Menulis bukan hanya sekedar membuat tulisan, tetapi bila kita kaji dan pelajari, dalam menulis bukan hanya tentang aku, apalagi untuk tulisan yang dipublikasikan di media massa ataupun media sosial.

Ketika menulis, bukan hanya tentang aku, tetapi juga berbicara kamu, dia dan mereka. Jangan heran bila ada tulisan yang dibaca oleh pembacanya akan berbeda. Singkatnya, ketika menulis bukan hanya bicara diri, tetapi bicara pembaca juga. Ada koneksi antara tulisan dan pembaca, sehingga tulisan tersebut hidup dan hadir di hati atau pikiran pembaca. Pesan yang disampaikan oleh penulis dapat terbaca oleh pembaca. Adapun baik atau buruknya tulisan feedback dari hasil pemahaman pembaca.

Tulisan yang kita tuliskan, pada dasarnya adalah informasi yang kita sampaikan kepada yang lain. Interaksi yang dibangun antara penulis dan pembaca melalui tulisan. Dalam komunikasi, ketika pesan ingin disampaikan oleh komunikator, maka dia akan mengkaji terlebih dahulu pesan yang akan disampaikan dan siapa komunikannya.

Dalam berkomunikasi, Brown dan Levinson (2009:184) menyebutkan bahwa memilih strategi pesan mana yang akan kita sampaikan tergantung rumusan berikut, Wx = D(S,H) + P (H,S) + Rx. Rumusan ini mengejawantahkan bahwa jumlah usaha (W) yang dilakukan seseorang bergantung pada jarak sosial (D) di antara pembicara (S) dan pendengar (H), ditambahkan dengan kekuasaan (P) pendengar atas pembicara, ditambah resiko (R) menyakiti orang lain.

Dengan demikian, dalam penyusunan tulisan harus memperhatikan segala hal, termasuk di dalamnya perencanaan penulisan, yaitu:

1. Pembaca
Dalam penulisan, kita harus tahu siapa yang akan membaca tulisan kita. Bisa juga ditujukan kepada siapa pesan tersebut disampaikan. Bila sudah jelas pembacanya, maka kemudian mengolah pesan tulisannya.
Hal ini agar ada sinkronisasi pesan, sehingga pesan kita pun dapat dipahami dengan mudah.

2. Isi pesan.
Setelah tahu sasaran pembaca, maka kita membuat pesan sesuai dengan keadaan pembaca. Misalnya, target pembaca kita adalah remaja, maka menulis dengan segmentasi keadaan remaja.

Dalam penulisan pesan berita,biasanya  memperhatikan 5W+1H (Who/siapa, What/apa, When/kapan, Where/dimana, Why/kenapa, dan How/bagaimana). Hal ini penting untuk penjabaran pesan agar mudah dipahami.

a) Who (siapa). Tulisan mencakup orang, lembaga, organisasi, perusahaan dan sebagainya.
b) What (apa). Peristiwa dengan menjawab apa yang terjadi.
c) When (kapan). Berbicara tentang waktu peristiwa.
d) Where (dimana). Berkenaan dengan tempat kejadian.
e) Why (kenapa). Memaparkan latarbelakang peristiwa tersebut.
f) How (bagaimana). Menceritakan proses kejadian.

3. Feedback
Kenapa saya bicara feedback, karena dari feedback itu saya tahu kualitas dari pesan tulisan. Apakah sesuai dengan tujuan saya dalam penulisan pesan atau tidak. Dari sini kita bisa terus berlatih dan berlatih meningkatkan kualitas tulisan.

Dengan demikian, mari kita menulis, menulis, dan menulis. ๐Ÿ™‚

Advertisements