dua kali saya berkunjung ke situs ini, entah apa yang membuat saya kembali datang ke sini. Perjalanan pertama bermula dari rencana sang traveler cantik, Mbak Aryani yang mengajak saya, Ka Ria dan Mbak Ram, jalan-jalan ke Cianjur untuk mencoba kereta Siliwangi, Bogor-Cianjur, yang baru beroperasi.

Kami pun mulai mencari tiket kereta dua minggu sebelum tanggal yang ditentukan, karena tiket Sukabumi waktu itu selalu habis, maka kami memesan jauh hari sebelum kepergian. Waktu itu, harga tiket kereta, Rp.40.000, dengan rincian; Bogor-Sukabumi Rp.20.000, Sukabumi-Cianjur Rp.20.000.

Berangkat pagi dari Jakarta naik Commuter line ke Bogor, mengejar jam 07.00 WIB untuk keberangkatan kereta ke Sukabumi. Alhamdulillah, kami tidak terlambat sampai sana. Sekitar jam 10.00 lebih, kami sudah sampai Sukabumi. Lumayan jauh juga perjalanan Bogor-Sukabumi. Kemudian kami pindah kereta, naik kereta Siliwangi.

Awalnya, kami tidak memerhatikan bahwa kami harus pindah kereta. Saat itu kami sedang asik mengobrol dalam kereta sambil menyangka bahwa itu pemberhentian biasa di stasiun. Ketika melihat banyak penumpang yang masuk dan kami diusir, baru kami sadar bahwa kami harus pindah. Kami bertanya ke penjaga, dan dia pun menjawab bahwa untuk perjalanan ke Cianjur, pindah kereta. Di sana kami heran sama kelakuan petugas yang tidak mengabarkan bahwa kami harus pindah kereta.

Alhamdulillah, kami tidak ketinggalan kereta arah Cianjur, karena waktu itu sudah mendekati waktu pemberangkatan. Kami bertemu dengan Mbak Ram yang memang waktu itu dia sedang tuugas kerja di daerah Sukabumi. Baiklah, kami tertawa-tawa atas kelakuan kami, dan mengandai-andai kalau balik lagi ke Bogor, hehehe.

Waktu itu, kita membeli tiket hanya untuk perjalanan pergi, karena melihat jadwal pulang kereta yang masih siang, khawatir pulangnya kesorean, maka kami memilih naik bisa. Ada hal yang lucu, tiket kereta Sukabumi-Cianjur pada hari tersebut Rp.10.000. Dan menjadi sesuatu bagi kami yang sudah membeli tiket dua minggu sebelumnya dengan harga tiket Rp.10.000.

Di perjalanan, kami mengobrol hendak pergi kemana? Waktu itu niatnya cuma jajal kereta saja. Setelah nyari di google dan nanya-nanya, akhirnya kami memutuskan ke Gunung Padang dan Curug Cikondang. Untuk arah Gunung Padang, maka kami harus berhenti di Stasiun Lampegan. Jarak Sukabumi-Lampegan ternyata cukup dekat, tidak sampai sejam kami sudah sampai.

IMAG0132

Di stasiun ini kami foto-foto, makan siang di warteg buat ganjel perut. Selanjutnya, kami tawar menawar dengan ojek untuk menuju ke Gunung Padang dan Curug Cikondang. Kami juga bertambah teman dengan dua orang yang sama menuju Gunung Padang tapi belum tahu jalan. Sesama penyuka jalan-jalan, akhirnya kami semua naik ojek.

IMAG0141

Perjalanan pertama menuju Curug Cikondang. Seperti menerobos kebun teh, kami melewati jalan yang rusak. Daerah tersebut merupakan daerah pencarian emas, sehingga aliran sungai tersebut menjadi kotor. Kami masuk area curug dengan membayar tiket sekitar kurang lebih Rp.5000, belum bayar parkir ojek. Melewati pematang sawah untuk melihat curug menjadi kesenangan teersendiri bagi kami yang biasa melihat rumah besi. Sayang, air sungai tidak dapat dinikmati karena sudah tercemar zat kimia pembersihan emas. Hanya melihat dari jauh. πŸ™‚

Curug cikondang

Setelah puas melihat curug, kami pun melanjutkan perjalanan ke Gunung Padang. Memasuki area ini, kami membayar tiket sekitar Rp.3000. Di sana sudah banyak pengunjung. Banyak pelajar yang datang, mereka jalan-jalan sambil mengenal sejarah. Kami naik dengan jalur tangga yang terjal, dan pulang dengan tangga yang melandai.

Situs gunung padang

Di atas bukit kami melihat banyak batuan-batuan yang tersusun rapi. Tahap demi tahap saya lewati setiap undukan bukit. Luas dan lapang. Saat itu di atas tidak banyak orang, hanya kami dan beberapa orang lainnya. Tidak ada penjual. Hari sudah ashar, awan hitam menggelayuti langit. Kami segera turun. Ketika di dalam mushola untuk shalat, hujan deras mengguyur Gunung Padang.

Setelah hujan berhenti, kami pulang dengan ojek yang tadi, menuju tempat angkot arah kota. Angkot yang menuju bis arah Jakarta. One day trip yang penuh pengalaman dan menyenangkan. Ini pengalaman perjalanan pertama ke Gunung Padang. Bagi yang ingin pergi ke Gunung Padang dengan naik kereta, silakan mencobanya. Tetapi mungkin sekarang ongkos ojek akan sangat mahal untuk satu orang. Waktu itu, kami membayar ojek Rp.100.000 dengan nego yang alot dan lama.

Advertisements