Epos Sang Patriot: Menelusuri Jejak Patriotisme Sroedji

Api dan besi tak akan menyurutkan langkahku. Derita dan luka, tak akan mmatahkan semangatku demi bangsa ini. Demikian penggalan kata Sroedji dalam Novel Sang Patriot, karya Irma Devita.

Enam puluh sembilan tahun telah kita lalui dalam hamparan kemerdekaan. Tetes-tetes darah para pejuang sudah bersatu dengan air, tanah dan udara menjadi desahan napas kita sekarang. Perjuangan dalam membebaskan kezaliman di bumi pertiwi menjadi semangat mereka. Perjuangan dan kepahlawanan mereka layak dikenang dan diresapi dalam semangat patriotisme.

Irma Devita menjabarkan kepahlawanan Sroedji, kakek sekaligus pejuang yang mempertahankan kemerdekaan dengan fiksi heroik. Belum banyak yang mengenal Sroedji, seorang panglima perang pasukan Brigade Damarwulan yang gagah berani terus bergerilya walau sedang sakit yang mendera. Semangat perjuangan dan gambaran keikhlasan yang ingin Irma Devita tampilkan dalam novel Sang Patriot.

Buku ini dituturkan secara flashback, tatkala penulis menghadirkan Sang Patriot yang gugur dengan dengan mengenaskan dan duka cita yang mendalam warga, lalu pada bab berikutnya memutar kembali awal perjalanan orang tua Sroedji yang memilih hijrah dari Madura ke daerah Jember. Keputusan hijrah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tentram dan sejahtera. Di daerah Jember inilah lahir Sroedji, Sang Patriot yang tampil untuk membela tanah air.

Kematian itu pasti, siapa pun pasti akan menjalaninya. Namun, apakah kematian kita dalam keadaan mati syahid dan sadar mengingat Allah, atau mati hanya sekedar ruh yang lepas dari raga?

Judul buku: Sang Patriot
Penulis: Irma Devita
Tebal buku: 380 h
Penerbit: Gramedia, 2014

Penulis memaparkan perjuangan Sroedji dengan bahasa sederhana dan lugas, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Sosok-sosok pejuang yang membela tanah air dari kezaliman dan ketertindasan penjajah memang sangat tepat untuk kembali digali, karena untuk menyadarkan kembali akan kebebasan yang diraih saat ini dan meneladani semangat kebenaran dan keadilan yang para pejuang usung untuk membebaskan negeri tercinta dari kezaliman dan kelaliman penjajah.

Setiap kita adalah pejalan yang menelusuri perjalanan sesuai dengan peran dan takdir kita masing-masing. Maka, menjalaninya dengan ikhlas dan sebaik-baiknya semoga menjadikan kita berada dalam perlindungan dan ridha Allah swt. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: