Tags

,

Ketika menonton film Warkop DKI yang menyajikan makan di restoran Barat, kita disuguhkan tontonan keluguan mereka ketika berada di meja makan. Tiidak menyangka, saya pun berada pada peran yang sama, makan makanan Barat dengan ketidatahuan etiket meja makan ala Barat. Untung yang tahu teman duduk sebelah saya, tapi sekarang sepertinya semua orang akan tahu. 

Dalam suatu acara, sudah tersaji di meja banyak piring, garpu, sendok dan pisau. Sekilas saya hanya melihat tanpa memerhatikan detailnya, bahkan table mannernya. Saya kan mau menghadiri acara sekalian makan, bukan sengaja mau makan. Emang beda ya? (hehehe)

Perut sudah terasa keroncongan karena memang sudah memasuki jam makan malam versi saya, sehingga tak sabar menunggu makanan datang.

Namun demikian, saya tetap memerhatikan acara yang cukup lumayan menarik sebagai penawaran kecanggihan teknologi dapur. Setelah sekian lama, akhirnya penantian pun tiba, makanan datang, katanya sih ini makanan pembuka. Pada saat itu saya mulai menyadari adanya banyak sendok dan garu di meja saya.

google

“Wah, garpunya banyak banget,” celetuk saya pelan.
“Mulai dari yang terluar, Mbak,” kata Mbak Putri yang duduk di sebelah saya.
Asli saya masih bingung, ini yang terluar gimana maksudnya. Tapi saya tidak berpikir panjang, mulai mengambil yang terluar, ikut saran Mbak Putri.
Hidangan berikutnya datang, dan saya masih bingung, makanan tersebut cara makannya mengggunakan alat makan yang mana. Tanpa malu saya bertanya lagi, “Kalau yang ini makannya gimana, Mbak?”
“Ambil yang terluar, Mbak,” kata Mbak Putri.
Saya ikutin sarannya Mbak Putri dengan memegang pisau dan garpu. Ini juga saya masih bingung cara makannya. Pada sajian makanan berikutnya, saya masih bingung ini menggunakan alat makan yang mana, tetapi kali ini saya tidak bertanya lagi karena tinggal melanjutkan sisa-sisa alat makan yang tadi.

Tidak dipungkiri bahwa mengetahui etika meja makan setiap daerah sangatlah penting, setidaknya untuk menghormati yang menjamu dan pemilik rumah. Sayup-sayup saya teringat pelajaran etiket makan ala Inggris waktu kuliah dulu, karena tidak pada praktek, itu hanya menjadi lintasan pikiran.

Setiap daerah tentu memiliki etika jamuan makan tersendiri, seperti pernah mendengar cerita seorang diplomat China yang menghadiri jamuan ala Barat, saat itu dia menyeka pisau dan garpunya dengan serbet makan, padahal hal tersebut bisa mengartikan bahwa sendok dan garpunya kotor. Maka, seluruh seluruh sendok dan garpu diganti oleh tuan rumah.
Dari pengalaman kemaren, saya memerhatikan beberapa etika makan ala Barat, yaitu:
1. Membentangkan serbet atau napkin di atas lutut. Penggunaan ini dilakukan sebelum makanan pembuka disajikan. Serbet makan boleh digunakan untuk menyeka mulut ataupun jari tangan, tetapi jangan dipakai untuk menyeka peralatan makan.
2. Sebelum hidangan pembuka datang, biasanya ada roti di meja sebagai panganan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan tangan.
3. Hidangan pembuka (Appetizer). Hidangan ini bisa kita makan dengan alat makan seperti sendok, garpu, atau pisau kecil yang sudah tersedia di meja makan. Gunakan alat makan yang terluar sesuai dengan yang terdapat di meja makan. Penggunaan garpu dengan tangan kiri, dan pisau dengan tangan kanan. Tetapi kemaren saat menyuap ke mulut, saya tetap menggunakan tangan kanan.
4. Hidangan utama (main course) datang, lalu gunakan peralatan makan yang sudah tersedia.
5. Hidangan penutup (dessert).

Sebenarnya sih gampang-gampang susah dan tidak terlalu ribet dalam menggunakannya. Namun, dengan mengetahui hal tersebut, setidaknya kita bisa menghormati dan menghargai pengundang dengan sebaik-baiknya. Sekarang, siap menunggu sajian makanan ala negara lainnya… 

Advertisements