Tags

, ,

Jalan-jalan ke Wonosobo tidak akan pas bila tidak menikmati Mie Ongklok. Nama mie yang baru saya dengar ini membuat saya penasaran. Saya langsung menyambut gembira ketika teman saya mengajak makan mie ongklok.
image

Kami menuju mie ongklok ke warung langganan teman saya, depan rumah sakit. Tepatnya, Mie Ongklok Longkrang, Jl. Pasukan Ronggolawe No. 14. Teman bercerita kalau mie ini merupakan salah satu kuliner khas Wonosobo. Awalnya sekitar tahun 1960-an ada seorang kakek yang menjual mie ini. Entah kenapa kakek penjual mie tidak diketahui keberadaannya. Lalu, sekitar tahun 1975, Samsudin, pendiri Mie Ongklok Longkrang ini mencoba meneruskan berjualan dengan berkeliling. Ternyata jualannya laku dan banyak peminatnya. Maka, Samsudin membuka warung mie ongkloknya di warung ini.
image

Mie Ongklok sendiri diambil dari kata ongklok atau dicelup-celupkan. Bahan makanan Mie Ongklok seperti mie, irisan kol dan cukai dicampur lalu diongklok atau dicelup-celupkan. Setelah itu, mie dan campuran sayuran kol dan cukai ini dituang kuah. Adapun kuahnya berasal dari daerah Pati dengan tambahan gula jawa, ebi, dan rempah-rempah lainnya.

Perkembangan selanjutnya, ketika makan Mie Ongklok mendapat tambahan menu sate sapi dan tempe kemul, makanan khas Wonosobo juga.
image

Mendengar paparan itu, saya semakin ngiler ingin makan mie ongklok. Ternyata benar, warung mie Ongklok Longkrang ini sangat ramai, kami sempat ngantri untuk mendapatkan tempat duduk.

Setelah mie tersaji, tidak sia-sia saya ikut mengantri bangku. Terlihat campuran mie, kol dan cukai. Kuahnya kental. Rasanya enak, apalagi ditambah sate sapi dan sambal ulek yang tersaji. Belum lagi tempe kemul yang hangat. Alhamdulillah, Jum’at, 1 Mei 2015, saya bisa menikmati enaknya makan mie ongklok. Bagaimana dengan teman-teman, kalau ke Wonosobo, silakan mencoba mie ongklok, makanan khas Wonosobo.

Advertisements