Remaja adalah masa pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental. Pada masa remaja ini sering disebut masa topan dan badai. Peran orangtua sangat penting ketika si kecil memasuki remaja. Bukan hanya mempersiapkan dengan perkembangan mentalnya, tetapi juga mempersiapkan asupan makanannya. Termasuk dalam proses memasak, menggunakan minyak goreng jernih dan sehat.

Sabtu, 28 Maret 2015, bertempat di FX Sudirman, Jakarta, saya bersama Komunitas Emak-Emak Blogger serta berbagai komunitas lainnya mengikuti acara arisan Sun Co.

Dalam arisan ini, minyak goreng Sun Co memaintaint para ibu untuk menjadi ibu yang pintar dengan memilih makanan yang sehat, dari kualitas minyak goreng yang sehat.

Tidak semua minyak goreng itu  sama. Sun Co memiliki kelebihan, yaitu bening, mengalir dan tidak beku. Dengan pengambilan dari kelapa sawit yang terbaik, Sun Co telah melewati 5 proses dan memiliki dua kali penyaringan.

Untuk mengetahui dua kali penjaringan atau tidaknya, bisa dites dengan minyak goreng dimasukkan ke dalam kulkas selama lima menit. Kalau memang melalui dua kali penjaringan, maka tidak akan beku.

Sun Co yang diproduksi dari bahan minyak sawit pilihan ini bisa diminum sebagai cek atas keheningan dan kesehatannya. Dengan diminum, seperti pengambilan satu sendok untuk diicip-icip, maka salah satu hal untuk menyehatkan.

Dalam arisan Sun co ini hadir narasumber, Ita D Azly, seorang psikolog dari UI. Pada tahap awal, para ibu diajak sharing atau diskusi tentang hal yang dikhawatirkan oleh orangtua kepada remaja.

Dari sharing permasalahan dapat diketahui karakter dari anak-anak tersebut. Masa remaja sekarang dengan masa remaja para ibu tentu keadaannya berbeda, maka jangan menyamakannya.

Pada masa remaja ini, keadaan fisik, psikologis dan sosial anak sedang berkembang. Tentunya hal tersebut tidak sedikit yang membuat stress remaja. Belum lagi dalam kemajuan jaman sekarang ini, banyak hal yang mempengaruhi perkembangan remaja.

Orangtua harus memahami hal tersebut, sehingga bisa mengomunikasikannya secara baik dengan anak. Sebagai contoh, ketika anak mendapat masalah dan diam tidak bercerita kepada orangtuanya, maka ibu hendaknya mengetahui hal tersebut dengan lembut.

Ketika anak datang, ibu siapkan minuman atau makanan untuk anak. Namun kalau anak itu mengacuhkannya malah pergi ke kamar, ibu bisa bilang bahwa ibu ada di dapur. Itu sebagai pengantar awal dalam komunikasi orangtua dan anak.

Komunikasi orangtua kepada anak memang berdasarkan cinta. Namun terkadang, cinta ibu kepada anak perlu diungkapkan dengan jelas. Salah satu contohnya dengan menulis surat. Ibu menulis surat kepada anak. Sebagai alinea awal, ibu ungkapkan rasa cinta dan terima kasih kepada anak. Kemudian bila membutuhkan feedback anak, maka menuliskannya dengan baik. Selanjutnya permintaan maaf dari ibu. Memang tidak mesti demikian sama juga dalam penulisannya, bisa berkembang sesuai keinginan ibu.

Sangat bermanfaat ikut arisan Sun Co, selain mendapat minyak goreng, kami mendapatkan tips dalam berkomunikasi dengan remaja dari ahlinya. Terima kasih

Advertisements