Tags

, , , ,

Tak ada seorang pun yang ingin sakit atau memiliki penyakit tertentu, tetapi ketika penyakit datang, maka siapa pun tak dapat menghindarinya. Begitu pula dengan penyakit diabetes melitus, penyakit yang terkenal dengan sebutan sakit gula. Orang yang memiliki bakat akan diabetes, terdapat empat kontrol untuk mengelola diabetes melitus, apa saja?

image

1. Edukasi.
Pengetahuan tentang diabetes melitus sangat penting diketahui oleh penderita dan keluarganya. Lalu, apa sebenarnya penyakit diabetes? Apakah bagi yang memiliki penyakit ini masih bisa bertahan hidup? Bagaimana caranya?

Kamis, 23 April 2015, bertempat di RS. Antam Medika, saya berkesempatan mengikuti diskusi tentang diabetes dan perawatan gigi bagi penderita diabetes. Diskusi yang diadakan oleh RS Antam bekerja sama dengan Soyjoy ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Dr. Getty Ernawati Harefa dan Drg. Aulia Yudha Prawira.

Secara gamblang dan jelas, dr. Tetty memaparkan bahwa diabetes melitus adalah kumpulan gejala yang diakibatkan gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia, akibat tidak kuatnya produksi insulin atau tidak efektifnya kerja insulin do jaringan.

Siapa saja dapat beresiko diabetes, namun rata-rata yang beresiko diabetes adalah yang obesitas atau kegemukan, perokok, bakat keturunan, depresi, dan hipertensi.

Adapun gejala diabetes itu poliuria, polidipsia, poliphagia, penurunan berat badan, penglihatan sedikit kabur, mudah lelah dan sering mengantuk, sering merasakan pusing dan mual, sering merasakan kesemutan pada tangan dan kaki, impotensi pada pria, kelembaban atau gatal pada vagina.

image

Adapun Drg. Aulia memaparkan bahwa penderita diabetes dapat memeriksakan giginya ke dokter gigi. Pemeliharaan rongga mulut sangat penting bagi pengidap diabetes. Bila tidak memedulikan rongga mulut dan tidak tahu cara merawatnya bisa menimbulkan xerostomia (mulut kering), burning mouth syndrome (mulut terbakar), periodentitis (tidak ada tulang gusi), gingivitish (gusi berdarah) oral thrush, sariawan dan dental caries (gigi berlubang).

Untuk pencegahan penyakit gigi tersebut ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu kontrol rutin kadar gula darah, kunjungan rutin ke dokter gigi, rajin kontrol sariawan, infeksi jamur, dan hindari merokok. Selanjutnya, gunakan dental floss, gunakan pembersih mulut tambahan, sikat gigi tepat waktu dan teknik, jauhi stress dan perbaiki pola hidup, ganti gigi tanggal, dan laporkan menderita diabetes sebelum melakukan perawatan.

2. Diet.
Dalam hal ini, bagi penderita DM harus melakukan diet dan mengganti pola makan menjadi pola makan sehat.

Pengaturan diet kencing manis ini agar menjaga gula darah dalam batas normal, mencapai berat badan ideal, menjaga kadar lemak darah dalam batas normal, serta menekan atau menunda timbulnya komplikasi DM.

Pada dasarnya, makanan diabetes tidak berbeda dengan keumumannya, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah 1)  jadwal makan yang teratur, 2) jumlah kalori yang dikonsumsi setiap orang berbeda, tergantung jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan aktivitas fisik. 3) jenis makanan dengan menginsumsi jenis makanan low GI untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

GI itu apa? GI itu Glikemik Indeks. Tinggi rendahnya gula darah dapat dilihat dari nilai Glikemik Indeks yang berskala 0-100. Semakin rendah GI semakin baik. Low GI < 55, yaitu makanan yang melepaskan gula ke dalam darah secara perlahan sehingga gula darah stabil.

Dalam Jumlah kalori, pengidap DM bisa menghitungnya. Kebutuhan total kalori sama dengan kalori dasar x (kali) faktor aktifitas. Ada tiga golongan yang dapat dilihat, yaitu:
– Ringan, seperti pegawai kantor, guru dan sekretaris. Maka perhitungannya, perempuan x (kali) 1,55. Laki-laki x (kali) 1,65.
– Sedang, seperti mahasiswa, pegawai industri ringan, dan ibu rumah tangga. Maka perhitungannya, perempuan x (kali) 1,70. Laki-laki x (kali) 1,76.
-Berat, seperti butuh, atlet dan pelaut. Maka perhitungannya, perempuan x (kali) 2,00. Laki-laki x (kali) 2,10.

Adapun jenis makanan mengandung gizi lengkap dan gizi seimbang. Sedangkan jadwal makanan seperti biasa tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang dan makan malam. Apakah bisa makan snack?

Iya, bisa. Penderita DM bisa makan snack yang rendah GI. Salah satunya adalah Soyjoy. Dengan kandungan kaacang kedelai yang rendah GI, Soyjoy sangat tepat untuk dijadikan camilan siang, sore atau malam. Ada Soyjoy rasa stroberry, blueberry, hawtorn berry, apel, dan mangga. Tidak hanya itu, Soyjoy mengeluarkan dua varian rasa baru, banana dan peanut. Varian rasa ini mengayakan konsumen untuk lebih menikmati Soyjoy tanpa mengurangi kepentingan low GI.

3. Obat.
Jangan lupa minum obat yang sudah diberikan resepnya oleh dokter. Hal ini penting untuk proses penyembuhan dan pemulihan.

4. Olahraga.
Seringkali kaki kesemutan bagi penderita diabetes, maka lakukan olahraga. Dapat juga melakukan olahraga pasif tanpa terlalu berat. Olahraga ini mampu mengurangi resiko komplikasi. Olahraga yang dianjurkan adalah senam, jalan kaki, bersepeda dan berenang.

Demikian 4 kontrol bagi penyakit diabetes. Hal yang terpenting adalah jangan pernah bosan atau jenuh. Anda harus sabar. Insya Allah, dengan ikhtiar, sabar, dan tawakal atas sebuah penyakit, semoga Allah meridhoi anak ibadah dan kehidupan kita. Aamiin

Advertisements