Tags

,

Sabtu, 22 Februari 2013, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Komunitas Blogger Reporter Indonesia mengadakan Focus Discussion Group (FGD). Acara yang diadakan di Restoran Mie Ceker Bandung, Jl. Pondok Gede, Jakarta Timur, berlangsung sersan (serius santai).

Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari tak menggoyahkan para peserta diskusi untuk hadir pada acara tersebut. Ada sekitar 40 undangan datang dengan melewati derasnya hujan dan genangan air.

Acara diskusi ini dipandu oleh Pak Gun Gun Siswadi, Direktur Diseminasi Informasi Badan Narkotika Nasional. Dalam pengantarnya, Pak Gun Gun menjelaskan bahwa Narkoba adalah kejahatan extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Konsep kejahatan pada penggabungan konsep kejahatan terorisme, korupsi, dan narkoba. Kenapa demikian?
Ketika diskusi belum dimulai, saya dibagikan kertas yang menjabarkan pengetahuan peserta diskusi seputar Narkoba.  Saya tidak begitu banyak tahu jawaban dari lembaran kertas tersebut. Saya hanya tahu, bahwa Narkoba itu ganja dan heroin, serta zat katinon, zat yang ditemukan pada kasus Narkoba salah satu artis Indonesia, sebagaimana pemberitaan Narkoba yang sering saya dengar dari media. Setelah saya mengikuti diskusi dan arahan dari Pak Gun Gun, saya paham, bahwa lembaran tadi itu merupakan pengetahuan yang harus kita ketahui, kenapa Narkoba itu kejahatan luar bisa?

NARKOBA merupakan akronim dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif. Istilah Narkotika atau narkotik (Narcotic), dalam KBBI disebutkan sebagai obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau merangsang (seperti opium, ganja).

Dalam UU NO 22 THN. 1997 disebutkan bahwa narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,sintesis atau semi sintesis, yang dapat menurunkan atau merubah kesadaran, mengurangi atau bahkan sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Adapun jenis dari Narkoba seperti : Ganja, Heroin, Cocain, Opium.

Adapun psikotropika, 1) Segala yang dapat memengaruhi aktivitas pikiran seperti opium, ganja obat bius. 2) Zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis dan bukan narkotika yang dapat menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, obat yang dapat memengaruhi atau mengubah cara berbicara ataupun tingkah laku seseorang. Demikian menurut KBBI.

Dalam UU. No. 5 Tahun 1997, psikotropika adalah  zat atau obat alamiah maupun sintetis yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan berubahnya aktivitas mental dan prilaku. Salah satu contoh dari psikotropika adalah sabu-sabu, extasy dan amfetamin.

Sedangkan bahan adiktif adalah bahan atau zat yang bersifat kecanduan, dan menimbulkan ketergantungan pada pemakainya. Contohnya, Alkohol (Minuman keras), Kafein (Kopi ), Nikotin (Rokok), Tinner, bensin, spritus (bahan yang mudah menguap).

Undang-undang No. 5 Tahun 1997 tersebut telah direvisi dengan Undang-undang Narkotika No. 35 Tahun 2009.  Ketika saya membacanya, ada deretan zat yang masuk jenis Narkoba, salah satunya adalah Katonin. Dari sini saya memahami, perlunya kita mengetahui zat-zat tersebut, agar kita terhindar dari unsur-unsur zat tersebut.

Ketika seseorang sudah ketergantungan pada suatu benda, maka di sana muncul peluang bisnis. Tidak heran, bila Narkoba sangat berkaitan erat dengan bisnis Narkoba. Padahal Narkoba itu sangat merusak dan mematikan, dapat menghilangkan satu generasi bangsa. Maka, negara berperan untuk menyelamatkan warganya dari jeratan Narkoba.

Kejahatan Narkoba sangat serius, terorganisir dan lintas negara. Dari kasus demi kasus yang diberitakan oleh media tentang penyelundupan Narkoba dari luar negeri terlihat jelas bahwa para pebisnis ini melakukannya dengan rapi dan terorganisir. Para penyulundup itu melakukan segala taktik agar lolos dari pemeriksaan imigrasi. Mereka datang lewat jalur udara dan laut.

Modus operandi penyimpanan, pengiriman dan penyelundupan mereka bermacam-macam. Melalui jalur udara dengan pesawat. Mereka memanipulasi diri agar terhindar dari pemeriksaan imigrasi, di antaranya Narkoba dimasukkan ke dalam travel bag atau dinding tas seperti kasus Corby, warga negara Australia yang membawa ganja dalam tasnya. Ada juga yang menyimpannya dalam kemasan makanan agar tidak terlihat dan disangka makanan. Ada pula yang dalam kantung calana dan celana dalam (body strapping), dalam panci es krim, dimasukkan dalam buku tebal, kemasan parfum atau shampo, dalam paket spare part kendaraan, sepatu, dalam kaki palsu, dalam tabung oksigen dengan berpura-pura sedang sakit, dalam handuk basah, dalam batu nisan, dalam kancing pakaian, dalam kaligrafi dan al-Qur’an, dalam kerajinan kayu, tabung televise, bingkai lukisan, dalam rambut, bahkan ada yang ditelan dalm perut, dimasukkan melalui anus dalam alat vital.

Adapun dengan jalur laut dengan kapal laut. Indonesia yang luas dan berpulau-pulau ini membuat para penyelndup menjadikan jalur ini adalah jalur pavorit mereka. Mereka datang dengan kapal besar, lalu datang ke perairan Indonesia dengan kapal kecil, seperti kapal penumpang, speedboat, dan kapal tradisional. Pak Gun Gun menjelaskan bahwa 80% para penyelundup Narkoba masuk ke Indonesia dengan jalur laut. Perairan Indonesia yang rawan penyelundupan Narkoba adalah Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Sulawesi dan perairan lepas di sepanjang pantai selatan Jawa.

Melihat betapa rapi dan terorganisirnya mereka, ini menunjukkan bahwa pasar Narkoba di Indonesia sangat prospektip, sehingga mereka melakukan segala cara untuk membawanya ke Indonesia, bahkan ada dengan cara membahayakan diri sendiri. Ini sangat menyedihkan. Betapa terancam warga negara kita dari serangan Narkoba.

Dengan demikian, sudah saatnya kita sebagai warga negara Indonesia dan blogger turut membantu BNN dalam mengabarkan akan Narkoba dan dampaknya. Tidak mudah memang untuk menghapal zat-zat yang mengandung Narkoba, tetapi bila diingatkan dalam catatan secara terus menerus, mudah-mudahan bisa ada yang ingat. Setidaknya kita lebih hati-hati dalam meminum obat dan suplemen, dan mencari tahu kandungan dari komposisi obat tersebut. Memang seperti menyulitkan, tetapi siapa lagi yang dapat menjaga kesehatan selain diri kita sendiri. Maka, blogger berperan penting dalam menyampaikan tentang narkoba dan dampaknya, sehingga negeri kita terbebas dari Narkoba.

 

Advertisements