Tags

,

Ayah Luar Biasa ketika ayah turut serta dalam menjaga dan memelihara anak. Sejak bayi, ayah turut berperan aktif dalam merawat bayi. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh ayah adalah dengan memandikan bayi. Apa manfaatnya? Apa dasar pemikirannya? Lalu, bagaimana caranya?

Ketiga hal tersebut saya dapatkan jawabannya ketika mengikuti acara yang diadakan oleh Zwitsal dalam mengkampanyekan, Suamiku, Ayah Luar Biasa.

Talkshow1

Kamis, 19 Maret 2015, saya berkesempatan mengikuti acara yang sangat bermanfaat, edukasi perawatan bayi oleh ayah. Pada dasarnya, perawatan bayi oleh ayah atau ibu tidak jauh berbeda teknik merawatnya.

Salah satunya dalam hal memandikan bayi. Cara memandikan bayi oleh ayah atau ibu, tetaplah sama. Hanya saja mungkin jarang ada ayah yang tahu cara memandikan bayi. Maka, ibu harus memberi tahu dan menuntun ayah cara memandikan bayi. Dari mulai teknik memegang bayi, membasuh dan menyabuninya dengan Zwitsal. Selama proses mandi, diharapkan ada komunikasi atau mengajak ngobrol bayi dengan ceria. Selanjutnya memijit bayi, sampai menyelimutinya dengan handuk dan memakaikannya baju.

Sebagai perempuan, tentunya saya sangat berharap mendapatkan suami yang baik sekaligus ayah luar biasa bagi putra putri kita. Anak adalah amanah dari Yang Maha Kuasa bagi para orangtua. Merawat dan memeliharanya menjadi kewajiban kita bersama sebagai suami istri.

Demo

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh ayah. Biasanya ayah hanya mengajak jalan-jalan atau dekatnya ketika sudah besar. Padahal, peran ayah dan ibu tidak ada perbedaan sejak anak masih balita atau bayi.

Kasih sayang ayah dan ibu dikenalkan langsung kepada anak melalui sentuhan, suara, dan pijatan. Ada banyak manfaat keterlibatan ayah dalam merawat bayi, di antaranya:
1. Perkembangan motorik anak lebih baik dari yang lainnya. Bayi yang dirawat oleh ayahnya sejak usia 0-6 bulan pertama, memiliki nilai perkembangan motorik yang sangat pesat.
2. Menstimulus sistem pendengaran anak. Suara ayah yang memiliki frekuensi lebih rendah dari ibu, maka akan memperkenalkan anak pada berbagai suara.
3. Menstimulasi sistem perabaan. Pegangan ayah akan terasa berbeda dengan ibu. Ayah cenderung menekan, sedangkan ibu berbentuk sentuhan. Hal ini akan memperkenalkan sistem taktil pada anak.
4. Manfaat psikologi. Manfaat psikologis ini bukan hanya pada jiwa anak, tetapi juga ayah dan keluarga. Keterlibatan ayah, turut serta dalam perkembangan fungsi indra, gerak dan kecerdasan kognitif anak.
5. Anak akan tumbuh dengan emosi yang stabil, percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial.
6. Kedekatan emosional anak dan ayah, serta keluarga. Salah satu caranya dengan memandikan bayi.

Ayah dan ibu sebagai stimulus anak dalam tumbuh kembangnya. Ayah yang sejak awal kelahiran bayi sudah turut merawatnya, terbukti dapat memberi perkembangan motorik yang lebih baik daripada yang tidak dirawat. Peran aktif seorang ayah dalam merawat anak sejak awal kelahirannya sangat dibutuhkan untuk mendukung dan memaksimalkan potensi kecerdasan anak di periode emas perkembangannya, yaitu 0-4 tahun, terutama usia 0-6 bulan. Demikian kata Rika Sandi, Brand Manager Zwitsal. Zwitsal  memahami akan pentingnya peran ayah, maka mensosialisakan kampanye, “Suamiku, Ayah Luar Biasa.”

Zwitsal sendiri berdiri tahun 1924 di Belanda, lalu diperkenalkan ke Indonesia tahun 1972, dua tahun kemudian, 1974, Zwitsal mulai diproduksi di Indonesia, daerah Surabaya. Ada 12 produk Zwitsal, yaitu baby shampoo, baby hair lotion, baby liquid soap, baby bar soap, baby powder, baby oil & cream, minyak telon, baby lotion & cream, baby cologne, baby wipes, baby gift packs, kids buble bath, dan kids shampoo.

Ada tiga varian yang ditawarkan Zwitsal, yaitu classic, natural dan extra care. Zwitsal bersifat Hippo Alergenic, meminimalisir adanya alergi. Sebagai produk perawatan bayi, Zwitsal turut mensosialisasikan ayah luar biasa.

Workshop1

Keterlibatan seorang ayah dalam merawat bayi sejak masa awal kelahirannya akan memaksimalkan perkembangan fungsi indra, gerak dan kecerdasan kognitif pada anak. Demikian kata Anne Gracia, seorang praktisi Neurosains Terapan. Ayah juga sangat berperan dalam memberikan manfaat secara psikologis. Lanjut Anne. Tidak hanya bagi bayi, tetapi juga bagi ayah dan keluarga.

Ada tujuh sistem sensorik pada bayi, yakni taktil (perabaan), vestibular (keseimbangan), proprioseptif (gerak antar sendi), auditori (pendengaran), olfaktori (penciuman), visual (penglihatan), dan pengecapan. Ketujuh sistem ini harus distimulasi dengan optimal, maka sejak bayi orangtua harus memberi stimulasi pada anak akan rangsangan sensorik tersebut.

image

Menurut Pyramid of Learning (Willioam&Schellenberger), bahwa kematangan sistem saraf pusat dan perkembangan optimal tujuh sistem sensorik menjadi dasar tercapainya perkembangan kognitif, gerak, dan fungsi sensor yang berujung pada tercapainya kecerdasan majemuk.

image

Dari ketujuh sistem sensorik tersebut, lima sistem distimulasi sejak dini dengan membutuhkan peran aktif ayah terhadap bayi. Maka, kelima sistem ini akan berkembang dengan baik, yaitu sistem perabaan, keseimbangan, gerak antarsendi, pendengaran dan penciuman.

Dian Sastrowardoyo sebagai brand ambassador Zwitsal turut hadir dan menceritakan pengalamannya ketika mengajak suaminya turut serta dalam memandikan bayi. Komunikasi dan pendekatan istri kepada suami, sehingga dalam keadaan suami sesibuk apa pun akan menyisihkan waktu untuk memandikan anak-anak, memakaikannya baju, jalan-jalan dan bermain.

Acara semakin seru dengan praktik langsung cara memandikan bayi oleh para laki-laki. Para ayah harus percaya diri dan yakin dalam memandikan bayi, sehingga dapat memberi kekuatan pada anak tersebut.

Dengan demikian, bagi para ayah yang masih memiliki bayi, jangan ragu untuk memandikan bayi. Itu adalah wujud dari kasih sayang ayah kepada anaknya. Tidak hanya itu, istri akan bangga dan mengatakan, “Suamiku, Ayah Luar Biasa.”

Advertisements