Standar Pencegahan Narkoba Berbasis Ilmu Pengetahuan

Tags

Menindaklanjuti standarisasi internasional tentang pencegahan penyalahgunaan Narkoba yang berbasis ilmu pengetahuan, sekolah menjadi wadah efektif dalam penyebaran informasi seputar Narkoba. Penanggulangan penyalahgunaan narkoba  sangat penting dalam lingkungan pendidikan, di lingkungan siswa ataupun di lingkungan pendidik atau tenaga kependidikan.

Kita sering mendengar bahwa tindakan penyalahgunaan Narkoba banyak dilakukan di kalangan pelajar atau mahasiswa. Tindakan penyalahgunaan Narkoba yang cukup tinggi khususnya di kalangan pelajar atau mahasiswa telah menyebabkan banyaknya generasi muda kehilangan produktivitas dan integritrasnya. Tentu saja kondisi tersebut sangat merugikan negeri ini, karena generasi muda merupakan penerus bangsa yang akan melanjutkan estafet perjuangan negeri ini.
Permasalahan Narkoba merupakan masalah yang serius dan apabila tidak ada upaya penanganan yang sinergi dan komprehensif, bangsa Indonesia akan mengalami kerugian yang sangat besar. Kerugian yang timbul tidak hanya dibidang ekonomi saja melainkan juga kerugian di bidang sosial, yaitu menurunnya kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan berakibat hilangnya generasi muda bangsa.
Sebagai wujud konkret upaya bersama dalam penanggulangan masalah narkoba di lingkungan pendidikan, Badan Narkotika Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerja sama dalam bentuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan antara Kepala BNN Gories Mere dan Sekjen Kemendikbud Ainun Naim di Hotel Bidakara, Jakarta, 13 Juli 2012.
Tidak salahnya bila kita melongok kembali nota kesepahaman BNN dengan Kemendikbud tersebut.
Ruang lingkup nota kesepahaman BNN dan Kemendikbud meliputi:
1.      Sosialisasi mengenai penyalahgunaan Narkoba.
2.      Pengembangan materi muatan bahaya penyalahgunaan Narkoba dalam mata pelajaran.
3.      Pengembangan ekstrakulikuler di sekolah, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan non formal yang berorientasi pada pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
4.      Peningkatan peran Organisasi Siswa Intra Sekolah, organisasi kemahasiswaan, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam satuan tugas Narkoba.
5.      Pemberian advokasi kepada guru atau dosen dan pendidik serta tenaga pendidikan di lingkungan satuan pendidikan dasar, menengah, tinggi dan pendidikan non formal.
6.      Pemberian materi dalam upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terhadap penyalahgunaan Narkoba.
7.      Pertukaran tenaga ahli dan informasi tentang metode dan teknis pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
Peran Pendidik dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkoba
Guru merupakan sosok yang memberi pengajaran dan pendidikan kepada para muridnya. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam penanggulangan narkoba di kalangan pelajar, sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika yang diberikan melalui pelajaran sangat efektif dan lebih mengena jika dilakukan oleh guru selaku pendidik.
Secara garis besarnya, dalam nota kesepahaman tersebut pentingnya sosialisasi penyalahgunaan Narkoba. Pada dasarnya, bukan hanya pelajar atau mahasiswa sebagai target sosialisasi Narkoba, tetapi para guru atau dosen juga harus berwawasan Narkoba. Mereka sebagai agen sosialisasi harus lebih mengetahui akan informasi mengenai Narkoba.
Bukan hanya mempelajari mata pelajaran atau mata kuliah yang akan diajarkan, para guru atau dosen dapat menyisipkan materi Narkoba dalam setiap memberi pengajarannya. Pesan yang diberikan berkali-kali pada siswa setiap memberikan materi pelajaran akan sangat efektif. Guru memberikan perhatian, pembinaan, dan tindakan khusus kepada pelajar yang jadi pecandu Narkoba. Jangan langsung diekspos, apalagi langsung dikeluarkan dari sekolah, tetapi dibina dulu.
