Tags

,

Ketika berhenti sejenak, bukan diam dalam gerak. Berhenti sejenak dari gerak dan langkah yang tak berujung. Melihat dengan sadar dan sepenuhnya akan diri, bukan baju atau hiasannya, tetapi jiwa yang abstrak tapi ada.

image

Ruangan luas ber-AC, di antara bantal-bantal alas meditasi, saya melihat diri dalam kaca yang menjadi dinding ruangan. Secara fisik berada dalam bayangan cermin, menjadi bagian dalam perjalanan kehidupan yang terus berkesinambungan dan berkeseimbangan.

Ahad, 15 Februari 2015, bertempat daerah Kemang, saya berkesempatan bertemu dengan Adjie Silarus. Seorang meditator maindfullness meditasi.

Perjalanan hidup modern yang serba cepat, ia perlambat dengan langkah meditasi. Tutur katanya menjadi bagian yang tak tertera dalam keseharian. Bicara jiwa dan diamnya raga.

Yin dan Yang adalah konsep keseimbangan hidup bagi Adjie Silarus. Yin dan Yang sebagai being dan doing. Di era modern yang serba cepat, maka pola hidup cenderung mengarah ke Yang atau doing. Adapun Yin atau being sudah mulai dilupakan dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan memilih mana yang lebih baik, Yin atau Yang, tetapi berada dalam keseimbangan keduanya menjadi titik tolak perjalanan.

Berdiskusi dengan Adjie seakan mengajak kembali untuk mengenal diri, menatap jiwa, dan menemukan kembali titik poin dalam perjalanan hidup.

Ada banyak metode meditasi, dan Adjie mengenalkan maindfulness meditasi. Secara makna, maindfullness bisa dikatakan sebagai ikhlas, atau bisa juga disebutkan dengan sadar penuh. Sadar akan beradaan raga dan jiwa saat ini.

Berdiskusi dengan Adjie Silarus seperti konsultasi. Alumnus Psikologi UGM ini menjabarkan berbagai ragam emosi dan rasa, lalu memberi tipsnya dengan meditasi.

Tak terasa diskusi sudah di akhir waktu, maka kami pun diajarkan cara latihan meditasi. Kami duduk dalam diam dengan memperhatikan tarikan napas ke perut, kemudian tahan, lalu hembuskan perlahan-lahan. Meskipun kita makhluk bernapas, tetapi ketika dilatih sesuai dengan tarikan napas maindfullness meditasi, ternyata membutuhkan latihan secara terus menerus.

Bagi yang tertarik, bisa membaca buku hasil tulisannya Mas Adjie, yang berjudul, Sejenak Hening. Bisa juga mengunjungi webnya dengan alamat, http://www.adjiesilarus.com. Terima kasih

Advertisements