Ketika kita jalan-jalan atau berkunjung ke tempat wisata, tidak jarang kita menemukan banyak sampah plastik yang berserakan. Para pengunjung hanya datang, dan pergi tanpa memperhatikan kebersihan. Tak jarang yang datang membawa banyak makanan dan minuman, kemudian bekasnya dibuang sembarangan. Pariwisata tidak hanya tentang menikmati keindahan sebuah tempat. Wisatawan juga harus bertanggung jawab untuk menjaga keindahannya dengan tidak bertindak merusak alam.

Wisata alam yang sangat memprihatinkan. Banyak pengunjung yang tidak memedulikan lingkungan alam lagi. Mereka tidak peduli akan pentingnya memelihara kebersihan di alam. Ini dapat kita lihat di pinggir pantai yang berserakan sampah plasik, bukit-bukit pegunungan, air terjun, bahkan di atas gunung pun, masih ada pendaki yang tidak memedulikan kebersihan dengan buang sampah plastik sembarangan. Kalau berwisata ke tempat yang sudah memiliki tim pemelihara lingkungan wisata, masih mending ada bagian kebersihan yang membersihkannya, tetapi kebersihan itu sebenarnya bukan hanya tugas bagian kebersihan, itu adalah tugas kita bersama.

Sumur Jalatunda

Sumur Jalatunda

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah budaya lokal kita sudah mengajarkan tentang pentingnya kebersihan?

Pengarahan sebelum bersih-bersih

Pengarahan sebelum bersih-bersih

Tidak ada akibat tanpa sebab. Penanaman akan pentingnya kebersihan sudah berkurang. Dulu kita sering mendengar gotong royong dalam membersihkan lingkungan tempat tinggal kita sendiri, bersama-sama semua warga saling membahu membersihkan lingkungan kompleks rumah atau perkampungan, dari mulai membersihkan halaman rumah, selokan depan rumah sampai ke sungai atau kali. Kini, hal tersebut sudah tidak ada lagi. Tradisi menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong pun sudah jarang, maka contoh bagi generasi muda akan hal kebersihan pun tidak ada sehingga kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan berkurang. Sejak kecil hendaknya keluarga menumbuhkan kesadaran memelihara kebersihan, sehingga pada akhirnya terbiasa untuk menjaga alam.

Bersih-bersih di Sumur Jalatunda

Bersih-bersih di Sumur Jalatunda

Beberapa bulan lalu, saya bersama Komunitas Napak Tilas Budaya Bogor dan SMK Perhutani Bogor melakukan bersih-bersih sampah di situs Taman Sri Bagenda dan Sumur Jalatunda, Sindangbarang, Bogor, Jawa Barat. Kawasan wisata budaya yang masuk ke Desa Budaya Sindangbarang Bogor, memang kaya dengan berbagai situs peninggalan budaya leluhur, di antaranya adalah Taman Sri Bagenda dan Sumur Jalatunda.

Abah lagi bersih-bersih

Abah lagi bersih-bersih

Taman sari ini sudah mengecil, seperti kolam ikan. Awalnya saya tidak percaya kalau kolam ini dulunya adalah taman sari dan tempat mandi keluarga kerajaan Pakuan Pajajaran. Tidak ada istimewanya. Namun berbeda dengan para pecinta sejarah, arkeologi, dan budaya, mereka melihat bebatuan di sekeliling kolam, pengaliran air, dan nama dari tempat sendiri, yang warga setempat menamakannya dengan Taman Sari Sri Bagenda. Tidak hanya itu, kawasan ini juga dinamakan Taman.

Bersih-bersih

Bersih-bersih

Konon, menurut warga, kolam berukuran kurang lebih 45 x 15 m ini tidak pernah mongering airnya, karena mendapat pengaliran air dari mata air di sekitar daerah sana, di antaranya dari mata air Sumur Jalatunda. Bagian tepi kolam diperkeras dengan susunan batu-batu alami. Di tengah kolam ada dua batu menyembul, dan di salah satu tepi kolam ada batu-batuan yang tersusun rapi. Air kolam tidaklah merembes ke luar, padahal lahan di sisi utara, timur, dan selatannya lebih rendah dari kolam. Ikan-ikannya pun konon bisa menghilang, dan hanya dapat diambil bila sudah ada wangsit atau petunjuk. Tidak jauh dari kolam, sekitar 20 meter, ada mata air Sumur Jalatunda. Sumur yang berukuran 2m x 1 m dengan kedalaman 1,5 m ini, sampai sekarang masih mengeluarkan mata air.

Taman sari

Taman sari

Melihat keadaan kolam yang sedikit kotor, maka kami pun berinisiatif membersihkan tempat budaya tersebut. Melihat semangat para anggota, pupuhu atau ketua komunitas pun menyarankan untuk membawa alat kebersihan ketika mengunjungi tempat budaya.

Situs Sumur Jalatunda

Situs Sumur Jalatunda

Dalam perjalanan mengunjungi peninggalan budaya, saya sering merangkumnya dalam catatan di blog. Selain untuk mengenalkan peninggalan budaya Nusantara, tulisan di blog bisa menjadi bukti sejarah bahwa saya pernah mengunjungi daerah tersebut dengan segala aktivitasnya. Maka, berwisata bukan hanya melihat tempat wisata saja, tetapi turut serta dalam merawat dan membersihkannya, setidaknya tidak membuang sampah sembarangan di kawasan wisata.

Taman Sari Sribagenda

Taman Sari Sribagenda

Advertisements