Sadar ataupun tidak, kadang kita tergesa-gesa untuk sesuatu yang menurut kita penting, sekaligus nggak penting.

Saya pernah turut berjalan cepat untuk mengejar kereta sampai melewati perlintasan kereta yang sudah diberi pengumuman kereta lewat. Iya, saya memikirkan waktu dan mengejar kereta, tetapi ternyata, saya lupa dengan nyawa saya, atau keselamatan hidup saya dengan melintasi rel yang sudah diberi peringatan.

Semalem ketika turun dari KRL, petugas menghentikan seorang ibu muda yang akan menyebrang rel kereta, tetapi ibu tersebut entah bicara apa sampai petugas yang minta masinis jangan jalan dulu padahal operator sudah mengumumkan jalan. Dengan tergesa-gesa ibu itu pun menyeberang rel. Setelah dia lewat, kereta pun jalan.

Saya tertahan karena memang sengaja membiarkan kereta lewat dulu. Setelah lewat dan keluar stasiun, saya menemukan ibu muda itu sedang membeli sayuran. Setiap malam, depan stasiun Klender selalu ramai oleh penjual sayuran, pasar malam.

Dari sana saya kembali belajar, mana yang prioritas atau tidak. Seringkali kita memang terjebak dengan suatu yang menurut kita penting, tetapi mengabaikan keselamatan diri.

Melihat prioritas dan tidak, sehingga dalam pengejewantahannya dapat melalui hidup dengan tidak tergesa-gesa. Saya pernah melakukan itu, dan mungkin bisa melakukannya lagi bila sedang merasa perlu. Tetapi, semoga saja masih bisa melihat yang prioritas atau hanya sekedar keinginan.

Advertisements