Tags

, ,

image

Ketika pertama kali ngaprak atau jalan bareng Komunitas Napak Tilas Bogor, saya langsung diajak ke tempat prasejarah, Situs Megalitikum di daerah Tenjolaya, Gunung Salak, Bogor.

image

Seperti kembali pulang, saya merasa betah di kawasan rindang penuh tumbuhan hijau. Ada banyak Situs Megalitikum di sini, kami waktu itu langsung menuju ke situs yang paling atas, situs ini bernama Situs Megalitikum Pasir Manggis, kemudian turun menemukan beberapa situs lagi, dan akhirnya berada di Situs Megalitikum Cibalay.
image

Istilah-istilah yang ada pada situs Megalitikum pun kembali saya dengar dan lihat sendiri. Kembali pada pengenalan jaman batuan besar yang disebut situs megalitikum adalah suatu masa yang berada pada kebudayaan yang menghasilkan bangunan-bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar.
image

Bangunan megalitikum ini dipergunakan sebagai sarana untuk menghormati dan pemujaan terhadap roh-roh nenek moyang. Kebudayaan megalitikum muncul pada zaman neolitikum dan berkembang luas pada zaman logam.

Di Situs Megalitikum drh Tenjolaya ini, saya mengenal istilah sebagai berikut:

1. Punden berundak. Bangunan pemujaan para leluhur berupa bangunan bertingkat dengan bahan dari batu, di atasnya biasa didirikanย menhir.

2. Menhir. Berupa batu tegak atau berdiri. Dengan penjabaran, men berarti batu dan hir berarti tegak atau berdiri.

Menhir ini sebagai tiang atau tugu yang terbuat dari batu yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang, sehingga menjadi benda pujaan dan ditempatkan pada suatu tempat. Tidak hanya itu,menhir juga sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang, sebagai tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal, dan sebagai tempat menampung kedatangan roh.

3. Dolmen. Berupa meja batu besar dengan permukaan rata sebagai tempat meletakkan sesaji, tempat meletakkan roh. Dan menjadi tempat duduk ketua suku agar mendapat berkat magis dari leluhurnya.
image

Semua pemaparan tentang situs megalitikum dipaparkan oleh armarhum Pak Inotji Hidayatullah. Seorang doktor perpustakaan yang cinta sejarah dan arkeologi. Terasa baru kemaren Pak Inotji menyebarkan ilmunya tentang sunda dan kehidupan prasejarah serta sejarah. Padahal sudah 4 tahun silam kami mendapat ilmu dan penjelasannya.

Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta menerima segala amal ibadahnya. Aamiiin

Sejak itu, saya seperti haus, ingin ingin menjelajah bumi, melihat dan membaca berbagai situs di negeri ini. Terima kasih ๐Ÿ™‚

Advertisements