Ngabuburit merupakan hal yang paling asyik. Istilah ngabuburit yang berasal dari bahasa Sunda, berarti menunggu Maghrib. Karena burit, artinya Maghrib. Berbicara ngabuburit, momen yang paling saya ingat adalah kenangan masa kecil. Bermain setelah Shalat Ashar memang kebiasaan saya waktu kecil. Banyak permainan yang saya ikuti, dari main petak umpet, galah asin, lompat tali atau gatrik. Ketika mulai terdengar suara shalawatan dari masjid, permainan bubar. Saya pun mandi dan bersiap-siap pergi ke masjid untuk shalat Maghrib.

Kebiasaan bermain setelah Ashar ini tidak juga saya tinggalkan saat bulan Ramadhan. Saya wara wiri bermain dengan teman-teman sekampung lainnya. Namun, awal-awal puasa, biasanya tiga hari awal, saya tidak bermain. Ini karena badan lemas. Menjelang Ashar, saya dipaksa mandi biar terasa segar. Setelah mandi, saya hanya tidur-tiduran depan televisi menunggu Maghrib. Kadang membantu Mamah menyiapkan makanan.

Bertahun-tahun lalu, saat masih kecil, tanpa lelah atau cape meski sedang puasa, ngabuburit itu bermain. Dalam perjalanan berikutnya masuk sekolah di asrama, ngabuburit adalah belajar dan mengaji. Sekarang ini, karena sudah dewasa dan bekerja, maka ngabuburit adalah perjalanan pulang menuju rumah. Terkadang malah buka di perjalanan. Ketika bulan puasa, memang penting untuk selalu menyiapkan makanan atau minuman untuk berbuka. Karena menyegerakan berbuka puasa, dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dalam hadis riwayat Mutafaq ‘alaih disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”

Setiap orang mungkin memanfaatkan ngabuburit dengan cara yang berbeda-beda. Bagi yang memiliki waktu luang, mereka akan berjalan-jalan menunggu Maghrib tiba. Bagi ibu rumah tangga, tentu dimanfaatkan dengan memasak. Saya pun dalam ngabuburit sekarang lebih pada menapaki perjalanan. Sebagai pekerja yang pulang sore, maka ngabuburit adalah perjalanan pulang menuju rumah. Bila waktu senggang atau hari libur, saya ingin memanfaatkan ngabuburit dengan membaca Al-Qur’an atau membaca buku bertema Islam untuk memperdalam keislaman. Seorang guru pernah bilang kalau bulan Ramadhan adalah bulan nuzulul Qur’an, maka manfaatkan waktu dengan membaca Al-Qur’an. Mengenang ngabuburit masa kecil sangat menyenangkan. Namun, ngabuburit sekarang pun penuh kesyukuran karena masih diberi usia untuk merasakan Ramadhan. Mari ngabuburit dengan membaca atau mendengarkan Al-Qur’an. Selamat ngabuburit, teman… Semoga Allah menerima ibadah puasa kita. Aamiin. 🙂

Advertisements