Tags

, ,

image

Ceker Mercon Mas Mono merupakan menu baru dari warung ayam bakar Mas Mono. Kaki ayam yang berselimutkan bumbu pedas rahasia Mas Mono dan Kecap Bango membuat ketagihan untuk terus makan.

image

Selasa, 24 Maret 2015, saya berkesempatan menikmati ayam bakar Mas Mono plus ceker ayam mercon, menu baru dari Mas Mono. Lada dan kecap berpadu seperti bumbu blackpapper sangat sedap dimakan. Pedasnya membuat saya ketagihan.

Ayam Bakar Mas Mono yang bertempat di Jl. Tebet Raya dekat Stasiun Tebet ini memang nyaman untuk menjadi tempat makan favorit. Di sini, kita akan melihat foto-foto perjalanan Mas Mono, dari mulai berjualan apa aja, kemudian berfokus pada jualan ayam bakar di pinggir jalan sampai memiliki outlet di beberapa tempat.

image

Kesuksesan Mas Mono ini telah dijadikan sebuah buku yang memberi inspirasi bagi para pembacanya. Keuletan dan fokus bidang usaha membuatnya menjadi teladan dalam berbisnis.

image

Dalam sajian ayam bakarnya, Mas Mono selalu menghadirkan kecap Bango. Produk kecap yang secara rajin dan terus menerus mengkampanyekan Kuliner Indonesia.

Kuliner Indonesia sangat banyak dan beragam. Luasnya wilayah Indonesia menjadi kekayaan Kuliner Indonesia. Satu masakan dari satu daerah, akan berbeda dengan menu daerah lain.

Keragaman kuliner ini berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia sendiri. Setiap daerah atau wilayah memiliki ciri khas tertentu. Sesuai dengan habitat flora dan fauna yang ada pada daerah tersebut.

Sebagai yang berasal dari daerah Sunda, khas makanan daerah saya akan berbeda dengan daerah lainnya. Meskipun sama, tetapi bagi ahli rasa, pasti akan ketahuan bumbu-bumbu yang tercampur di dalamnya. Seperti makanan favorit saya, kerecek kambing, saya merasa bumbu keluarga kami berbeda dengan makanan yang serupa lainnya. Begitu pula dengan masakan ayam. Keluarga kami selalu menyajikan ayam kampung, karena memang tinggalnya di kampung, sajian ayam pun berbeda rasa meski sama bumbu kuningnya.

Warung juga tidak berbeda jauh. Ayam bakar Mas Mono akan terasa beda dengan ayam bakar lainnya. Kekhasan ini menjadi hal unik tersendiri pada setiap makanan. Mas Mono dengan nama asli Agus Pramono, sudah memiliki dua buku. Dalam bisnis harus menikmatinya, sehingga dapat menikmatinya.

Sekarang ini untuk menjadi pengusaha muda banyak peluang dengan memiliki banyak mentor. Bisnis bukan sekedar dibuka dengan niat, tetapi harus ada aplikasi dan ketekunan. Tahun ini, ayam bakar Mas Mono akan membuka cabang sekaligus.

Pada kesempatan ini, hadir pula penggiat wisata kuliner, Arie Parikesit dengan beberapa tim penulisnya. Menarik ketika Mas Arie bercerita tentang kekayaan kuliner Indonesia berada dalam urutan pertama dunia. Saya juga terkagum-kagum dengan penulis kuliner dari Tim Arie yang bertubuh kurus padahal dalam sehari mereka bisa makan 40 kali sehari untuk merasakan masakan timur Indonesia.

Perjalanan ke pasar menjadi hal menarik ketika bisa melihat berbagai bahan makanan untuk dimasak. Dari sana kita akan mengetahui bumbu sekaligus menu masakan khas daerah tersebut.

Dalam melakukan bisnis, ada titik poin yang ditekankan oleh Mas Mono, bahwa memulai bisnis dari hobi. Kemudian dilanjut dengan inovasi. Ada juga spiritual company untuk menjaga kualitas SDM, dan selanjutnya ada packaging yang bagus. Sebagai wujud spritual, ayam bakar Mas Mono akan memberi makan gratis bagi yg puasa sunah Senin dan Kamis.

Acara yang sangat menyenangkan. Selain mendapat wawasan tentang bisnis, kita juga disuguhi berbagai menu spesial ayam bakar Mas Mono. Dan dari sini, saya menjadi penasaran untuk menelusuri kekayaan makanan khas Indonesia. Hal tersebut dapat diketahui dengan mudah. Caranya dengan mendwonload aplikasi Kuliner Indonesia. Selamat menikmati dan terima kasih

Advertisements