Tags

Guru adalah amanah yang dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pada dasarnya, secara filosofis, setiap kita adalah guru sekaligus murid, tempat belajar dan pembelajaran. Namun demikian, kriteria seorang guru sangat mumpuni dan terhormat. Al-Ghazali menyebutkan bahwa guru itu seorang pendidik yang memiliki kecerdasan, nalar akal, berakhlak baik dan fisik yang kuat. Dengan jelas, Arief Rahman, memaparkan tentang guru yang tangguh adalah guru yang berintegritas, percaya pada nalar, empati, kemerdekaan/kemandirian, keberanian, rendah hati, rasa keadilan, dan tahan deraan.

Perkembangan teknologi dan kemajuan jaman, maka para guru pun harus berada dalam jaman tersebut. Dengan memahami dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pendidikan. Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) masih terasa kurang di kalangan para guru di Indonesia. Padahal, dengan memanfaatkan TIK, para guru akan lebih mudah dalam proses mengajar.

Tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru. Peringatan untuk mengenang dan meneladani sang guru. Dalam peringatan hari guru ini, Gerakan Indonesia Terdidik TIK mengadakan seminar tentang guru dan teknologi informasi dan komunikasi, sekaligus peluncuran gerakan IndiTik di Perpustakaan Nasional.

Banyaknya guru yang belum terbiasa menggunakan internet dan slide presentasi saat proses mengajar, maka gerakan Inditik diluncurkan untuk membantu para guru memanfaatkan TIak secara cepat dan maksimal. Demikian kata Hendra Yudha, Ketua Djalaludin Pane Foundation. Selain itu, guru Indonesia juga menghadapi tantangan serius dari guru asing saat menghadapi masyarakat ekonomi Asean 2015. Lanjut, Hendra Yudha, pada sambutan seminar guru kemarin.

Acara yang membuat antusias para guru ini menghadirkan tiga sesi presentasi. Sesi pertama oleh pakar pendidikan Arief Rahman, yang menekankan akan pentingnya pendidikan dan mulianya tugas guru. Secara lugas dan tegas, Arief Rahman menjelaskan bahwa guru merupakan seorang yang digugu dan ditiru. Maka guru harus bisa dikoreksi dan mengoreksi.

Pendidikan itu adalah suasana. Ketika penghormatan kepada guru kurang, maka gurunya tidak berwibawa. Guru tersebut tidak bisa mengembangkan potensi anak. Sehingga ketika guru merusak suasana pendidikan, maka potensi anak pun akan hilang. Pada dasarnya, fungsi pendidikan itu mengembangkan kemampuan anak, bukan mencetak anak.

Oleh karena itu, pembelajaran harus diselenggarakan sedemikian rupa, sehingga terasa hidup. Secara tegas, Arief Rahman menyebutkan  bahwa para guru itu harus bersyukur karena sudah diberi tanggung jawab. Berhenti mengeluh. Karena guru itu tidak bergantung pada pembayaran uang, tetapi pada hatinya. Sedekah guru itu ilmu dan memberi inspirasi.

Guru hendaknya menguasai ilmu pengetahuan secara spesifik, memiliki kepribadian stabil, kemampuan dalam menggunakan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) serta menguasai metode pembelajaran.

Sesi kedua diisi oleh Uwes A. Chaeruman yang secara detail memberi materi pembelajaran saintifik TIK. Uwes menyebutkan bahwa paradigma praktik pembelajaran harus diubah dari paradigma tradisional menjadi modern. Ide ‘gila’ atau out of the box dalam mengajar sangat dibutuhkan dalam proses mengajar, selain mudah dalam penangkapan pelajaran, dapat memberi inspirasi kepada murid untuk lebih kreatif. Mengajar bukan hanya dengan ceramah, salah satu contohnya dengan mengenalkan langsung pada alam melalui video atau gambar. TIK dapat membantu guru dalam memudahkan proses mengajar.Oleh karena itu, guru hendaknya memiliki pemahaman akan pentingnya TIK, sehingga dapat memanfaatkan TIK dengan sebaik-baiknya.

Sesi selanjutnya diisi oleh Wijaya Kusumah, seorang guru TIK, trainer dan blogger. Sesi ini menjadi ajang curhat para guru dalam menghadapi problematika permasalahan guru dalam perkembangan TIK.

Acara ini kemudian diakhiri dengan peluncuran Gerakan Indonesia Terdidik TIK (IndiTIK) dan pengumuman pemenang lomba guru blogger inspiratif 2014. Pemenang pertama Susi Sukaesi, pemenang kedua Beby Heryanti Dewi Maulana, dan pemenang ketiga Afif Arifin. Selamat bagi para pemenang, dan bagi yang lainnya tetap semangat. Jadilah guru yang selalu menginspirasi para murid. 🙂

Advertisements