Tags

, ,

Di era teknologi komunikasi sekarang ini, smartphone telah menjadi alat bermain yang sangat disenangi oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Smartphone menghadirkan berbagai aplikasi game seru yang menarik minat anak-anak dan remaja.

Ada yang bilang, anak-anak atau balita sekarang merupakan anak-anak gadget. Saya mengakui pendapat tersebut ketika melihat keponakan-keponakan saya yang masih balita ataupun sudah masuk sekolah lebih memilih bermain gadget.

Ketika saya pulang ke rumah, Rafi dan Rido, dua keponakan saya langsung berebut smartphone padahal mereka sendiri sudah diberi tablet oleh orang tuanya. “Tante… Tante… pinjem hapenya,” teriak Rafi menyambut kedatangan saya. Tidak lama dari dalam rumah terdengar teriakan, “Tanteeee… Ido minjem hape….” Sambil lari-lari.

“Iya, sebentar. Tante kan baru sampe,” jawab saya. Mereka pun langsung mengerubungi saya untuk meminjam hape. “Tabletnya disimpan papanya, Yul,” kata Mbak Mila, ibu Rafi dan Ido. “Papanya khawatir karena mereka sudah bisa mendownload sendiri padahal sudah dikunci tabletnya.”

“Oh ya…,” saya kaget. “Iya, mereka mengotak-atik tabletnya. Sekarang kami lagi nyari aplikasi game yang bermanfaat buat anak,” kata Mbak Mila. Mendengar itu saya teringat aplikasi cerdas yang say abaca di Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB). “Saya punya aplikasi bagus Mbak, jangan khawatir,” kata saya meyakinkan.

“Beneran Yul?” Tanya Mbak Mila. “Papa dan saya sepakat kalau aplikasi game itu yang mencerdaskan dan bermanfaat.”

“Iya dong Mbak, memang harus begitu,” kata saya.

“Papa ngasih daftar kriteria game buat anak; 1) Game yang baik untuk anak. 2) Mendampingi anak-anak saat sedang bermain. 3) Kami harus mengetahui jenis game yang sering dimainkan anak, baik di rumah maupun rumah teman. 4) Membatasi waktu bermain game. 5) Waspada pada permainan dengan fitur multi-player, karena khawatir anak-anak bermain sama orang asing. 6) Menggunakan parental control yang menonaktifkan gameonline. 7) Waspada jangan sampai ngunduh game dewasa. 8) Kami harus mendampingi anak jika mendownload aplikasi game baru. 9) Kami sepakat akan mendampingi dan mengawasi jenis gameyang anak-anak mainkan meskipun mereka sudah dewasa.” Jelas Mbak Mila dengan berapi-api.

“Keren Mbak, kesepakatan dalam mengasuh anak memang sangat penting buat pertumbuhan anak.”

“Tante, mana hapenya?” Tanya Rafi.

“Bentar ya Pi, Tante download dulu gamenya,” kata saya.

Sambil dikerubungi Rafi dan Rido, saya pun langsung membuka google play dan mencari aplikasi Anak Cerdas.
 Saya pun langsung mengunduhnya. Setelah itu saya mendaftar lewat email. Pada aplikasi ini ditawarkan pendaftarann lewat facebook atau email, saya memilih dengan email.
 Prosesnya yang cepat dan tampilan warna yang menarik, membuat Rafi dan Rido menunggui saya download. Ada tiga aplikasi yang bisa menjadi pilihan, yaitu edukasi, permainan dan buku cerita.
 
 “Waaaah… ada buku ceritanya segala ya Yul…,” Mbak Mila kagum. “Mbak bisa punya bahan dong buat dongengin anak-anak sebelum tidur,” lanjut Mbak Mila.
 “Iya, Mbak,” jawab saya turut kagum juga sama aplikasi anak cerdas.

“Kalau aplikasi gamenya bagus dan mencerdaskan, saya dan Papa setuju aja anak-anak main game,” kata Mbak Mila. “Nanti download di hape dan tablet Mbak ya Yul,” lanjut Mbak Mila.

“Siiiiip,” jawab saya sambil mengklik permainan yang diminta anak-anak. Tanpa proses yang lama, saya berhasil mendownload permainan yang diingankan Rafi dan Rido. Mereka pun asik bermain Anak Cerdas.

Sekarang ini, anak-anak dan gadget memang tidak bisa dihindari, karena efek dari kemajuan teknologi komunikasi. Tetapi, sebagai orang tua atau orang dewasa yang berada di sekitar anak, memilih aplikasi permainan yang tepat dan cerdas bagi anak merupakan kewajiban untuk mengarahkan anak pada hal yang menyenangkan, menghibur sekaligus mencerdaskan.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog Aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia
Advertisements