Tags

, ,

Medina kembali unggul sebagai grand master catur yang diadakan oleh Indosat. Senin, 30 Maret 2015, bertempat di gedung Indosat, Medina berhasil memecahkan rekor sebagai Indosat Grand Master Chess Match 2015. Dia menghadapi 670 pecatur seluruh Indonesia. Hal tersebut, menjadikan Medina memecahkan rekor MURI sebagai pecatur muda Indonesia yang tertangguh.

image

Saya berkesempatan menyaksikan sesi terakhir final Medina dengan tantangan 9 orang finalis. Dengan konsentrasi, mereka bermain catur online. Saya sungguh kagum dengan bakat dan ketekunan mereka dalam bermain catur. Usia mereka rata-rata remaja, bahkan ada yang berumur 11 tahun. Sungguh talenta hebat bagi remaja Indonesia.

image

Indosat Grand Master Chess Match merupakan kompetisi catur online, yang secara simultan diselenggarakan oleh Indosat dengan menggunakan aplikasi Jago Catur, yang sudah tersedia di Google Play Store. Acara ini telah berlangsung secara serempak diikuti 670 orang melawan Medina dari tanggal 28 Maret 2015.

Finalnya hari ini dengan menghasilkan 9 orang pecatur, yaitu Nabila Tabriz (17 tahun) dari Serang, Akbar (16 tahun) dari Tangerang Selatan, Awang Putra Sembada R (17 tahun) dari Sleman, Julisa Pasaribu (17 tahun) dari Bekasi, Daffa Abinaya Putra (11 tahun) dari Pontianak, Said Langguly (14 tahun) dari Depok, Timohty Jordan (14 tahun) dari Karawang, Fatariq Hilmi (17 tahun) dari Depok, dan Muhammad Ikhsan Padeka (17 tahun) dari Bekasi.

image

Dengan kompetisi ini diharapkan benar-benar mampu mendorong generasi muda untuk berprestasi dan memanfaatkan teknologi untuk sesuatu yang bermanfaat dan menyenangkan, sekaligus dapat mengembangkan olahraga catur. Demikian harapan Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat dalam sambutannya.

Tidak hanya itu, Hasyim Dojohadikusumo juga menyebutkan bahwa catur merupakan suatu olahraga yang mengajarkan fokus dan sebagai media pengalihan kecanduan Narkoba. Sebagai Ketua Umum PB Percasi, dia menyambut gembira kompetisi ini dan mengucapkan terima kasih atas upaya dan dukungan Indosat dalam mengembangkan olahraga catur sekaligus mencari bibit muda berprestasi melalui Indosat Grand Master Chess Match.

Permainan catur, saya melihatnya sebagai olahraga otak yang membutuhkan kejelian dalam bertindak. Menarik ketika melihat antusiasme para remaja dalam bermain catur.

Medina Warda Aulia merupakan remaja yang memulai olahraga catur sejak usia 9 tahun. Saya berkesempatan berbincang dengan Nur Muchlisin, ayah dari Medina. Berawal dari ketertarikan Medina pada permainan catur ayahnya, mendorong Medina untuk belajar catur.

Pertandingan yang pertama diikutinya adalah Porda DKI Jakarta tahun 2006. Pada Pekan olahraga daerah ini, Medina langsung mendapat juara pertama. Dari sana, jejak olahraga catur Medina dimulai. Remaja yang bercita-cita ingin menjadi ekonom ini berharap banyak teman-teman muda lainnya tertarik dan mau berprestasi melalui olahraga catur. Demikian kata Medina.

image

Keberhasilan dan kemampuan memenuhi tantangan dari 670 peserta catur, Medina mendapatkan sertifikat MURI sebagai pecatur muda Indonesia. Djaya Suprana sebagai Ketua MURI memberikan langsung penghargaan MURI terhadap kegiatan Indosat Grand Master Chess Match 2015 kepada Indosat, Percasi dan Medina.

Banyak medali dan capaian prestasi sudah diraih oleh Medina. Semoga dengan diadakannya Indosat Grand Master Chess Match dapat melahirkan para pecatur Indonesia yang berprestasi. Tampilnya Indosat sebagai suatu wadah atau media dalam berkompetisi catur, telah menjadi nilai tersendiri bahwa Indosat sangat memerhatikan para generasi muda Indonesia dan olahraga Indonesia. Terima kasih.

Advertisements