Adapun peran guru atau dosen, di antaranya:
  1. Memperhatikan tingkah laku murid-muridnya.
  2. Memberikan pengertian tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba terhadap jiwa dan kesehatan.
  3. Mengadakan razia di kelas yang dicurigai ada penggunaan narkoba.
  4. Memberikan pekerjaan rumah (PR) agar siswa ada aktivitas di rumah.
  5. Awasi mantan murid yang dikeluarkan/dipecat yang sering datang di sekolah.
  6. Segera laporkan ke polisi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di sekolah.
Pelajar dan Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Kalangan pelajar atau mahasiswa selama ini kerap dijadikan sasaran empuk pengedar Narkoba. Para pelajar dan mahasiswa ini secara emosional masih labil, sehingga mereka rentan sebagai objek dari para pengedar Narkoba. Namun demikian, mereka merupakan generasi penerus yang memiliki ilmu dan kemampuan untuk terus berubah menjadi orang yang lebih baik.
Pelajar atau Mahasiswa sebagai agen perubahan anti penyalahgunaan Narkoba bukan hal yang tidak mungkin. Mereka yang memang harus mendapatkan bekal pengetahuan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, karena Narkoba dapat merusak otak dan seluruh organ tubuh lainnya apabila dikonsumsi secara tidak bertanggung jawab.
Para pelajar dan mahasiswa ini perlu memiliki pertahanan yang kuat agar tidak tergoda memakai Narkoba. Mereka tidak hanya mampu mengatakan “tidak” pada Narkoba, tetapi harus bisa memotivasi rekan-rekannya agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
Para  pelajar dan mahasiswa ini harus peka terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Jika mengetahui ada temannya yang menjadi korban, jangan dijauhi dan dikucilkan, rangkul dan ajak mereka agar mau direhabilitasi agar bisa kembali hidup normal seperti sedia kala. Kita bawa mereka kembali ke lingkungan yang positif agar bisa kembali produktif dan menghasilkan karya-karya yang monumental.
Dengan demikian, maka para pelajar dan mahasiswa ini membentuk satgas anti Narkoba dari kalangan mereka. Mereka adalah para pemuda yang siap mencegah, menghindari narkoba akan bisa  bersama memerangi narkoba. Mereka adalah benteng generasi muda dalam melawan penyalahgunaan Narkoba.
Di kalangan pelajar sendiri, pembentukan satgas anti Narkoba wajib bagi setiap SMP dan SMA, karena peredaran narkoba sudah sangat memprihatinkan. Para pelajar perlu menanamkan nilai-nilai positif bagi dirinya dan bisa menyaring mana yang baik dan buruk. Dengan sukarela sekolah dapat membentuk satgas anti narkoba untuk mendukung kerja pemerintah dalam usaha mencegah dan memberantas penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekolah.
Sekolah atau kampus membentuk satgas anti Narkoba di lingkungan mereka sebagai pengembangan dari pengetahuan, sikap mental dan keterampilan seluruh pelajar, pendidik serta petugas keamanan sekolah atau kampus.
Peran pelajar dan mahasiswa, di antaranya:
  1.      Mengisi hidup dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
  2.      Memanfaatkan waktu luang untuk belajar.
  3.      Membudayakan pola hidup sederhana dan sehat.
  4.     Mampu mengembangkan bakat, minat, dan kemampuan diri ke arah yang lebih bermanfaat.
  5.      Memahami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
  6.    Mampu menyampaikan informasi yang benar tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba.
  7.     Jika melihat adanya penyalahgunaan dan pengedar gelap narkoba berikan informasi/laporan kepada Polres setempat.
  8.      Jika melihat ada korban penyalahgunaan narkoba segera kirim ke rumah sakit dan lapor ke IPWL.
Dalam pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan Narkoba, diperlukan kerja sama pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kalangan pendidik untuk saling membahu melakukan upaya pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran Narkoba.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s